Kontak Tembak di Intan Jaya, Dua Anak Jadi Korban
- account_circle topik papua
- calendar_month Senin, 8 Apr 2024
- visibility 245
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, – Dua warga sipil yang masih berstatus pelajar menjadi korban kontak tembak aparat keamanan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Intan Jaya, Senin (8/4/2024).
Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri mengaku akibat kontak tembak tersebut, seorang anak meninggal dunia dan seorang lainnya terluka.
” Memang benar ada kontak tembak antara Satgas Damai Cartenz dengan kelompok Undius Kogoya di Intan Jaya dan dalam kontak tembak tersebut ada korban dua warga sipil yaitu anak-anak,” ungkap Irjen Fakhiri, Senin (8/4/2024) malam.
Dirinya mengaku sangat prihatin dengan kejadian teraebut dan akan memerintahkan Kapolres untuk mendalami mengapa anak-anak bisa berada di dalam arena kontak tembak.
” Saya tentunya prihatin dan akan segera mendalami kasus ini, termasuk mencari penyebab mengapa bisa ada anak-anak berada di arena kontak tembak. Saya tidak bilang kalau anak-anak tersebut adalah bagian dari mereka (KKB) namun ini kan bukan kali pertama ada warga sipil yang menjadi korban saat kontak tembak antara aparat dengan KKB,” beber Kapolda.
Kapolda juga mengatakan akan mengevaluasi tindakan personilnya dilapangan terkait melakukan kontak tembak di tempat yang ada warga sipilnya.
” Tentunya akan kami evaluasi dan kedepan akan kami sampaikan agar lebih berhati-hati saat kontak tembak di tempat yang ada warga sipilnya, sehingga jangan lagi ada korban dari warga sipil,” tegasnya.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024 Akbp Bayu Suseno menjelaskan bila kontak tembak tersebut terjadi setelah adanya penyerangan terhadap pos keamanan di Intan Jaya oleh Kelompok yang diduga KKB wilayah Intan Jaya pimpinan Undius Kogoya.
” kejadian tersebut berawal dari upaya pihak KKB membebaskan Bui Wonda alias Bossman Wenda yang sebelumnya berhasil diamankan oleh Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz terkait senjata dan amunisi,” ungkap Akbp Bayu.
Dirinya pun mengungkapkan dua korban anak-anak yang menjadi korban adalah Nando Duwitau, berusia 12 tahun yang dinyatakan meninggal dunia, serta Nopina Duwitau, 6 tahun, yang mengalami luka tembak di tangan sebelah kiri.
“Korban Nando Duwitau telah dibawa oleh keluarganya ke Gereja Agape Kampung Wandoga untuk disemayamkan, sementara korban Nopina Duwitau masih berada di Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” jelas Bayu. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua





Saat ini belum ada komentar