Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Tanggapan Para Tokoh Papua Soal Kasus Korupsi Gubernur LE

Tanggapan Para Tokoh Papua Soal Kasus Korupsi Gubernur LE

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sen, 26 Sep 2022
  • visibility 104
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Gubernur Papua Lukas Enembe yang kembali mangkir dari panggilan kedua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak. Tidak hanya itu, sejumlah tokoh Papua juga mengecam keras tindakan Lukas Enembe yang doyan berjudi.

Sekretaris Umum Sinode Kingmi Indonesia, Johanes Wenda menjelaskan bahwa judi merupakan penyakit sosial yang tidak pantas dilakukan, apalagi oleh seorang pemimpin daerah. Menurutnya, Lukas harus memberikan teladan yang baik kepada masyarakat.

“Kami dari tokoh gereja sudah beberapa kali berbicara soal judi ke publik, kami sampaikan bahwa pejabat di Papua ini tidak boleh main judi karena dia seharusnya sebagai teladan,” kata Jones Minggu  (25/9)

Jones menilai jika pemimpinnya melakukan hal yang tidak benar, maka akan diikuti masyarakat. Dirinya juga mengimbau masyarakat Papua untuk tidak terprovokasi dan menghormati proses hukum yang ada.

Sementara itu, tokoh gereja Papua, pendeta Albert Yoku mengemukakan bahwa tindak pidana korupsi yang melibatkan Gubernur Papua, Lukas Enembe adalah masalah pribadi. Lebih lanjut, dirinya menilai bahwa setiap pejabat harus ingat Tuhan.

“Setiap pejabat negara sudah melakukan sumpah jabatan pada saat ia dilantik. Maka dalam menjalankan pekerjaan, ia harus ingat dengan Tuhan, dan wajib mengikuti peraturan dalam undang-undang yang berlaku di NKRI,” tegas Alberth di Sentani, Jayapura, Sabtu (24/9).

Selain itu, kata Pendeta Albert, masyarakat diimbau untuk tidak menghalang-halangi proses  hukum yang saat ini tengah dilaksanakan KPK. Pria yang  saat ini juga menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayapura itu meyakini bahwa lembaga antirasuah itu akan bersikap profesional sebagaimana telah ditunjukkan terhadap para bupati di Papua yang terlibat korupsi.

Albert menambahkan agar setiap tokoh mampu menjaga profesionalitas dan berlaku kooperatif untuk menyelesaikan kasus hukum. Masyarakat pun diajak untuk tidak menghalang-halangi dan menghormati proses hukum agar tidak menimbulkan permasalahan lainnya.

Di tempat terpisah, Tokoh Pemuda Papua Martinus Kasuay mendukung penuh langkah KPK memeriksa kasus korupsi yang menjerat Gubernur Papua, Lukas Enembe. Menurutnya siapapun yang bersalah harus diberikan sanksi sesuai hukum yang berlalu.

Pria yang juga menjabat sebagai Barisan Merah Putih menilai bahwa kasus korupsi Lukas Enembe murni penegakan hukum. Oleh sebab itu, kasus tersebut tidak terkait politisasi maupun kriminalisasi.

“Kasusnya murni kaitannya dengan hukum”, terang Markus di Sentani, Jayapura

Dirinya juga mengimbau masyarakat Papua agar mampu memahami proses hukum yang sedang berjalan agar kasus korupsi tersebut dapat terang benderang.

“Penegakan hukum kasus korupsi Gubernur Lukas Enembe harus dituntaskan karena Indonesia merupakan negara hukum”, pungkas Martinus.

Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan sejumlah transaksi mencurigakan Lukas Enembe dengan nilai yang fantastis. Salah satunya pembelian jam tangan bernilai sekitar Rp 550 juta. Selain itu, PPATK juga menemukan dugaan, Lukas telah menyetorkan secara tunai uang sejumlah Rp560 miliar ke kasino.

Kritik terhadap Lukas Enembe juga datang dari Menkopolhukam Mahfud MD. Menurutnya sejak Papua dipimpin oleh Gubernur Lukas Enembe, anggaran dari Pemerintah Pusat sebanyak Rp 500 triliun juga tidak menjadi apa-apa.

“Sejak zaman Pak Lukas Enembe itu Rp 500 triliun lebih itu tidak jadi apa-apa juga, rakyatnya tetap miskin, pejabatnya foya-foya. Yang dana dari otsus banyak dikorupsi seperti ini, tentu tidak semuanya, tapi banyak dikorupsi,” kata Mahfud.

