Jelang Tutup Tahun, Wali Kota BTM Klaim Kota Jayapura Sudah Zona Hijau Covid-19
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 23 Des 2021
- visibility 278
- comment 0 komentar

Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano/foto ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Pertemuan akhir tahun yang dilaksanakan Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano (BTM) bersama Forkompimda dan Pimpinan umat beragama, menjadi momen penting untuk menyampaikan kondisi terkini ibu kota Provinsi Papua di masa pandemi Covid-19.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota BTM menyampaikan bahwa kasus corona di Kota Jayapura cukup terkendali, sehingga saat saat ini sudah berada di zona hijau 0 persen Covid-19.
“Sudah tiga hari kita berada di zona hijau tetapi kita belum berada di level 1 dan masih level 2, karena masih banyak orang tua kita yang masih belum vaksin,” ungkap BTM di salah satu lokasi pemancingan di Koya, Distrik Muara Tami, Kamis (23/12/2021).
BTM pun meminta doa semua umat agar Kota Jayapura lekas bebas dari belenggu virus asal Whuhan, China, sehingga aktivitas masyarakat dalam berbagai aspek bisa kembali normal seperti sedia kala.
“Mari kita terus berdoa agar Tuhan Yang Maha Esa selalu menjaga Kota Jayapura dan mengangkat penyakit ini (corona),” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Kapolresta dan Dandim Jayapura dalam membantu Pemerintah setempat dalam program vaksinasi guna memutus mata rantai penyebaran angka kasus Covid-19 di kota ini.
“Jumlah masyarakat yang telah divaksin dosis pertama sudah mencapai 76,49 persen untuk dosis kedua 54 persen dan vaksin ketiga atau booster 43 persen. Saya harapkan kepada masyarakat dapat melakukan vaksinasi karena banyak yang belum divaksin. Padahal vaksin ini penting untuk meningkatkan imun kita dan mencegah mutasi Covid-19, ” ujarnya.
Selanjutnya dalam kesempatan itu, BTM menegaskan perayaan Natal 2021 cukup dilakukan secara kekeluargaan di rumah masing-masing. Begitu juga dengan malam pergantian tahun, dimana tidak ada kegiatan yang dikuatirkan akan mengumpulkan banyak orang dan berpotensi menimbulkan kluster baru.
“Tidak ada acara lepas tahun baru dimana pun, hanya ibadah masing-masing di rumah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan warga masing-masing. Kita boleh melakukan open house, tetapi yang hadir hanya keluarga dekat saja dan tetap mengikuti prokes serta tempat ibadah kita sudah buka namun jemaatnya dibatasi 75 persen,”tandas BTM. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


