Mayat OTK Ditemukan Terapung di Genangan Air Kompleks Padang Bulan
- account_circle topik papua
- calendar_month Ming, 9 Jan 2022
- visibility 212
- comment 0 komentar

Polisi saat mengevakuasi mayat tak dikenal yang ditemukan warga terapung di genangan air di Kompleks Padang Bulan/foto ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Mayat tanpa identitas atau orang tak dikenal (OTK) ditemukan warga dalam keadaan terapung di atas genangan air kawasan kompleks Konya, tepatnya di belakang Kampus USTJ Padang Bulan, Distrik Heram, Minggu (9/1/2022) sekira pukul 07.25 WIT.
Digegerkan dengan penemuan mayat tersebut, warga setempat lantas melaporkan kepada Tim Gabungan Posko Bencana Banjir dan Tanah Longsor Kompleks Organda Padang Bulan.
“Personel kami dengan dipimpin Panit Lantas Ipda Jarwadiyanto langsung mendatangi TKP dan bersama warga setempat melakukan evakuasi jenazah dari genangan air untuk diangkut ke mobil jenazah dan dibawa ke RS Bhayangkara Kotaraja,” kata Kapolresta Jayapura Kota Kombes Polisi Gustav R Urbinas melalui Kapolsek Abepura AKP Lintong Simanjuntak saat dikonfirmasi, Minggu sore.
Setelah dilakukan pemeriksaan di kantong pakaian korban, polisi tidak mendapatkan kartu identitas diri yang dimilikinya. Sementara warga setempat juga tidak dapat mengenali siapa korban tersebut.
“Jadi hingga kini jenazah belum diketahui identitasnya,” imbuh kapolsek.
Jenazah tak dikenali itu kini berada di RS Bhayangkara Kotaraja guna dilakukan identifikasi dan penyelidikan, serta penyidikan lebih lanjut.
“Jenazah diperkirakan telah meninggal lebih dari dua hari, karena tubuh korban sudah mulai membengkak dan mengeluarkan aroma kurang sedap,” bebernya.
Kapolsek pun menghimbau kepada warga sekitar Organda dan Padang Bulan agar dapat mengecek apakah korban merupakan keluarga yang hilang atau bukan, karena hal tersebut juga penting untuk pengungkapan kasus temu mayat tersebut.
“Untuk ciri-ciri korban sendiri saat ditemui, jenazah menggunakan baju kaos lengan panjang dengan celana jeans berukuran diatas lutut,” pungkas kapolsek. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




