Keren! Anak Papua Jadi Pembicara Dalam Simposium Internasional PPI di Negara Turki
- account_circle topik papua
- calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
- visibility 547
- comment 0 komentar
- print Cetak

Turki, Topikpapua.com,- Steve Mara, anak asliPapua menjadi salah satu narasumber dalam Simposium Internasional XVII Perhimpunan Pelajar Dunia (SI PPI Dunia) di Kota Bursa Turki, 11 September 2025.
Steve yang saat ini sedang mengenyam pendidikan S3 di Inggris dipercaya membawakan materi narasumber dalam talkshow 5 dengan tema “Masa depan Indonesia, Diplomasi Budaya, Kepemimpinan Global, dan Perdamaian Dunia”
Penulis buku We All Want To Live in Peace tersebut membagikan materinya yang berkaitan langsung dengan ancaman terkini yang hadir ditengah perubahan geopolitik global dan perencanaan antisipasi dini yang harus disiapkan pemerintah dan masyarakat.
Steve Mara mengingatkan Pelajar Indonesia Dunia bahwa peran penting pelajar dalam memperkuat ciri pertahanan semesta Indonesia sangat penting dalam menjaga keamanan nasional Indonesia.
“Pemuda harus mengetahui peran dan fungsi dalam menjaga kedaulatan Indonesia, Bahwa kita adalah bagian dari agen pertahanan yang harus menjalani kehidupan dengan tetap mengutamakan persatuan Indonesia, “ungkap Steve.
Steve juga menjelaskan bahwa ditengah perubahan geopolitik global, ada ancaman yang bisa datang kapan saja seperti konflik Horizontal yaitu konflik yang terjadi antara masyarakat seperti konflik agama dan etnis, atau perbedaan kepentingan politik.
Dirinya memberi contoh Konflik Vertikal yang terjadi antara masyarakat dan pemerintah, seperti yang baru saja terjadi di Indonesia melalui gelombang aksi protes dari masyarakat kepada pejabat negara serta konflik bersenjata internasional yang memiliki potensi untuk terjadi seperti yang saat ini sedang terjadi dibeberapa negara.
“Setiap konflik yang terjadi tentunya akan menjadi ancaman terhadap Indonesia sehingga optimalisasi peran pelajar Indonesia didalam negeri, maupun di luar negeri sangat penting, terutama dalam penyebaran informasi dan konten sebagai akselerator yang dapat mentrigrer masyarakat secara umum untuk ikut menjaga perdamaian,” jelasnya.
Dirinya juga berpesan bagi pelajar di Indonesia untuk mengantisipasi perang kognisi yang sedang terjadi saat ini, di mana perang tersebut dapat mempengaruhi cara berpikir anak muda untuk melemahkan kedudukan Pancasila sebagai Falsafah hidup rakyat Indonesia. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua





Saat ini belum ada komentar