Kapolresta : Demo Tolak G-20 Berujung Ricuh Disusupi KNPB
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 17 Nov 2022
- visibility 57
- comment 0 komentar

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Victor Mackbon/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Kapolresta Jayapura Kota Kombes Polisi Victor Mackbon membeberkan fakta terbaru dari aksi unjuk rasa berujung ricuh dan anarkis di Kampus Uncen bawah, Rabu (16/11/2022).
Diungkapkan Victor, rupanya aksi tersebut disusupi kelompok berseberangan NKRI yakni Komite Nasional Papua Barat (KNPB).
“Jadi setelah kami selidiki dan dalami ternyata dalam aksi kemarin tidak semuanya murni mahasiswa, tapi ada aliansi-aliansi lainnya yairu KNPB yang menyusup,” ungkapnya saat memberikan keterangan pers di Mapolresta Jayapura Kota, Kamis (17/11/2022) siang.
Menurut Victor, salah satu alasan mengapa pihaknya keukeh tidak memberikan izin pelaksanaan demontrasi selama ini, lantaran kekuatiran Polisi terhadap penyusupan KNPB di dalam barisan pendemo.
“Kami akan lebih ketat dan selektif lagi. Ya, memang penyampaian aspirasi tidak dilarang asal mematuhi aturan dan menghormati ketentuan yang ada, tapi yang kita kuatir itu ada pihak yang menunggangi atau menyusup seperti KNPB ini,” tegasnya.
Alumnus Akpol 2000 ini berharap mahasiswa di seluruh perguruan tinggi yang ada di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota, agar tidak mudah terprovokasi dengan ajakan aksi-aksi terlarang yang dapat merugikan diri sendiri dan khalayak ramai.
“Lakukan kegiatan-kegiatan positif saja. Karena yang kami amati selama ini, bahwa poin-poin yang disampaikan pada aksi unjuk rasa hanya itu-itu saja. Ini kan kesannya seperti aksi pesanan dan ada tujuan dari pada provokator,” umbar Victor.
Belajar dari pengalaman beberapa aksi unjuk rasa yang ada, pihak Kepolisian juga selalu membangun komunikasi secara humanis.
“Tapi kemarin karena disusupi, silahkan koordinator-koordinator lapangan bertanggungjawab terkait perbuatan tersebut,” ancam Victor.
Lebih jelas diungkapkan Victor, petugas keamanan melakukan tindakan tegas tentunya untuk kepentingan umum.
“Tugas adik-adik mahasiswa hanya belajar, bukan terus melakukan unjuk rasa. Harusnya bisa lebih bijak sebagai seorang mahasiswa yang intelek,” tegasnya.
“Untuk tujuh orang yang diamankan dari aksi kemarin, masih dilakukan pemeriksaan lebih intensif oleh penyidik. Nanti setelah gelar perkara akan kami update kembali,” imbuhnya.
Ke depannya aksi unjuk rasa harus berdasarkan ketentuan yang berlaku. Menurut Victor, Kepolisian dan juga aparat Pemerintah pada prinsipinya tidak pernah membatasi ruang untuk demokrasi, bahkan siap memfasilitasi penyampaian aspirasi selama tidak mengganggu ketertiban umum.
“Tetapi kemarin kita harus egas karena sudah mengganggu keteriban umum,” tukasnya.
Sebelumnya diberitakan aksi unjuk rasa ilegal (tak berizin) oleh sekelompok massa mengatasnamakan mahasiwa tolak pelaksanaan KTT G-20 yang tengah berlangsung di Bali, difokuskan di tiga titik yakni Uncen Bawah, depan Fakultas Kedokteran dan Uncen Atas, berakhir ricuh, Rabu (16/11/2022).
Dalam aksi tersebut, dikabarkan 3 anggota Polisi terluka. Sementara 7 orang pendemo langsung diamankan aparat.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Mackbon membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan, awalnya aksi demontrasi ini berjalan dengan baik, namun massa terprovokasi melawan dengan cara menerobos garis petugas tepatnya di kawasan Uncen Bawah. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


