Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Hendrikus Dinaulik Tuntut Oknum Polisi yang Pukul Dua Anaknya, Begini Penjelasan Kapolres Merauke    

Hendrikus Dinaulik Tuntut Oknum Polisi yang Pukul Dua Anaknya, Begini Penjelasan Kapolres Merauke    

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Ming, 3 Apr 2022
  • visibility 145
  • comment 0 komentar

Merauke, Topikpapua.com, – Tokoh Masyarakat Adat Malind, Hendrikus Dinaulik meminta Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji untuk bertanggung jawab atas pemukulan yang dilakukan oleh oknum anggotanya terhadap dua putranya.

Dikatakan Hendrikus, peristiwa pemukulan dua anaknya, Selsius (21) dan Selestinus (16) terjadi pada Jumat (18/3/2022) sekira pukul 23.00 WIT.

Kronologi peristiwa itu,  bermula saat kedua putra Hendrikus berpamitan kepadanya untuk  nongkrong bersama teman-temannya di sekitar Bandara Mopah. Saat nongkrong, diakui Hendrikus, kedua anaknya mengonsumsi minuman keras (miras).

“Mereka memang minum (miras) dan salah satu anak saya juga ada bawa alat tajam, karena memang saat itu situasi di pintu air sedang tegang, ada konflik antar warga. Jadi, ya mereka bawa alat tajam untuk jaga diri,” kata Hendrikus saat memberikan keterangan kepada Redaksi Topik, di kediamannya Sabtu (2/4/2022) malam.

Kendati bertujuan membela diri karena situasi yang sedang tidak kondusif, namun Hendrikus tetap mengaku kesalahan anaknya dalam membawa alat tajam. Hanya saja, sambung dia, yang disesalkan adalah cara penanganan oknum aparat terhadap kedua anaknya tersebut.

“Jadi, pertama itu ada satu mobil patroli yang datangi anak-anak saya. Ya, mereka sempat adu argumen, namun permasalahannya sudah diselesaikan dengan baik dan saling memaafkan. Kemudian aparat kepolisian itu pergi dari lokasi tempat anak-anak saya ini kumpul,” terangnya.

“Tapi tidak lama kemudian, ya ada sekitar 10-15 menit. Ada dua mobil patroli kembali ke lokasi tempat anak-anak saya ini kumpul. Nah, beberapa oknum aparat ini langsung turun dari mobil patroli dan tanpa banyak tanya langsung memukul anak saya dan teman-temannya dengan membabi buta,” timpal Hendrikus.

Tindakan kekerasan, menurut pengakuan sang anak kepada Hendrikus, masih terus berlanjut. Bahkan, kedua putranya masih tetap mendapatkan bogem mentah saat digelandang menuju ke Mapolres Merauke.

“Bahkan sebelum dimasukan ke dalam sel juga mereka masih dipukul,” bebernya.

Hendrikus menegaskan, ia tak mempersoalkan jika oknum polisi bersangkutan memukul anaknya guna memberikan pelajaran. Tapi apa yang dilakukan para oknum bhayangkari negara itu, diduga hanya untuk meluapkan emosinya.

“Kalau untuk memberikan pelajaran, saya tidak keberatan. Tapi ini pukul seperti ingin meluapkan emosi. Anak saya (Selsius) bola mata kanan mengalami gangguan syaraf pasca pemukulan itu. Pokoknya dua anak saya ini mengalami memar di sekujur tubuh,” akunya seraya menambahkan, edua putranya sudah melakukan visum di RSAL setempat.

“Tapi hasil visum itu tidak bisa kita ambil, ya sudahlah. Tapi karena anak saya, Selsius ini terus mengeluh kesakitan dan tidak bisa melihat dengan jelas, jadi kita pergi periksa lagi ke dokter di RSUD”.

Meski belum bisa mengambil hasil visum, namun dari hasil diagnosis awal dokter, dimana mata kanan Selsius mengalami kerusakan akibat benturan keras.

“Hari Senin besok baru bisa kita ambil hasil pemeriksaan itu, tapi dari keterangan dokter mata kanan anak saya ini mengalami gangguan,” bebernya.

Lebih jelas Hendrikus akan melanjutkan persoalan ini ke ranah hukum. Ia menganggap Kapolres Merauke tidak berhasil membina oknum anggotanya yang melakukan tindakan di luar batas kewajaran. Padahal, tugas polisi adalah melindungi dan mengayomi. Ia juga menuntut agar Kapolres Merauke dan seluruh jajarannya memberikan kompensasi atas kerusakan mata anaknya dengan uang tunai senilai Rp.10 miliar.

Selain tuntutan uang, Hendrikus juga meminta agar oknum anggota kepolisian yang melakukan tindak kekerasan terhadap kedua putranya itu dapat segera dipindahkan ke daerah Pegunungan Tengah Papua atau tidak diberhentikan dari kedinasan (pemecatan).

“Angka itu tidak sebanding dengan apa yang dialami anak saya saat ini, dia cacat seumur hidup akibat tindakan penjajah yang dilakukan oknum anggota polisi itu. Inikah balasan pihak Kepolisian kepada kami? Saya sudah hibahkan tanah saya seluas 30 hektar untuk Polres dan 10 hektar untuk Polda lalu inikah balasannya,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji saat dikonfirmasi, Minggu (3/4/2020) membenarkan, bahwa anggotanya mengamankan kedua putra Hendrikus bersama teman-temannya di Bandara Mopah Merauke.

