4 Prajurit TNI Berhasil Dievakuasi ke Timika, 4 Lainnya Masih Hilang
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 18 Apr 2023
- visibility 175
- comment 0 komentar

Wawancara Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono didampingi, Kasad, Jendral TNI Dudung Abdurrahman, Pangkogabwilhan III, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, Danjen Kopasus, dan Pangdam XVII/Cendrawasih (Ricky Lodarmasse).
Timika, Topikpapua.com – Sebanyak 4 prajurit TNI alami luka-luka berhasil dievakuasi ke Timika menggunakan helikopter. Proses evakuasi tersebut disaksikan langsung oleh Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono beserta rombongan.
Sementara itu sebanyak 1 prajurit TNI yang gugur dalam kontak tembak tanggal 15 April lalu atas nama Pratu Miftahul Arifin hingga saat ini belum dievakuasi karena kondisi cuaca, medan yang berat dan mendapat gangguan dari kelompok bersenjata disana.
Sementara itu sebanyak 4 prajurit juga belum diketahui keberadaannya pasca kontak tembak dengan kelompok bersenjata dan kini masih dalam pencarian, sementara sisanya sudah kembali ke pos dalam siaga tempur.
“Dari 36 personil yang terlibat kontak tembak itu ada satu yang meninggal yaitu Pratu Miftahul Arifin, namun saat dilaksanakan evakuasi terjadi penyerangan oleh KST sehingga pasukan kita disamping konsentrasi mengamankan juga mempertahankan diri sehingga dari 36 personil itu ada 1 yang meninggal dan ada 4 orang yang kena luka tembak dan sudah dievakuasi ke RSUD dan yang masih belum terkonfirmasi sampai saat ini ada 4 personil yang sampai saat ini kita masih mencari,” kata Yudo Margono dalam keterangan pers di Mako Lanud Yohanis Kapiyau Timika, dijalan Ahmad Yani, Mimika, Papua Tengah, Selasa (18/4/2023).
Dalam kunjungannya ke Timika orang nomor 1 di jajaran TNI itu ingin mendengar dan melihat langsung kondisi yang terjadi di Papua dan mengambil langkah pola pengendalian operasi pengamanan daerah rawan dalam mengatasi kelompok bersenjata yang dalam beberapa pekan terakhir ini intens melakukan aksi teror.
Ia mengakui akan tetap melaksanakan operasi penegakkan hukum dengan soft oprouch, namun dengan tingkat kerawanan tinggi membuat pihak TNI akan meningkat penanganannya menjadi operasi siaga tempur.
“Selama ini kita operasi teritorial, komsos itu tetap kita laksanakan, tapi ketika menghadapi seperti ini maka harus dilaksanakan siaga tempur,” ungkap Yudo.
Sebelumnya pada Sabtu (14/4/2023) KKB dikabarkan menyerang prajurit TNI yang sedang melakukan misi penyelamatan terhadap pilot Susi Air di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga Papua.
Akibat penyerangan tersebut dilaporkan sebanyak 6 anggota TNI meninggal dunia, 9 orang disandera dan 21 lainnya belum diketahui nasibnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




