Danrem JO Geram atas Aksi Pembakaran SMKN 1 Oksibil yang Dilakukan KST
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 10 Jan 2023
- visibility 120
- comment 0 komentar

Gedung SMKN 1 Oksibil yang dibakar KST/istimewa
Oksibil, Topikpapua.com, – Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring mengutuk aksi pembakaran SMKN 1 Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang yang dilakukan Kelompok Separatis Teroris (KST), Senin (9/1/2023).
“Pembakaran SMK di Oksibil yang dilakukan oleh KST merupakan pekerjaan teroris untuk membuat lost generation, menghambat generasi muda Papua untuk maju. Bagaimana generasi muda Papua bisa maju dan cerdas bila tempat mereka menimba ilmu dibakar oleh pihak yang tidak suka melihat pemuda ikut membangun Papua,” katanya, Selasa (10/1/2023).
Danrem menegaskan, seharusnya anak-anak muda Papua sebagai generasi penerus bangsa mendapatkan pendidikan yang layak dan kesempatan yang sama. Karena Papua bisa maju dan lebih baik lagi atas peran aktif dan partisipasi dari para generasi penerusnya kelak.
“Untuk itu, saya menghimbau kepada para tokoh adat dan tokoh agama dapat berperan aktif dan menyerukan kepada pihak KST yang merusak dan membakar fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya untuk segera menghentikan aksinya. Ini tidak ada gunanya, hal ini nantinya malah membuat pembangunan terhambat di Tanah Papua,” tegasnya.
Selain membakar sekolah, KST juga merusak travo listrik dan melakukan pemalangan jalan dengan meletakan bebatuan di jalan masuk sekolahan.
Danrem menyebut aksi ini diduga dilakukan oleh KST kelompok Nason Mimin.
“Saat ini aparat TNI-Polri sudah berada di lokasi dan berupaya untuk menutup jalur-jalur utama mereka,” bebernya.
Dengan adanya aksi KST ini, Danrem melihat bahwa kelompok pengacau keamanan tersebut terus mencoba mengganggu aparat dan memancing agar aparat masuk dalam cara yang mereka gunakan.
“Mereka terus memancing kita untuk masuk ke mereka. Namun saya sudah memberikan arahan kepada pasukan untuk mengambil langkah-langkah taktis yang diperlukan untuk mereduksi aksi mereka. Dan saya memerintahkan untuk tetap siaga,” ujarnya.
Saat ini kondisi Distrik Oksibil pasca terjadinya beberapa aksi seperti kontak tembak antara aparat keamanan TNI-Polri dengan pihak KST, pembakaran SMKN 1 Oksibil dan penembakan pesawat, berdampak pada lumpuhnya perekonomian dan fasilitas umum seperti bank, rumah sakit, bandara dan kios-kios milik masyarakat terpaksa ditutup sementata waktu.
“Karena merasa terancam dengan rentetan kejadian tersebut, maka masyarakat lebih memilih mengamankan diri sementara di tempat yang terdapat aparat keamanan seperti Makoramil 1715-01/Oksibil dan Masjid An-Nur Oksibil,” tandas Danrem.
Diberitakan sebelumnya KST kembali berulah dengan membakar SMKN 1 Oksibil Senin kemarin sekitar pukul 10.30 WIT. Akibat dari pembakaran tersebut menyebabkan satu ruang guru dan satu ruang kelas terbakar, namun tidak terdapat korban jiwa karena pada saat kejadian tidak ada kegiatan proses belajar mengajar.
Berselang beberapa waktu kemudian KST melakukan aksi penembakan terhadap pesawat Ikairos PK-HVV yang akan mendarat. Saat itu pesawat Ikairos PK-HVV jenis Cargo akan landing di Bandara Oksibil dan mendapat gangguan tembakan sebanyak 2 kali.
Mendapat serangan akhirnya pilot memutuskan untuk RTB (Road to Base) ke Bandara Tanah Merah. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