Menurut Sangaji, alasan tindakan tegas yang dilakukan oleh anggotanya itu adalah salah satu langkah tepat untuk mengamankan Kota Merauke dati  aksi pembacokan yang marak terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

“Kalau soal anaknya pak Hengki ini, saya ingin satu suara jangan bawa parang di jalan. Pak Hengki ini di Gudang Arang tapi anaknya ini bawa parang sampai di Mopah, ada apa? Ditambah anak-anaknya ini mabuk, jadi kan kena undang-undang darurat,” paparnya.

Ditegaskan Sangaji, anggotanya tidak akan mungkin melakukan tindakan tegas apabila anak-anak Hengki Dinaulil tidak melakukan perlawanan.

“Tidak mungkin anggota atau polisi melakukan tindakan tegas kalau tidak ada perlawanan. Mungkin dia merasa dia punya om ini kapolres, sehingga dia melawan dan karena  polisi takut kena potong, ya akhirnya polisi ancam dengan rotan, terjadilah pemukulan terhadap penjahat-penjahat lain di jalan yang pegang parang,” katanya.

Selanjutnya Sangaji mengatakan bahwa ia kerap menyampaikan kepada semua pihak agar tidak tersinggung apabila pihaknya mengambil tindakan tegas untuk mengamankan suatu tindak kejahatan.

“Ada sebab maka akan ada akibat. Kami tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum. Apalagi membawa alat tajam dan sejenisnya di tempat umum  itu suatu tindakan yang dilarang hukum,” tandasnya. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korupsi Rp2,1 Miliar, Kepala BPKAD Sarmi dan 2 ASN Ditetapkan Tersangka

    Korupsi Rp2,1 Miliar, Kepala BPKAD Sarmi dan 2 ASN Ditetapkan Tersangka

    • calendar_month Sel, 2 Jan 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sarmi, Topikpapua.com, – Penyidik Sta Reskrim Polres Sarmi menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus tindakan pinda korupsi pengadaan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sarmi. Kapolres Sarmi Akbp Timur Santoso mengatakan tiga tersangka merupakan ASN aktif BPKAD Kabupaten Sarmi. Dimana salah satu dari tiga tersangka, kata Kapolres yakni Kepala BPKAD. “GYA adalah Kepala […]

  • Hasil PCR, 11 Tahanan Polresta Jayapura dinyatakan Positif C-19

    Hasil PCR, 11 Tahanan Polresta Jayapura dinyatakan Positif C-19

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 1.955
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Sebanyak 11 tahanan Polresta Jayapura dinyatakan positif Covis-19 setelah menjalani uji laboratorium Swab dengan metode PCR. Kepala dinas kesehatan kota Jayapura, Dokter Nyoman Sri Antarai mengatakan ke sebelas tahanan tersebut saat ini dirawat di Rumah sakit Bahayangkara Jayapura. “Hasil PCR semalam kami temukan ada 16 warga kota Jayapura yang hasilnya Positif, dan […]

  • Hadiri Makan Sumbang Pembangunan Kantor Klasis Port Numbay, Gubernur Fakhiri Sumbang Rp3 Milyar

    Hadiri Makan Sumbang Pembangunan Kantor Klasis Port Numbay, Gubernur Fakhiri Sumbang Rp3 Milyar

    • calendar_month Ming, 15 Feb 2026
    • account_circle topik papua
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Gubernur Papua Matius D Fakhiri menghadiri undangan makan sumbang dalam rangka pembangunan kantor Klasis Port Numbay di Taman Imbi, Kota Jayapura, Minggu (15/2/2026). Dalam Acara tersebut Gubernur Fakhiri memberikan bantuan sebesar Rp3 Milyar. “Saya minta nanti ketua panitia pembangunan datang secara khusus bertemu saya di kantor. Dari Gubernur, saya bantu Rp3 miliar […]

  • Gempa 5,4 SR Guncang Jayapura, 4 Orang Meninggal

    Gempa 5,4 SR Guncang Jayapura, 4 Orang Meninggal

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com – Gempa berkekuatan 5,4 Skala Richter mengguncang kota Jayapura, Kamis petang sekira pukul 15.28 Wit. Akibat gempa Empat warga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun gedung salah satu rumah makan di kawasan Ruko dok dua kota Jayapura. Kapolresta kota Jayapura, Kombes Viktor Mackbon mengatakan korban meninggal dunia merupakan pekerja di Rumah Makan Cirita, Ruko […]

  • Kebakaran di Tanah Hitam, Kerugian Materil Capai Rp500 Juta

    Kebakaran di Tanah Hitam, Kerugian Materil Capai Rp500 Juta

    • calendar_month Ming, 21 Nov 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Musibah kebakaran kembali terjadi di Jalan Raya Abe Pantai Tanah Hitam RT 04, Kelurahan Asano, Distrik Abepura, Kota Jayapira, Minggu (21/11/2021) sekira pukul 01.10 WIT dini hari. Kebakaran tersebut berhasil menghanguskan sebuah rumah kontrakan atau bangunan berlantai dua milik Abdul Wahid (57), yang dikontrak oleh Mursalim (34) dan dibagian depannya terdapat apotek, […]

  • Abock Busup : Suara Yahukimo Siap Menangkan Prabowo-Sandi di Papua

    Abock Busup : Suara Yahukimo Siap Menangkan Prabowo-Sandi di Papua

    • calendar_month Ming, 3 Mar 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 1.640
    • 1Komentar

    Sentani, Topikpapua.com, – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (PAN) Papua, Abock Busup mengklaim Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo – Sandi bisa meraup suara di Papua, Busup memastikan Pasangan 02 akan di menangkan oleh suara dari kabupaten Yahukimo. “Atas ijin Tuhan, saya pastikan Prabowo-Sandi menang di Papua, dan kemenangan itu akan dimulai dari […]

expand_less