Resmikan Lapter Wusiarek, Bupati Nduga: Saya Bangga Karena Masyarakat Membangun Secara Swadaya
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 30 Mar 2022
- visibility 89
- comment 0 komentar

Penampakan Lapter Wusiorik di Distrik Wusi, Kabupaten Nduga/ist
Keneyam, Topikpapua.com, – Bupati Nduga, Wentius Imiangge meresmikan lapangan terbang (Lapter) Wusiarek yang berlokasi di Distrik Wusi, Kabupaten Nduga, Papua, Rabu 23 Maret 2022 lalu.
Dengan diresmikannya Lapter Wusiarik, secara langung telah mewujudkan impian masyarakat di 5 kampung dengan 15 gereja yang berada di wilayah administrasi Distrik Wusi, untuk memiliki lapter yang melayani pesawat berbadan kecil seperti Caheavan dan Pilatus sebagai moda transportasi udara setempat.
Dibantu Pemkab Nduga sebesar Rp700 juta. Yang menarik dari pembangunan lapter tersebut adalah proses pengerjaanya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat selama tujuh tahun lamanya.
Warga gotong royong menggunakan alat kerja ala kadarnya seperti sekop, linggis, gerobak dan alat kerja lainnya, membangun lapter itu dengan semangat yang tinggi.
Peresmian lapter diawali dengan ibadah syukur yang dihadiri para hamba Tuhan, kepala distrik, para tokoh, anggota DPRD Dapil Wusi serta warga dari 5 kampung dan 15 gereja.
Penyerahan aspirasi dan acara bakar batu mengorbankan 283 wam atau babi juga turut mewarnai peresmian lapter.
Masyarakat dengan penuh sukacita memakai baju adat untuk menyambut peresmian lapter kebanggaannya.
Bupati Nduga dalam kesempatan itu, mengapresiasi semangat juang masyarakat yang secara swadaya telah membangun lapter tersebut.
“Hari ini terbukti kita hadir untuk melakukan peresmian dan ibadah bersama, ini semua terjadi hanya kehendak Allah. Maka kita harus bersyukur kepada Allah, dan saya akui semangat masyarakat Distrik Wusi untuk bisa buat lapter ini,” kata bupati.
Dengan kehadiran lapter ini, maka sudah saatnya masyarakat mengucapkan selamat tinggal kepada ketertinggalan di semua bidang mulai dari pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
“Semua akan terjawab melalui lapter ini, karena di balik gunung ini hanya bisa di jangkau melalui jalur udara menggunakan pesawat kecil,” ujar bupati.
Sementara itu, Koordinator Gereja Wilayah Nduga, Eliaser Tabuni, mengaku peresmian lapter bisa terjadi hanya karena kemurahan Tuhan.
“Kita hari ini kumpul dan meresmikan lapter ini dan kita lakukan doa bersama. Semoga lapter ini dapat mempercepat aktivitas ekonomi masyarakat,” harap Eliaser Tabuni.
Ditambahkan ketua panitia pembangunan, proses pengerjaan lapter memakan waktu sekitar tujuh tahun dan menghabiskan dana sebesar Rp 1 miliar lebih. (Alleya)
- Penulis: topik papua




