Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » KKB Diduga Sandera 15 Pekerja dan Pilot Susi Air di Nduga

KKB Diduga Sandera 15 Pekerja dan Pilot Susi Air di Nduga

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Selasa, 7 Feb 2023
  • visibility 132
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Nduga, Topikpapua.com, – Pasca-berita dibakarnya pesawat Susi Air PK-BVY oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Selasa (7/2/2023) pagi di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Isu penyanderaan 15 orang pekerja proyek bangunan puskesmas menguat.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo mengakui sudah mendapat laporan tersebut, namun hingga kini pihaknya masih mendalami kebenaran informasi tersebut.

“Memang ada informasi yang kami terima bahwa ada 15 orang yang bekerja membangun Kantor Puskesmas di Distrik Paro, mendapat ancaman dari kelompok Egianus Kogoya. Nah informasi itu masih kami selidiki,” ungkap Kombes Benny, Selasa (7/2/2023) malam.

Menurut Benny informasi yang diterima dari masyarakat, kejadian ini terjadi pada hari Sabtu, 4/2/2023 saat itu Bupati mendapat laporan dari masyarakat terkait kasus 15 pekerja puskesmas tersebut.

“Nah kemudian informasi itu sampai ke Bupati Nduga yang kemudian di tindak lanjuti dengan melaporkannya kepada Kapolres Nduga. Ancaman yang diterima para pekerja ini lantaran mereka di curigai sebagai agen intelejen, lantaran saat diperiksa diantara mereka tidak memiliki kartu identitas diri,” jelas Benny.

Benny menegaskan informasi yang diterima sejauh ini ke lima belas pekerja dan pilot telah dibawa KKB keluar dari distrik Paro.

“Informasi yang di dapat 15 orang dan pilot itu sudah keluar dari Paro menuju Mapenduma. Namun informasi ini akan kita dalami lagi,”jelasnya.

Kombes Benny memastikan kedua kasus ini akan mendapat perhatian khusus dari kepolisian Papua,“ Pastinya kepolisian akan melakukan respon atas peristiwa terbakarnya pesawat di Lapangan Terbang Paro maupun 15 orang yang mendapat ancaman dari KKB tersebut. Respon yang kita lakukan merupakan bagian dari hadirnya negara untuk melindungi masyarakat,” tegasnya. (Redaksi Topik)

 

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less