Pengembangan Bandara Sentani, Gubernur Fakhiri Bertemu Pemilik Hak Ulayat
- account_circle topik papua
- calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
- visibility 862
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com – Gubernur Papua, Matius D Fakhiri mengaku berencana untuk mengembangkan bandara Sentani di Kabupaten Jayapura. Mengawali niat tulus tersebut Gubernur dan rombongan bertemu dengan sejumlah pemilik hak Ulayat tanah di Sentani, Sabtu (6/12/2025).
Sebelum bertemu dengan pemilik hak Ulayat tanah, Gubernur Fakhiri di dampingi Plt Kadis Perhubungan, Mathius H Wally Dan pihak bandara Sentani mengunjungi lokasi rencana perluasan kawasan bandara.
” Iya saya lihat inikan bandara Sentani saat ini sudah tidak representatif lagi dan perlu adanya perencanaan pengembangan kawasan bandara, khususnya untuk terminal penumpangnya” ungkap Gubernur Fakhiri.

Menurutnya, diperlukan perencanaan yang matang dan koordinasi dengan pihak pengelola bandara serta kementrian perhubungan dan juga dengan masyarakat pemilik tanah, agar rencana pengembangan kawasan bandara ini bisa berjalan dengan baik dan lancar.
” Tadi kami sudah lihat bersama sama kawasan yang akan dikembangkan dan saya sudah komunikasikan juga niat ini dengan kementrian perhubungan dan direspon dengan baik, sekarang kami tinggal menyusun planing yang baik termasuk berbicara dengan masyarakat pemilik hak Ulayat,” jelas Fakhiri.
Menurutnya, rencana pengembangan kawasan bandara Sentani ini bukan hanya bertujuan untuk memberikan rasa nyaman bagi penumpang yang hendak pergi maupun datang saja, tapi juga akan dibuat suatu tempat transit dimana masyarakat bisa berjualan dan muaranya adalah peningkatan perekonomian masyarakat tapi juga menghasilkan PAD bagi kabupaten Jayapura.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Mathius Hartono Wally, menjelaskan bahwa visi Gubernur Papua adalah mengembangkan Bandara Sentani agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, lokasi bandara yang ada saat ini sudah tidak lagi representatif dan tidak mampu menampung kapasitas penumpang yang semakin meningkat. Apalagi upaya-upaya yang telah dilakukan sebelumnya dinilai tidak cukup memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan daerah.
“Untuk itu, kami mencari alternatif, salah satunya adalah memindahkan bandara ke sisi seberang danau. Namun, mengingat kondisi keuangan negara, kami mencari solusi dengan mengoptimalisasi aset yang ada saat ini,” ujar Mathius Wally.

Menurutnya saat berkunjung ke kementrian Perhubungan, Saran dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang diterima oleh Gubernur Papua adalah untuk mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada, terutama landasan pacu yang sudah cukup memadai.
“Namun, kapasitas untuk mendukung fasilitas pendukung lainnya, seperti terminal penumpang, masih perlu pengembangan lebih lanjut. Oleh karena itu, saat ini Gubernur Papua sedang fokus pada perencanaan detail engineering untuk memperluas terminal penumpang dan sarana pendukung lainnya,” ujar Wally.
” Tadi kita sudah lihat lokasi yang akan dikembangkan dan bersama pak Gubernur juga kita sudah bertemu dengan beberapa pemilih hak Ulayat tanah. Hasil pertemuan dengan tokoh-tokoh adat, menunjukkan adanya perubahan pemahaman yang positif setelah Gubernur memberikan penjelasan terkait manfaat pembangunan ini. Meski sebelumnya masyarakat cenderung khawatir akan dampak negatifnya, kini mereka lebih memahami tujuan dan manfaat jangka panjang dari rencana ini” tutup Wally. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua





Saat ini belum ada komentar