Genjot Inflasi Pangan di Kabupaten Keerom, BI Papua Lakukan ini
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 3 Feb 2023
- visibility 121
- comment 0 komentar

Bank Indonesia dan Pemda Keerom menyerahkan bantuan dan panen jagung di Kampung Arsopura, Distrik Skanto Kabupaten Keerom, Jumat ( 3/1/2023)istimewa
Keerom, Topikpapua.com, – Bank Indonesia dan Pemda Keerom menyerahkan bantuan dan panen jagung di Kampung Arsopura, Distrik Skanto Kabupaten Keerom, Jumat ( 3/1/2023). Kegiatan ini sebagai wujudkan aksi nyata dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan
Penyerahan bantuan PSBI dirangkaikan dengan panen jagung bersama di lahan seluas 2 hektar yang dihadiri Ketua DPRD Keerom, .Bambang Mujiono, Deputi Kepala Perwakilan BI Papua, Thomy Andryas, Wakapolres Keerom, Kompol Pieter Kalahatu dan Kepala Distrik Skamto M.Leksi. serta para kelompok tani.
Kegiatan tersebut menjadi simbol langkah sinergis antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengatasi inflasi dari sisi penawaran.
Melalui Program Sosial Bank Indonesia ( PSBI), Bank Indonesia menyerahkan bantuan kepada 5 kelompok tani penerima bantuan, yaitu Cahaya Tani (jagung), Mekar Jaya (cabai rawit), Tani Makmur (cabai rawit), Muda Berkarya (cabai rawit) dan Rukun Makmur (cabai rawit)
Bantuan yang diberikan berupa 5 unit hand traktor, 6 unit alat tanam jagung, 16 unit power sprayer, 4 unit alkon, 6 unit sprinkle, 1 set kincir, serta pupuk dan obat-obatan.
Deputi Perwakilan BI Papua Thomy Andryas mengatakan penyerahan Bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa alat dan sarana produksi pertanian merupakan salah satu contoh dari 7 upaya Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) salah satunya adalah penyerahan bantuan alsintan dan saprotan.
“Hal ini melalui arahan Presiden Joko Widido sebagaimana dikutip dari sambutan Gubernur Bank Indonesia bahwa ada 3 ketahanan yang harus terus di jaga, yaitu ketahanan energi, ketahanan pangan dan digitalisasi,”tuturnya
Lanjutnya, Bank Indonesia menginisiasi lahirnya GNPIP sebagai strategi untuk mengatasi tantangan struktural yang ada di ketahanan pangan, yaitu kontinuitas pasokan, disparitas harga antar daerah dan akses pemasaran yang terbatas.
Untuk diketahui GNPIP telah berhasil menurunkan tingkat inflasi di Provinsi Papua. Inflasi Papua pada Agustus 2022 sebesar 6,50% (yoy) turun menjadi 5,68% (yoy) pada Desember 2022. Provinsi Papua telah melakukan kick off GNPIP pada 11 Oktober 2022 di Kabupaten Merauke.
Bank Indonesia berharap bantuan yang sudah diberikan dapat digunakan secara optimal dan dirawat dengan baik oleh para penerima bantuan sehingga mampu meningkatkan produktivitas hasil panen dalam jangka panjang yang pada akhirnya dapat menjaga inflasi di Papua pada tingkat yang rendah dan stabil.
“Berharap juga sinergi kuat yang sudah terjalin dengan Pemerintah Daerah dapat terus ditingkatkan dan memberikan dampak yang lebih luas terhadap pengendalian inflasi dan kesejahteraan masyarakat di daerah,” ujar Thomy.
Sementara itu Ketua DPRD Kab Keerom Bambang Mujiono mengpresiasi kolaborasi semua pihak dalam menjaga ketahanan pangan, yang bukan hanya petani namun stakeholder serta peran dari pemerintah sangat penting terhadap pengembangan produk pertanian.
“Salah satu yang kita dorong adalah jagung karena tingkat kesesuaian cuaca di tanah Papua.,”kata Bambang
Selain itu pihaknya juga mengapresiasi Bank Indonesia yang sangat mensuport para petani di Kabupaten Keerom mulai dari pengelolaan tanah serta, proses produksi yang telah dibantu peralatan dan perlengkapan pertanian lainnya.
Hanya saja yang masih menjadi kendala saat ini para petani daerah belum bisa menghasilkan bibit unggul dan berkualitas yang di hasilkan langsung dari Papua.
“Sehingga itu dapat memberi ruang kerja atau peluang kerja yang menyerap tenaga kerja.Ini yang sangat di harapkan dalam kolaborasi tersebut guna menghasilkan bahan pangan,” ujarnya
Ditambahkan Hindarto Edi Wibowo selaku Ketua Koperasi Cahaya Tani kabupaten Keerom, pihaknya sangat berterima kasih kepada BI Papua yang telah memberikan bantuan dan memberi suport kepada para kelompok tani.
“Dengan bantuan ini kiranya akan memotivasi para petani agar lebih giat dan rajim lagi dalam mengelola laha pertanian tersebut. Karena saat ini para petani masih sangat membutuhkan ketersedian bibit dalam sisi sektor produksi, sedangkan untuk sisi pemasaran juga masih terkendala untuk pengumpulan hasil pangan pada klaster luar,” tandasnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




