Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Akses Internet di Papua Down, Ini Penjelasan Telkom

Akses Internet di Papua Down, Ini Penjelasan Telkom

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sen, 26 Agu 2019
  • visibility 471
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com,  –  General Manager Telkom Papua, Sugeng Widodo mengaku sulitnya akses internet bagi pengguna jaringan Telkom dan Telkomsel dalam sepekan terakhir di Papua dan Papua Barat di sebabkan karena adanya pemblokiran dari Kominfo.

“ Kami sifatnya hanya sebagai penyelenggara atau penyedia akses internet di Papua maupun di Papua Barat, namun yang mempunyai kewenangan untuk membuka akses tersebut adalah Kominfo, “ungkap Sugeng kepada Redaksi Topik, Senin (26/08/19).

Menurut Sugeng, Berdasarkan surat edaran dari Kominfo yang di terima pihaknya, dijelaskan bahwa pembatasan akses internet untuk seluruh operator di Papua dan Papua Barat untuk paket Internat sedangkan untuk SMS dan Telepon tidak di batasi.

“ Jadi untuk mengirim SMS dan Telepon masih bisa dilakukan, namun untuk paket data internet sama sekali tidak bisa dilakukan, kami sendiri tidak tau apa penyebabnya tetapi yang mengtahui hal ini adalah pihak Kominfo karena mereka yang melakukan pembatasan akses internet tersebut. Kami hanya menjalankan surat edaran tersebut,” Ungkapnya.

Dikatakan, dari pembatasan akses tersebut pihaknya sudah menjelaskan kepada masyarakat bahwa tidak ada ajusmen billing.

“Kesalahan bukan ada pada kami, karena peralatan kami tidak ada yang mengalami gangguan. Bisa diberikan ajusmen billing seperti waktu terputusnya kabel optik beberapa waktu lalu, nah ini kan tidak. Jadi hanya Kominfo yang bisa menjawab semua keluhan dari masarakat,” ujarnya.

Diakui Sugeng, hingga kini pihaknya dalam sehari mendapatkan keluhan dari masyarakat dua kali lipat dari sebelumya. “Dalam sehari bisa mencapai 300 keluhan masyarakat yang sebelumnya hanya mencapai 100 keluhan terkait dengan pelayanan,” katanya.

Namun kata Sugeng, akses internet bisa digunakan di hotel-hotel yang menggunakan Astinet. “Pembatasan akses internet ini hanya untuk paket data pada layanan handphone, sedangkan layanan internet menggunakan Astinet dan VPN masih bisa digunakan. Pihak Kominfo memiliki beberapa data (tempat) yang harus dikurangi akses iinternetnya. Kalau untuk hotel dan juga kantor pemerintahan bisa diakses dengan baik walau tidak selancar hari-hari sebelumnya,”  ujarnya.

Terpisah General Manager Consumer Sales Regional Papua-Maluku, Alfons Opriadi mengatakan, secara keseluruhan penggunaan Telkomsel khususnya di Papua dan Maluku sangat besar khususnya di Papua dan akibat dari pembatasan atu pemblokiran akses internet yang jelas pihanya mengalami kerugian.

“Untuk kerugian kami belum menghitung secara keseluruhan, karena kami mengikuti aturan dari negara karena kami megikuti intruksi dari Kominfo sebagai penyelenggara. Kalau masalah pengurangan pasti ada, karena sebelumnya masyarakat banyak membeli paket data kini tidak ada sama sekali,” kata Alfons.

Terkait dengan kompain dari masyarakat, Alfons mengatakan bahwa masyarakat sudah mengetahui bahwa penyebab pembatasan akses internet terebut bukan kesalahan pada pihaknya maka dengan sendirinya, tak ada komplain yang berlebihan dari masyarakat.

“Kami menjelaskan kepada masyarakat bahwa ini kebijakan dari pemerintah, namun secara bisnis kami ingin segera dibuka kembali akses tersebut. Kebijakan soal ajusmen billing, sudah kami laporkan ke kantor pusat, semoga ada jawaban. Kalau memang nantinya ada, maka akan kami sampaikan kepada seluruh pelanggan kami,” ujarnya.

