Kisah Gusti Tanati, Fotografer Papua yang Berbisnis Kopi
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 14 Apr 2023
- visibility 132
- comment 0 komentar

Ilustrasi biji kopi/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Agus Z Tanati (41)alias Gusti anak Papua yang berprofesi sebagai fofografer kini mulai berbisnis kopi.
Gusti mengatakan, semua berawal dari memotret para petani kopi di Kampung Walakma, Distrik Bpiri, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan pada 2020.
Saat itu, dia terlibat dalam program “Green Economy” atau ekonomi hijau di Papua sejak 2021 menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
“Karena saya sering memotret, saya kenal banyak petani kopi di Wamena dan semakin bersemangat untuk mulai berbisnis kopi Papua karena peluang mendapatka biji kopi mentah (green beans) sangat terbuka lebar,” katanya, Kamis (13/4/2023).
Lanjutnya, peluang untuk memulai bisnis kopi pun datang saat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memesan 100 bungkus kopi yang akan disediakan kepada para tamu saat meninjau progres pembangunan arena pertandingan PON XX di Papua.
Saat itu Gusti dikontrak oleh Kementerian PUPR untuk memotret pembangunan venue PON XX Papua. Ia lantas mulai berkomunikasi dengan para petani kopi di Wamena agar menyiapkan biji kopi mentah untuk dikirim ke Kota Jayapura, dan disiapkan dalam bentuk kemasan kepada para tamu PON XX.
“Jadi sejak sejak saat itu, saya secara terus menerus mulai rutin memesan biji kopi mentah dari para petani di Wamena untuk diolah dan dijual di Jayapura, Manokwari, hingga ke Jakarta dan Medan,” akunya.
Gusti mengaku memilih usaha kopi green beans karena hampir semua pelaku usaha di Kota Jayapura tidak ada yang memilih usaha biji kopi mentah. Sejak Maret 2023, Gusti sudah tiga kali pengiriman biji kopi mentah dari Wamena ke Jayapura sebanyak 300 kilogram dengan harga per kilogram Rp75 ribu.
“Setelah biji kopi diroasting lalu saya jual dengan harga Rp135 ribu per kilogram, jadi kalau dihitung sebanyak 200 kilogram yang terjual keuntungan saya bisa mencapai Rp2 juta,” sebut Gusti.
Dengan berbisnis biji kopi mentah, Gusti yakin petani kopi di Wamena juga merasa terbantu dalam pemenuhan kebutuhan keluarga mereka.
Gusti menjelaskan, usaha kemasan kopi mentah ini diberi nama Black Orchid’ atau Anggrek Hitam. Nama itu terinspirasi dari jati diri orang Papua.
Setiap kemasan kopi bubuk bervariasi mulai dari 250 gram, 500 gram hingga 1 kilogram. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




