TNI Tegaskan Tidak Pernah Gunakan Warga Sipil di Papua Sebagai ‘Spion’
- account_circle topik papua
- calendar_month Sen, 4 Sep 2023
- visibility 110
- comment 0 komentar

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Pangdam XVII /Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menggunakan masyarakat sipil sebagai intel atau mata mata (spion).
“TNI maupun Kodam XVII/Cenderawasih tidak pernah menggunakan masyarakat asli orang Papua (OAP) atau bahkan masyarakat sipil sebagai mata mata. Ini saya tegaskan guna menepis isue yang beredar di masyarakat, ” tegasnya, Sabtu (2/9/2023).
Pangdam juga menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan Michelle Kurisi Ndoga yang tewas dibunuh oleh kelompok KKB Papua dalam bidang intelijen TNI.
“Almarhumah Michelle Kurisi Ndoga murni masyarakat sipil yang ingin membantu para pengungsi di Nduga. Namun niat yang baik itu harus dibayar mahal, dengan tewasnya Michelle Kurisi Ndoga dibunuh oleh kelompok KKB Papua secara sadis, “ucapnya.
Michelle Kurisi Ndoga adalah cucu Kepala suku Silo dan juga aktivis perempuan yang peduli akan kedamaian di tanah Papua.
Terkait rilis Perkumpulan Pengacara Hak Asasi Manusia Untuk Papua meminta agar pengungkapan kasus terbunuhnya almarhumah Michelle Kurisi secara lndependent, maka Pemerintah Republik Indonesia melalui KOMNAS HAM RI perlu membentuk Tim lndependen quna pengungkapan kasus pembunuhan dan menghindari klaim mengklaim yang tidak bertanggunq jawab baik di kalanhan TPN PB maupun TNI Polri.
Menanggapi hal tersebut, secara tegas Pangdam mempersilahkan untuk dilakukannya pengungkapan oleh tim independen.
“Bila dibutuhkan dan diminta maka kami Kodam XVII/Cenderawasih siap untuk membantu,”akunya.
Dibeberkan Pangdam bahwa sepanjang tahun 2022 hingga 2023 sudah sangat banyak masyarakat sipil antara lain supir, tukang ojek, pedagang, guru, tenaga kesehatan, pekerja bangunan, yang dibunuh secara kejam oleh KKB yang kemudian dibilang sebagai intel. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