Pembatasan penggunaan paket data di Papua dan Papua Barat di duga sebagai salah satu cara pemerintah mencegah meluasnya berita-berita hoax pasca insiden persekusi mahasiswa Papua di jawa timur yang berimbas aksi ricuh di sejumlah Kabupaten di Papua dan Papua Barat. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Minta Hentikan Aksi Kekerasan, Mandenas Harap TPN OPM Gunakan Ruang Dialog

    Minta Hentikan Aksi Kekerasan, Mandenas Harap TPN OPM Gunakan Ruang Dialog

    • calendar_month Sab, 10 Okt 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 999
    • 1Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kelompok TPN OPM yang bermarkas di Kabupaten Intan Jaya, diminta menghentikan kekerasan, yang berujung jatuhnya korban jiwa. Hal itu disamapaikan, Anggota Komisi I DPR RI Bidang Pertananan, Yan Permenas Mandenas. Ia menyarankan kelompok TPN OPM  lebih mengedepankan ruang-ruang dialog ketimbang aksi kekerasan yang telah mengakibatkan masyarakat menjadi korban. “Saya tidak ingin menyudutkan […]

  • Pemprov Papua Serahkan 7 Raperdasi ke DPR, 4 Diantaranya Sudah Disetujui Kemendagri

    Pemprov Papua Serahkan 7 Raperdasi ke DPR, 4 Diantaranya Sudah Disetujui Kemendagri

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle topik papua
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen menyerahkan 7 Raperdasi kepada DPR Papua dan diterima oleh kepada Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Adam Arisoy didampingi Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long, Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Jayakusuma dan Sekretaris DPR Papua, Juliana Waromi, Selasa (6/1/2026) Menurut Wagub Aryoko, Dari tujuh […]

  • 19 Napi Kabur dari Lapas Nabire, 11 Diantaranya Anggota KKB

    19 Napi Kabur dari Lapas Nabire, 11 Diantaranya Anggota KKB

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle topik papua
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Nabire, Topikpapua.com, — Sebanyak 19 narapidana melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Nabire, Papua Tengah, Senin (02/06/2025) sekitar pukul 11.00 WIT. Dari jumlah tersebut, 11 orang diketahui merupakan bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berasal dari wilayah Puncak Jaya, Puncak, dan Paniai. Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani menjelaskan aksi pelarian para […]

  • Gubernur Lukas Enembe  Ancam Tutup Kampus IPDN Papua, Ini Penyebabnya

    Gubernur Lukas Enembe Ancam Tutup Kampus IPDN Papua, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Rab, 3 Okt 2018
    • account_circle topik papua
    • visibility 729
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe mengancam akan menutup kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Papua,  Menurut Lukas kampus IPDN tidak mengakomodir siswa/wi Asli Papua. “Kalau begini terus, tidak terima Orang Asli Papua, maka kita akan tutup IPDN, tidak boleh lagi ada di Papua,” ungkap Lukas kepada pers di kantor MRP, Kamis (13/09/18). […]

  • Ini Ultimatum Walikota BTM Bagi Para Preman di Pasar Youtefa

    Ini Ultimatum Walikota BTM Bagi Para Preman di Pasar Youtefa

    • calendar_month Rab, 16 Des 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 2.194
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM) memberikan ultimatum kepada para preman maupun provokator yang selama ini beraksi di pasar Youtefa, Distrik Abepura, agar menghentikan aktivitasnya dalam menghambat pemindahan para pedagang ke Pasar baru di Kotaraja. “Kami sudah mendalami secara baik, kenapa pedagang di pasar ini tidak mau pindah secepatnya, Bapak Kapolres telah […]

  • Status Covid-19 kota Jayapura Menjadi Transisi Darurat, Ini Penjelasannya..

    Status Covid-19 kota Jayapura Menjadi Transisi Darurat, Ini Penjelasannya..

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 709
    • 1Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Mulai 04 Juli hingga 02 Agustus 2020 status penanganan pandemik covid-19 di kota Jayapura menjadi Transisi Darurat. Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano mengatakan ada beberapa kebijakan yang diambil Pemkot Jayapura dalam masa transisi darurat, diantaranya membuka kembali tempat ibadah dengan protokol kesehatan yang ketat dan kembali di berlakukannya distribusi pajak. “Mulai besok […]

expand_less