Rawat Pasien Covid-19 di Hotel Sahid, Pemkot Jayapura Habiskan 3,2 Miliar
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 4 Jun 2020
- visibility 1.641
- comment 0 komentar

Ketua gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Jayapura, Rustan Saru / nug
Jayapura, Topikpapua.com, – Ketua gugus Tugas penanganan Covid-19 kota Jayapura, Rustan Saru mengatakan untuk membiayai warga nya yang di isolasi di Hotel Sahid Entrob, Pemkot Jayapura harus mengeluarkan dana sebesar 3,2 Miliar rupiah.
“Saat ini kita juga mengeluarkan anggaran yang cukup tinggi untuk penggunaan hotel sahid untuk tempat isolasi pasien covid, mengapa..? karena disana ada 118 kamar, dan sudah kita pakai sekitar 60 hari ya.., hingga kini dana yang keluar sudah hampir 3,2 miliar rupiah, “Kata Rustan kepada Redaksi Topik, Kamis (04/06/20).
Dijelaskan Rustan dana sebesar itu selain membiayai penginapan juga untuk membiayai makan minum serta biaya perawatan warga yang di isolasi.
Rustan mengaku sebenarnya dana yang di keluarkan untuk merawat warga yang diisolasi bisa jauh lebih murah bila hasil PCR warga yang di swab cepat keluar.
“Satu pasien saja bisa sampai 2 minggu di hotel, hanya untuk menunggu hasil PCR mereka keluar, kalau misalnya PCR kita banyak mungkin hasilnya bisa cepat keluar dan mereka juga bisa cepat keluar dari hotel bila hasilnya negatif,”Beber Rustan.
Rustan menjelaskan setelah hasil rapid reaktif, orang tersebut langsung di bawa ke hotel untuk diambil swab, lalu menunggu selama satu minggu. Sambil menunggu pasien tersebut akan di berikan pengobatan suportifr.
“Setelah 1 minggu dan ternyata hasilnya keluar positif, maka akan di berikan pengobatan covid selama 1 minggu lagi, setelah itu akan kembali di swab, kalau hasilnya negatif maka pasien itu bisa pulang, namun kalau hasilnya positif akan di lanjutkan dengan pengobatan lanjutan, “Ungkap Rustan.
Dirinya pun berharap agar pemerintah Provinsi Papua bisa menambah alat PCR sehingga para pasien tidak menunggu terlalu lama di hotel.
“ Jadi Itu lah satu penyebab mengapa biaya kita cukup besar untuk menangani pasien covid di kota jayapura, belum lagi untuk perawatan pasien positif yang di rumah sakit itu lebih mahal lagi, “Katanya.
Sementara itu terkait penanganan pandemic covid-19 di kota jayapura selama hampir tiga bulan ini, Rustan mengaku bila Pemkot Jayapura telah menggeser sebagian besar APBD untuk keperluan penanganan covid.
“APBD kita sebagian besar sudah kita geser untuk keperluan covid, baik itu membantu rumah sakit termasuk memberikan bansos bagi warga yang terdampak dan juga untuk 4 Pokja kita di gugus tugas, “Ujarnya.
Sejak Panademic covidpada 17 Maret lalu hingga kini diakui Rustan pemkot telah menghabiskan sekitar 9,3 miliar rupiah, “Kebanyakan anggaran itu untuk mendukung 4 pokja kita di gugus tugas, dan termasuk penggunaan anggaran bantuan untuk bansos, “Katanya.
Dijeleaskan Rustan ada ada tiga sisi penanganan covid-19 di kota Jayapura yang menyerap banyakanggaran, yakni jaring pengamanan sosial, bantuan sembako dan penanganan kesehatan.
“ Anggaran terbanyak terserap di sisi penanganan medis dan penanganan keamanan, untuk bantuan sosial itu sendiri anggarannya, kurang lebih 6-10 miliar, diantaranya untuk pemberian sembako bagi warga kota jayapura, “Ungkapnya.
Rustan mengaku hingga kini selain memakai dana dari APBD, pihaknya juga mendapat bantuan dari Provinsi Papua yang di berikan dalam tiga tahap.
“Dari Satgas Provinsi ini kan memang sudah ada alokasi angaran buat kita, di tahap pertama di cairkan 5,1 miliar, tahap kedua 4,5 miliar dan untuk tahap ketiga ini karena kita ada pembengkakan biaya untuk pembayaran hotel, kita kalkulasikan kita butuh sekitar 7-8 miliar, “Jelas Rustan.
“ Jadi total anggaran yang kita butuhkan untuk penanganan covid di kota jayapura sekitar 16 miliar untuk 3,5 bulan penanganan dan itu khusus untuk keperluan gugus tugas, “Pungkas Rustan Saru. (RedaksiTopik)
- Penulis: topik papua




