Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Satgas ODC Tembak Mati 3 Anggota KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue, Berikut Daftar Kejahatannya

Satgas ODC Tembak Mati 3 Anggota KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue, Berikut Daftar Kejahatannya

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
  • visibility 174
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Yahukimo, Topikpapua.com, – Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo dan Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satbrimobda Papua berhasil melumpuhkan tiga anggota KKB dalam operasi penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue pimpinan DPO Ronal Heluka di kawasan KM 4 Logpon, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 05.45 WIT.

Dalam pelaksanaan operasi, tim gabungan mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata sehingga petugas melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Berdasarkan hasil identifikasi, ketiga anggota KKB yang berhasil kami lumpuhkan adalah Roni Rubis, Kumis Passae, dan Orgenes Bayage. Merekayang merupakan bagian dari KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue,” ungkap Kasatgas Ops Damai Cartenz, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, Sabtu (18/07/2026).

Menurutnya, Operasi ini merupakan tindak lanjut dari hasil penyelidikan dan informasi intelijen mengenai keberadaan kelompok bersenjata yang dipimpin DPO Ronal Heluka di wilayah Logpon, KM 4, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

“Berdasarkan hasil pendalaman, kelompok tersebut diduga menggunakan sebuah rumah persinggahan di kawasan Logpon, KM 4, Distrik Dekai, sebagai lokasi aktivitas. Setelah seluruh informasi diverifikasi dan dianalisis, tim gabungan melaksanakan operasi untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan bersenjata yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat,” Jelas Irjen Faizal.

Menurutnya, sebelum operasi dilaksanakan, petugas telah melakukan penyelidikan intensif terhadap kelompok tersebut yang diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata di Papua sejak 2022. Sejumlah peristiwa yang diduga melibatkan kelompok tersebut antara lain:

Pembunuhan terhadap personel Kodim 1715/Yahukimo, Pratu Eka Yohan Kaize, pada 3 Desember 2022. Penembakan mobil patroli Satgas Operasi Damai Cartenz di KM 6 Dekai pada 26 Mei 2023. Pembakaran kendaraan dinas Satbinmas Polres Yahukimo pada 28 Januari 2025.

Penganiayaan berat terhadap Ujang Supriayatna pada 17 Juni 2025. Pembunuhan terhadap Indra Guru Wardana disertai pembakaran rumah di Kampung Ulakin, Kabupaten Asmat, pada 19 September 2025.

“Mereka juga terlibat Penganiayaan berat terhadap Suwono pada 12 Februari 2026, Pembunuhan tujuh penambang di Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada 19 Mei 2026 dan

Kontak tembak dengan personel TNI yang disertai pembakaran bangunan di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, pada 4 Juni 2026,” ungkap Irjen Faizal.

Lanjutnya, Rangkaian dugaan tindak pidana tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan dan pengembangan yang dilakukan petugas serta menjadi dasar pelaksanaan operasi penegakan hukum terhadap kelompok tersebut.

” Dapat kami sampaikan juga dalam operasi tersebut, Dari lokasi kejadian tim gabungan mengamankan sejumlah barang bukti, yakni tiga pucuk senjata api, 43 butir amunisi kaliber 5,56 mm, dua kapak, dua senjata tajam berupa pisau panjang, satu unit handy talky (HT) Icom, satu buah peredam senjata, tujuh unit telepon genggam berbagai merek, serta sejumlah barang bukti lainnya,” jelas Irjen Faizal.

“Seluruh barang bukti tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap jaringan kelompok bersenjata ini secara menyeluruh,” tambahnya.

Ketiga jenazah telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Dekai. Sementara itu, seluruh barang bukti telah diamankan di Satreskrim Polres Yahukimo untuk kepentingan penyidikan.

“Selain mengamankan barang bukti, petugas juga mengamankan empat orang berinisial OH, SM, MM, dan LM guna dimintai keterangan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami peran dan keterkaitan mereka dengan kelompok bersenjata yang menjadi sasaran operasi,” ungkap Faizal.

Ditambahkan Irjen Faizal, Selama pelaksanaan Operasi Damai Cartenz-2026 di wilayah Yahukimo, petugas juga telah mengamankan empat orang lain yang memiliki keterkaitan dengan KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue, yakni HH, KG, EH, dan AS,” Seluruhnya saat ini masih menjalani proses hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya

“Kami menegaskan bahwa penegakan hukum ini ditujukan kepada pelaku tindak pidana bersenjata yang mengancam keselamatan masyarakat dan petugas, bukan kepada masyarakat sipil. Seluruh tindakan dilaksanakan secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” lanjut Kasatgas.

Sementara itu, ditambahkan Kaops Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, Bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan di wilayah Yahukimo dan sekitarnya.

“Operasi ini dilaksanakan berdasarkan hasil penyelidikan dan informasi yang diperoleh petugas di lapangan. Seluruh tindakan dilakukan secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Barang bukti yang berhasil diamankan akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap jaringan kelompok bersenjata tersebut secara menyeluruh,” ujar Kaops.

Dirinya juga mengatakan bahwa hasil operasi tersebut akan terus dikembangkan untuk menelusuri jaringan kelompok bersenjata beserta sumber persenjataannya.

“Penyidik akan terus mendalami keterkaitan para pelaku, asal-usul persenjataan, serta jaringan yang diduga masih beroperasi. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta segera menyampaikan informasi kepada petugas apabila mengetahui hal-hal yang dapat membantu proses penegakan hukum,” kata Kombes Yusuf.

“Hingga saat ini, penyidik masih terus mengembangkan penyidikan, melakukan pemeriksaan balistik terhadap senjata api yang diamankan, serta mendalami seluruh barang bukti guna mengungkap jaringan kelompok kriminal bersenjata tersebut secara menyeluruh,” tutupnya. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less