Warga Keerom Diajak Dukung Program Tanam Jagung
- account_circle topik papua
- calendar_month Sen, 1 Mei 2023
- visibility 184
- comment 0 komentar

Ketua I LMA Kabupaten Keerom, Laurens Borotian/ist
Arso, Topikpapua.com, – Ketua I LMA Kabupaten Keerom, Laurens Borotian, mengajak warga di Kabupaten Keeromuntuk mendukung program food estate penanaman jagung yang telah dilaksanakan oleh Presiden Jokowi pada Maret lalu.
“Kehadiran jagung di Keerom ini punya dampak positif besar. Sehingga mari, kita sebagai masyarakat mendukung program pangan ini yang telah dicanangkan oleh pemerintah,”katanya di Arso, Kabupaten Keerom, Senin (1/5/2023).
Meski sempat ada berbeda pandangan dan pendapat soal tanaman jagung, namun Laurens mengaku hal itu sebagai hal yang biasa tetapi bukan berarti menjadi perpecahan dan persoalan karena setiap program punya kelemahan dan kelebihan.
“Investasi pada tanaman jagung ini waktu awal ada sedikit beda pendapat dengan masyarakat setempat soal lahan tapi hal itu biasa. Dimana saat ini jagung yang menjadi primadona, intinya tidak ada persoalan. Jadi, ketika Jokowi belum datang mereka masih ragu, tapi saat Jokowi datang dan lakukan penanaman di Manem akhirnya mereka dukung penuh,” jelasnya.
Laurens berharap masyarakat di Keerom bisa menjemput program pangan yang sangat baik dari pemerintah, karena sudah pasti akan ada pasar yang disediakan untuk menampung hasil panen tersebut.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan kick off food estate 10 ribu hektare di Distrik Manem, Kabupaten Kerom, Provinsi Papua. Sebagai langkah awal, pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan melakukan penanaman jagung di lahan seluas 100 hektare.
Menurut Presiden, penanaman jagung sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan para peternak di Papua. Dia berharap, lahan yang digarapnya ini bisa dipanen pada Bulan Juni mendatang.
“Kita akan lihat nanti bulan Juni akan ada panen yang pertama. Jadi berapa ton per hektare itu akan kelihatan. Hanya mungkin sekali tanam pertama tidak seperti di Jawa yang menghasilkan 10 hingga 11 ton. Mungkin untuk pertama tidak apa-apa 4 ton. Baru penanaman yang kedua 6 ton, kemudian yang ketiga dan seterusnya bisa 10 ton,” ujarnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




