Teror di Intan Jaya, Kapolda Papua : Apakah Karena Disana Ada Tambang…?
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 9 Okt 2020
- visibility 1.023
- comment 0 komentar

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw di dampingi wakapolda dan kabid humas Polda Papua/ Nug
Jayapura, Topikpapua.com, – Kapolda Papua, Irjen PolPaulus Waterpauw mempertanyakan alasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menebar teror di Kabupaten Intan Jaya.
Irjen Paulus mengaku apa yang di lakukan oleh KKB di Intan Jaya sulit dipahami, karena menyerang warga sipil yang tidak bersalah.
“Hingga kini kami masih terus menyelidiki sebenarnya apa tujuan mereka melakukan aksi kekerasan di sana (Intan Jaya), apakah ada kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat oleh warga sipil disana..? sehingga mereka harus menjadi korban, itu pertanyaannya..?, “Kata Kapolda kepada Pers, Kamis (08/10/20).
Menurut Kapolda, sampai saat ini pihaknya masih mencari alasan mengapa KKB kerap meneror warga sipil di Intan Jaya, termasuk latar belakang dari aksi teror tersebut.
“Yang kami tau selama ini kalau ada pembalasan, itu bila ada permasalahan yang melatarbelakangi ada hubungan sebab akibat, tapi ini kan yang terjadi kan yang di bantai tukang ojek.., pedagang.., pegawai.., termasuk hamba Tuhan, ini ada apa…?,”tanya Kapolda.
Kapolda menduga, ada tujuan lain di balik aksi teror tersebut, “Ataukah karena disana ada tambang, sehingga mereka ingin menguasai sumber daya itu dengan menunjukkan power mereka disitu, bahwa merekalah yang layak miliki sumberdaya itu..?, “Bebernya.
Dijelaskan Kapolda, berasarkan hasil penyidikan di ketahui bahwa di kabupaten Intan Jaya, KKB tidak memiliki persoalan dengan warga sipil, atau ada konflik suku yang bisa menjadi latar belakang aksi teror.
“Apakah memang kehadiran mereka disana untuk memperebutkan sumberdaya alam yang ada disana, sehingga mereka melakukan kekerasan itu untuk menyatakan kepada semua pihak yang lain bahwa kalian tidak perlu hadir disini,”Ungkap Kapolda.
Alasan ini di jelaskan Kapolda karena sebelumnya sempat beredar informasi bahwa KKB di Intan Jaya menolak dibangunnya koramil persiapan di distrik Hitadipa.
“Mengapa…? karena ada bahasa kalau mereka menolak kehadiran koramil persiapan disana, padahal tugas kita sebagai aparat adalah untuk menjaga keamanan disana, kenapa ditolak….?, Kami ada disana kan tugsanya untuk melindungi, mengayomi dan menjaga keamanan warga sipil dan semua yang bekerja untuk membangun kabupaten Intan jaya, mengapa ditolak…?,”Beber Kapolda.
Lanjutnya, “Ataukan mereka tolak kami agar mereka bisa menguasai daerah itu dan bisa menjadi jagger disana..?, “Tukas Kapolda.
Berdasarkan data dari Polda Papua, disebutkan bahwa sejak Januari 2020 hingga saat ini, sedikitnya telah terjadi 20 kali aksi kekerasan di kabupaten Intan Jaya. Akibat aksi tersebut dilaporkan 5 orang meninggal dan 5 lainn nya terluka. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


