Kasus Dugaan Keracunan MBG: Wamengadri Kunjungi SPPG Yayasan KIS Papua, Ini yang Ditemukan
- account_circle topik papua
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 108
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, – Jayapura – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk turun langsung ke Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, untuk memastikan penanganan dugaan keracunan massal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan cepat, tepat, dan menyeluruh. Dalam kunjungan kerja tersebut, Ribka mendampingi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI Trenggono, melakukan monitoring terhadap penanganan korban dugaan keracunan Program MBG di Distrik Depapre, Kamis (6/8/2026).
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat secara langsung seluruh proses penyelenggaraan program, mulai dari pengelolaan bahan baku, proses pengolahan makanan, penyimpanan, hingga distribusi kepada para penerima manfaat.
Dari hasil peninjauan, ditemukan sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian dan evaluasi, antara lain sanitasi tempat pencucian peralatan makan, pengendalian suhu makanan, penyimpanan bahan baku, sanitasi peralatan makan, penyimpanan makanan matang, hingga mekanisme distribusi makanan.
“Peninjauan ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk memastikan seluruh proses penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar keamanan pangan. Setiap temuan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tegas Ribka.
Ia menegaskan seluruh pengelolaan SPPG harus mengedepankan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan para penerima manfaat.
“Dari hasil peninjauan, masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki, mulai dari sanitasi, pengendalian suhu makanan, penyimpanan bahan baku, penyimpanan makanan matang, hingga proses distribusi. Semua ini harus segera dibenahi karena menyangkut kesehatan dan keselamatan para penerima manfaat,” katanya.
Menurut Ribka, peristiwa di Kabupaten Jayapura harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola penyelenggaraan Program MBG sehingga standar keamanan pangan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran bersama. Evaluasi tidak berhenti pada satu lokasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan kapasitas pengelola SPPG, serta memastikan standar keamanan pangan diterapkan secara disiplin di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ribka juga mengungkapkan bahwa Kemendagri tengah menyiapkan konsep tata kelola penyelenggaraan Program MBG khusus untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), terutama di Tanah Papua. Konsep tersebut akan memperkuat peran pemerintah daerah, meningkatkan pelibatan masyarakat lokal, memperkuat sistem pengawasan, serta menyesuaikan mekanisme pelaksanaan dengan kondisi geografis dan karakteristik masing-masing daerah.
Sebagai tindak lanjut, Kemendagri bersama Badan Gizi Nasional akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keamanan pangan, sanitasi, distribusi, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) di seluruh SPPG. Selain itu, sinergi dengan Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri akan terus diperkuat guna menyusun model tata kelola penyelenggaraan Program MBG untuk wilayah 3T yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
“Evaluasi yang dilakukan bukan hanya untuk menindaklanjuti kejadian di Kabupaten Jayapura, tetapi juga menjadi pijakan dalam menyempurnakan pelaksanaan Program MBG secara nasional sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dengan tetap mengedepankan aspek keamanan pangan,” pungkas Ribka.
Dalam kunjungan tersebut Wamendagri dan rombongan juga menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Jayapura, Kementerian Kesehatan, unsur TNI/Polri, serta instansi terkait guna memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan secara terpadu.
Rombongan juga mengunjungi posyandu Depapre dan RS Yowari guna memantau secara langsung kondisi para korban pelayanan tenaga medis. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua





Saat ini belum ada komentar