Bank Indonesia Lakukan Sinergi Ketahanan Pangan Lewat Peningkatan Produktivitas Pertanian di Papua
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 25 Jul 2023
- visibility 243
- comment 0 komentar

Bank Indonesia dalam kegiatan GNPIP/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Sinergi mewujudkan stabilitas harga dan ketahanan pangan di Provinsi Papua terus digaungkan. Bank Indonesia Papua bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua, TPID Kabupaten Keerom, TPID Kota Jayapura dan TPID Kabupaten Jayapura menyatukan semangat, serta komitmen pengendalian inflasi dalam kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Provinsi Papua Tahun 2023 pada Senin (24/7/2023)di Desa Arsopura, Arso 4, Kabupaten Keerom.
Inovasi dalam meningkatkan produktivitas komoditas pangan dilakukan melalui implementasi best practice digital farming pada Kelompok Tani (Poktan) Arpat Jaya Keerom.
Penggunaan perangkat sensor cuaca membantu petani dalam menentukan jadwal penyiraman dan pemupukan yang efektif. Selain itu pemanfaatan sensor tanah dapat meningkatkan efisiensi volume penggunaan pupuk karena menyesuaikan kondisi unsur tanah secara realtime.
Adanya peningkatan efektivitas dan efisiensi ini dapat tentunya membantu petani agar dapat lebih fokus dalam peningkatan kapasitas produksi.
Dalam acara ini, Bank Indonesia Papua juga menyerahkan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), sarana produksi pertanian (saprotan) dan sarana produksi perikanan kepada kelompok tani, koperasi petani, dan kelompok nelayan yang berasal dari Kabupaten Keerom, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura hingga Kabupaten Merauke.
Dorongan Upaya untuk memastikan ketersediaan pasokan juga diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman perdagangan komoditas bawang merah antara Koperasi Serba Usaha (KSU) Bina Mulia Bersama – Keerom dengan CV Saga Supermarket.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Juli Budi Winantya menyampaikan apresiasi atas kinerja program pengendalian inflasi di Provinsi Papua yang telah berjalan dengan baik. Hal ini tercermin dari tingkat inflasi tahunan Provinsi Papua (dalam hal ini Kota Jayapura) pada Juni 2023 sebesar 2,87%, lebih rendah dari tingkat inflasi nasional sebesar 3,52%.
Pasokan bahan pangan yang sebagian besar masih harus didatangkan dari luar wilayah Papua menjadi salah satu faktor yang turut memberikan tekanan pada harga pangan. Namun demikian, pasokan dan distribusi komoditas yang masih terbatas di tengah permintaan yang meningkat perlu tetap diwaspadai sebagai potensi sumber tekanan pada harga pangan.
“Kegiatan GNPIP Provinsi Papua pada hari ini merupakan bentuk komitmen kita untuk terus melanjutkan semangat pengendalian inflasi. Upaya-upaya yang telah dan akan dilakukan oleh kita bersama melalui GNPIP di Papua diharapkan dapat terus memberikan dampak yang positif bagi masyarakat di Provinsi Papua, terutama terhadap pertumbuhan ekonomi dan menekanupaya mengendalikan laju inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Juli.
Sejalan dengan hal tersebut, Plh. Gubernur Papua yang diwakili oleh Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Y. Derek Hegemur turut menyampaikan komitmen dan dukungannya terhadap seluruh sinergi program pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan yang dilaksanakan Pemerintah Daerah bersama Bank Indonesia.
Derek juga mengapresiasi seluruh OPD, kelompok-kelompok masyarakat, serta pihak lainnya yang terlibat langsung dalam berbagai upaya pengendalian inflasi yang telah dilakukan.
Pelaksanaan GNPIP Provinsi Papua Tahun 2023 ditutup dengan penanaman bawang merah bersama oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Pj. Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Asisten II Setda Kabupaten Keerom dan stakeholder lainnya sebagai bentuk sinergi pengendalian inflasi, serta dukungan terhadap kedaulatan pangan di Provinsi Papua. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