Lebih lanjut,  Mahfud MD menerangkan bahwa terdapat sejumlah kasus yang menjerat Lukas Enembe. Pertama, Alokasi janggal anggaran khusus untuk pimpinan Pemprov Papua yang mencapai ratusan miliar. Kedua,  Dugaan penyelewengan anggaran PON 2021 yang digelar di Papua. Dan terakhir, Lukas Enembe diduga punya manajer khusus untuk pencucian uang. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Hanna : Tingkatkan PAD Solusi Mandiri bagi Kabupaten Jayapura

    Sekda Hanna : Tingkatkan PAD Solusi Mandiri bagi Kabupaten Jayapura

    • calendar_month Rab, 10 Jul 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Sentani, Topikpapua.com, –  Sekda Kabupaten Jayapura, Dra. Hanna Hikoyabi, S.Pd, M.KP, mengatakan Pemerintah Kabupaten Jayapura saat ini sedang dipacu untuk menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD) guna membiayai dan mengurus rumah tangga serta menciptakan kemandirian agar sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan daerah terhadap pemerintah pusat dan Provinsi. “Untuk mengembangkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) kita […]

  • Teknologi Inklusif Grab, Solusi Pemasaran UMKM di Jayapura

    Teknologi Inklusif Grab, Solusi Pemasaran UMKM di Jayapura

    • calendar_month Rab, 17 Mar 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 990
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com,  – Kehadiran teknologi saat ini memberikan perubahan positif bagi kelangsungan hidup masyarakat di berbagai kota, termasuk Jayapura. Teknologi secara tidak langsung juga mendorong terciptanya ekonomi digital yang terbukti memberikan dampak positif terhadap roda perekonomian masyarakat lokal. Berjalannya perekonomian digital di Jayapura pun mampu memperbaiki kualitas hidup masyarakatnya menjadi lebih baik. Berdasarkan hasil survei […]

  • Buntut Penembakan 1 Warga Dogiyai, Kios Warga dan Truk Dibakar

    Buntut Penembakan 1 Warga Dogiyai, Kios Warga dan Truk Dibakar

    • calendar_month Sab, 21 Jan 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Jayapura, Topipapua.com, – Kapolres Dogiyai Kompol Samuel D. Tatiratu mengatakan buntut dari penembakan 1 warga di Dogiyai, Sabtu (21/1/2023) sejumlah kios dan truk dibakar oleh massa. “Saat ini kami tengah mendalami kasus pemalakan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai hingga berujung penembakan dan pembakaran beberapa kios,” ungkap Samuel. Samuel menjelaskan peristiwa ini diawali oleh pemalakan terhadap […]

  • Kelola Dana Kemitraan Freeport Indonesia, Pengurus YPMAK Periode 2024-2029 Resmi Dilantik

    Kelola Dana Kemitraan Freeport Indonesia, Pengurus YPMAK Periode 2024-2029 Resmi Dilantik

    • calendar_month Kam, 19 Des 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Timika, Topikpapua.com, – Pengurus Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) Periode 2024-2029 selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi melakukan pengambilan sumpah dan janji pengurus di Gedung Multipurpose, Kuala Kencana, Rabu (18/12/2024). Director & EVP Sustainable Development PTFI Claus Wamafma mengatakan,PTFI memberikan kepercayaan kepada YPMAK sebagai salah satu yayasan pengelola dana investasi […]

  • Ajak Jaga Papua Damai, Polres Yahukimo : Hindari Berita Hoax.

    Ajak Jaga Papua Damai, Polres Yahukimo : Hindari Berita Hoax.

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Yahukimo, Topikpapua.com, – Polres Yahukimo gencar memberikan himbauan kepada masyarakat agar terus menjaga kedamaian dan keamanan di kabupaten Yahukimo. salah satunya menghimbau warga agar tidak mudah terprovokasi isu hoax. Kasat Binmas Polres Yahukimo, Iptu M Kari mengatakan bila akibat isu hoax bisa menyebabkan perpecahan dan kericuhan yang akibatnya bisa merugikan warga. ” Jangan mudah terprovokasi […]

  • Akses Internet di Papua Down, Ini Penjelasan Telkom

    Akses Internet di Papua Down, Ini Penjelasan Telkom

    • calendar_month Sen, 26 Agu 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com,  –  General Manager Telkom Papua, Sugeng Widodo mengaku sulitnya akses internet bagi pengguna jaringan Telkom dan Telkomsel dalam sepekan terakhir di Papua dan Papua Barat di sebabkan karena adanya pemblokiran dari Kominfo. “ Kami sifatnya hanya sebagai penyelenggara atau penyedia akses internet di Papua maupun di Papua Barat, namun yang mempunyai kewenangan untuk […]

expand_less