Korem 172/PWY Kumpulkan 1000 Pemuda dalam Silaturahmi PPS di Holtekamp
- account_circle topik papua
- calendar_month Sab, 29 Okt 2022
- visibility 218
- comment 0 komentar

Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring bersama pimpinan institusi TNI dan Polri di Jayapura/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Pemandangan menarik terlihat di salah satu cafe di kawasan Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Sabtu (29/10/2022) pagi.
Bagaimana tidak, sebanyak 1000 pemuda yang berasal dari suku, agama dan profesi yang berbeda, berkumpul menjadi satu tanpa sekat dalam silaturahmi Pemuda Papua Satu (PPS) yang digelar Korem 172/PWY
Silaturahmi yang mengusung tema ” Jadikan Papua Rumah Kita Bersama bagi Seluruh Elemen Pemuda di Papua untuk Mewujudkan Papua Damai dan Sejahtera” ini merupakan inisiasi Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring.
Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Sidharta Wisnu Graha mengapresiasi kegiatan positif tersebut. Menurut dia, tujuan kegiatan hanya satu, yakni bagaimana Pemuda Papua memiliki satu visi dan misi untuk membangun Papua lebih baik.
“Melalui momen ini juga Pemuda Papua yang menjadi satu ini ikut berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban yang akan mengarah kepada kondisi yang kondusif,” kata Kasdam di sela-sela kegiatan.
Tak hanya itu, lanjut Kasdam, pihaknya juga ingin pemuda dan pemudi di Papua yang kreatif untuk membangun Papua menuju kesejahteraan.
“Jadi kita ambil momen Sumpah Pemuda yang lewat sehari ini untuk berkumpul bersama karena ini kesempatan yang sangat bagus. Dan saya pikir ini kegiatan yang sangat luar biasa. Pak Danrem inisiasinya sangat bagus dan didukung juga oleh Kapolresta Jayapura, BIN, dan kawan-kawan dari institusi lain,” puji Kasdam.
“Ini adalah niat yang baik. Saya yakin ke depan kalau Pemuda Papua bersatu seperti ini Papua ini akan maju,” timpalnya.
Sementara itu, Danrem JO Sembiring mengaku silaturahmi PPS ini berawal dari kegiatan ringan yang kerap dilakukan pihaknya bersama berbagai elemen masyarakat.
“Kami sering silaturahmi, duduk sama-sama kemudian dari situ kami mencoba berkolaborasi dan berinovasi lahirlah wadah PPS ini,” akunya.
Jenderal TNI bintang satu ini mengibaratkan jika terjadi konflik, terkadang kerusakan infrastruktur itu lebih cepat dan mudah diperbaiki. Sementara jika yang rusak itu adalah nilai kesatuan dan persatuan yang dimiliki elemen pemuda, sambung dia, maka itu adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan.
“Makanya ini yang harus kita jaga. Kita tidak ingin komponen pemuda ini menjadi korban dalam konflik SARA atau lainnya, karena memperbaiki struktur yang namanya sosial psikologi itu paling sulit. Jadi kita blending (satukan) semua pemuda Papua dari suku dan agama yang beda hari ini. Kemudian kita juga membuat grup untuk berkomunikasi soal perkembangan isu-isu yang terjadi,” jelas Danrem.
Lebih jelas Danrem berharap pemuda yang tergabung dalam wadah PPS ini akan menjadi agen-agen gerakan plurarisme di Papua untuk menjaga kebhinekaan yang memperkuat bangsa dan negara.
“Rata-rata kan mereka lahir semua di Papua, ya lebih banyak mereka lahir di sini sehingga mereka bisa menepis gap-gap. Jangan sampai ada jarak yang selama ini dibilang ada kelompok nusantara , ada kelompok suku Papua, itu tiidak ada lagi. Kita mau semua bersatu dan mereka akan terlibat dalam kegiatan positif,” tandas Danrem.
Acara silaturahmi pemuda Papua terakbar ini, diisi dengan doa lintas agama dan pembacaan ikrar Pemuda Papua Satu.
Kemudian juga di buat games menarik, serta menyediakan kuliner khas daerah dari masing-masing paguyuban yang ada di Jayapura. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




