Kadin Papua Siap Berperan Genjot Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan di Tiga DOB
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 14 Okt 2022
- visibility 98
- comment 0 komentar

Ketua Kadin Papua Ronald Antonio/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua, Ronald Antonio menegaskan bahwa Kadin tidak berpolitik, namun organisasi yang menaungi para pengusaha itu akan memainkan perannya sebagai ekonom yang fokus pada peningkatan ekonomi kerakyatan di Daerah Otonomi Baru (DOB) yang baru saja dibentuk di Papua, yaitu Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Pegunungan.
Hal ini disampaikan Ronald usai FGD atau diskusi bersama yang membahas dampak ekonomi terhadap DOB di Jayapura, Jumat (14/10/2022).
“Jadi dari FGD yang berlangsung sejak siang hingga sore tadi, kalangan yang hadir mulai dari pemerintahan, akademisi hingga politikus menjelaskan secara gamblang soal terbentuknya 3 DOB di Papua. Ya, banyak masukan penting yang diperoleh,” katanya.
Lantas dengan terbentuknya tiga DOB tersebut, lanjut Ronald, ekonomi tumbuh pusat, di mana banyak orang-orang Papua yang akan menjadi pengusaha hingga peningkatan ekonomi bagi orang asli Papua (OAP).
“Kami berusaha menumbukan pelaku usaha dalam hal ini pengusaha-pengusaha yang bukan lagi berpikir kuliah dan setelah itu menjadi PNS saja. Tapi mereka pun juga berpikir untuk menjadi seorang entrepreneur (wiraswasta) atau pengusaha-pengusaha hebat,” terangnya.
Lebih jelas Kadin Papua sudah melakukan pemetaan potensi di 3 DOB tersebut. Ronald mencontohkan, di wilayah Selatan memiliki peluang di sektor perikanan dan pertanian. Di wilayah Papua Pegunungan Tengah lebih cenderung pada sektor sumber daya alam (SDA) .
“Karena kita tahu mereka punya potensi mineral, punya tambang emas dan lain-lainnya yang banyak sekali. Dan untuk di wilayah Papua Pegunungan, kita tahu ada potensi tambang emas di Kabupaten Pegunungan Bintang, serta potensi pabrik semen di Wamena untuk mengcover kebutuhan di wilayah pegunungan,” beber Ronald.
Hanya saja saat ini yang dibutuhkan untuk menarik investor adalah kepastian yang diberikan Pemerintah terkait hukum dan berinvestasi dalam hal ini menyangkut tanah, hak ulayat yang mana kerap menimbulkan persoalan pelik.
“Kita tentu mau agar hal itu dibereskan oleh Pemerintah daerah, sehingga para investor tidak ragu untuk berinvestasi di daerah tersebut. Kalau untuk calon investornya,
kan ini provinsinya baru terbentuk. Jadi kita akan promosi dalam ajang G20 di Bali itu,” ucapnya.
Peluang untuk Kadin Papua di G20 adalajh menyiapkan potensi bagi para investor, salah satu adalah sektor perikanan di Biak.
“Kita tahu bahwa Biak punya potensi dalam pengolahan perikanan. Saya juga sudah sempat ketemu sama perusahaan dari Austria dan Dubes Hungaria, kita bercerita tentang potensi yang ada. Nah, mereka sudah menawarkan beberapa investor cuma mereka minta kami bisa berkunjung lebih dulu ke negaranya untuk prospek di sana, sehingga para investor bisa datang ke Papua untuk berinvestasi di sini,” tandas Ronald..
Dalam FGD ini, Kadin Papua menghadirkan pembicara diantaranya Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doni Kurnia, dan Kepala Disperindagkop dan UMKM Papua Omah Laduane serta dari Bank Indonesia. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




