Gelar Sidak ke RSUD Abepura, Gubernur Fakhiri: Akan Fokus pada Kesehatan Ibu dan Anak!
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 7 Nov 2025
- visibility 409
- comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – , Menata kelola Rumah Sakit Daerah yang lebih Profesional dan berpihak pada masyarakat, Gubernur Papua, Mathius Fakhiri melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke RSUD Abepura yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan regional di wilayah Tabi di jalan Kesehatan, Yobe, Abepura, Jumat (7/11/2025).
Rumah sakit Abepura memiliki status sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Tipe B.
“Sidak hari ini sebagai bagian dari upaya membenahi sektor kesehatan di Papua. Kunjungan ini berfokus pada evaluasi total pelayanan publik, tata kelola manajemen rumah sakit, dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan,” kata Fakhiri usai meninjau hampir seluruh ruangan pelayanan RSUD Abepura.

Gubernur Fakhiri menyatakan pelayanan kesehatan, khususnya di RSUD Abepura, harus menjadi yang utama dan tidak boleh menolak pasien yang membutuhkan pertolongan. Ia juga menekankan agar pasien dilayani terlebih dahulu, baru kemudian mengurus administrasinya, untuk mengubah prosedur yang berbelit-belit selama ini.
Dirinya juga mengatakan bahwa RSUD Abepura nantinya akan dijadikan Rumah Sakit Khusus bagi Ibu dan Anak,” RSUD Abepura direncanakan akan dipersiapkan juga sebagai rumah sakit yang fokus pada pelayanan Ibu dan Anak, sebagai bagian dari perhatian terhadap kesehatan sejak dini. Hal ini sejalan dengan fokus kepemimpinan kami yaitu pada peningkatan SDM yang berawal dari kesehatan,” ujar Fakhiri.

Gubernur Fakhiri mengakui adanya bisik-bisik dan keluhan terkait pelayanan yang belum maksimal serta tata kelola manajemen yang masih dinilai “bobrok” di rumah sakit pemerintah, “Saya akan melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk evaluasi direktur dan seluruh jajaran manajemen di bawahnya,” sambungnya.
Disamping itu, sebagai rumah sakit yang berada di tengah kompleks rumah warga, Gubernur Fakhiri juga menyampaikan masalah sanitasi menjadi perhatian penting untuk mencegah dampak limbah yang keluar dari rumah sakit.
Untuk melaksanakan reformasi ini, Gubernur telah meminta Kepala Dinas Kesehatan, dr. Arry Pongtiku yang turut mendampingi untuk mengumpulkan semua masukan dari masyarakat, tenaga medis, dokter, perawat, dan bidan. Data tersebut akan digunakan untuk memperbaiki manajerial rumah sakit.
“Saya memberikan waktu satu sampai dua hari untuk melakukan evaluasi total dan siap mengambil langkah tegas, termasuk mengganti pimpinan dan seluruh manajemen jika penilaian menunjukkan kinerja yang kurang baik,” tegasnya.

“Saya tidak berbicara masalah yang lalu-lalu, tetapi saya melihat lima bulan kebelakang. Tetapi ketika saya datang ke sini berarti semua harus sudah memutuskan persoalan kemarin. Tidak ada kubu-kubu. Pelayanan publik ini utama. Kesalahan Ibu Direktur dan manajemen itu tanggung jawab Gubernur. Anggaplah Gubernur yang salah,” tukasnya.
Sekadar informasi, kunjungan mendadak ini merupakan implementasi nyata dari komitmen politik Gubernur Fakhiri untuk menjadikan sektor kesehatan sebagai prioritas utama pembangunan di Papua. Selain RSUD Abepura, Gubernur juga akan meninjau Rumah Sakit Jiwa Abepura karena dinilai memiliki masalah serupa dalam pengelolaannya.
Sebelumnya Gubernur Fakhiri telah melakukan Sidak ke RSUD Dok II Jayapura dan langsung mengambil tindakan tegas mencopot Plt Direktur Rumah sakit berplat merah tersebut. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


