Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SOSIAL » Pandemi Covid-19 Dan Ancaman Pangan, Kebijakan Diversifikasi Pangan Sebagi Solusi Di Papua

Pandemi Covid-19 Dan Ancaman Pangan, Kebijakan Diversifikasi Pangan Sebagi Solusi Di Papua

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sab, 2 Mei 2020
  • visibility 819
  • comment 1 komentar

Oleh : Abner Basna /Penulis adalah Staf Dinas Pertanian dan Pangan Papua

Jayapura, Topikpapua.com, – Kepala Negara minta BUMN keroyokan mencetak sawah ada apa? Demikian, CNBC Indonesia 28/4/2020. Hal ini  menunjukan bahwa ada kegelisahan (kekuatiran) Kepala Negara terhadap ketersediaan pangan di Indonesia.

Mengapa demikian? Apakah ini sebuah sinyal bahwa akan terjadi krisis pangan di Indonesia. “Presiden meminta BUMN dan daerah, serta kementerian pertanian agar membuka lahan baru untuk lahan persawahan yaitu lahan basah dan lahan gambut”.

Ada beberapa  faktor yang menyebabkan Presiden Jokowi  kuatir, yaitu: (1). Kemungkinan adanya  cuaca ekstrem di beberapa tempat di Indonesia, (2).  Dampak pandemi covid -19 tak kunjung berakhir bisa menyebabkan krisis pangan.

Hal ini merespon Organisasi Pangan Dunia Food and Agriculture Organization (FAO) yang sudah mengingatkan krisis pangan di tengah pandemi Corona.

FAO telah mengeluarkan peringatan adanya potensi kelangkaan pangan dunia sebagai dampak panjang dari pandemi Covid-19. Pertanyaan yang perlu kita diskusikan yaitu Kapan  (when) dan dimana (where)  terjadi krisis pangan?

Krisis pangan bisa terjadi kapan saja, jika strategi peningkatan produksi tidak tercapai dan pengendalian  pandemi covid-19 tidak terkendali. Maka krisis pangan bisa terjadi di seluruh Indonesia. Bagaimana dengan Papua?.

Ancaman krisis pangan bisa terjadi di Papua karena ketergantungan masyarakat terhadap beras dan beberapa komoditas pangan lainnya dari luar Papua selama ini cukup tinggi.

Melalui sinyal ini pemerintah daerah gubernur, bupati/walikota di Papua diharapkan segera tanggap dengan kondisi ini, kemudian menginstruksikan dinas teknis terkait untuk menyiapkan berbagai strategi dalam mengantisipasi krisis pangan yang bisa saja terjadi.

Salah satu strateginya adalah melalui kebijakan diversifikasi produksi pangan. Diversifikasi produksi pangan adalah upaya mendorong masyarakat untuk meningkatkan produksi pangan lokal (umbi-umbian dan sagu) serta pangan lokal lainya sebagi penganti beras.

Diversifikasi pangan mencakup tiga hal yaitu; Diversifikasi konsumsi pangan, Diversifikasi ketersediaan pangan dan diversifikasi produksi pangan.

Berdasarkan berbagai pengalaman dalam aspek pangan di masa lalu, maka  yang paling sesuai dan diperlukan adalah diversifikasi produksi pangan dikembangkan dalam rangka ketahanan pangan (food security).

Yang dimaksud dengan ketahanan pangan adalah ketersediaan berbagai jenis pangan di setiap tempat dan setiap saat, bagi setiap orang, dalam harga yang terjangkau serta dalam jumlah dan kualitas yang memadai.

Berkaitan dengan itu, dua faktor lainnya yang menjadi sangat terkait, Pertama, faktor keamanan pangan (food safety), menyangkut kualitas pangan yang bebas dari bahan kimia. Kedua, faktor penting lainnya yang disebut sebagai  hak bebas lapar (food entitlement). Hak-hak ini termasuk yang berkaitan dengan kelompok-kelompok masyarakat yang rawan pangan (vulnerable group).

Ada beberapa hal yang menjadi masukan (input) bagi gubernur, bupati/walikota di Papua adalah: (1). Identifikasi potensi pangan lokal (sagu dan umbi- umbian) serta potensi pangan lainnya, sesuai potensi di wilayah masing-masing; (2). Setiap daerah perlu mempertimbangkan dan mengembangkan pangan lokal sesuai keunggulan kompetitif daerah masing-masing sesuai potensi yang ada;

(3). Menata sistim pangan, dimana masyarakat memproduksi pangan, dan pemerintah membeli dan membagikan atau mendistribusikan; (4).Untuk mewujudkan, diperlukan kebijakan anggaran khusus dalam menskenariokan ini. Pertama, Fasilitasi pemerintah utuk pengembangan komoditas pangan lokal oleh petani  dengan sistem bagi hasil atau menjual hasil kepada pemerintah dengan harga yang disepakati.

Kedua, swadaya masyarakat untuk pengembangan pangan lokal dengan menjual hasil produksi kepada pemerintah dengan harga yang bisa terjangkau. Mekanisme bisa diatur, dimana pemerintah melalui perusahan induknya (holding company) membeli,menampung dan mendistribusikan. Mengapa produksi pangan lokal dianjurkan? Karena di tengah situasi pandemi Covid-19, akses sarana produksi sulit diperoleh, sehingga pengembangan pangan lokal menjadi alternatif. Selain itu, tidak  membutuhkan sarana produksi tinggi tetapi dijamin produksi bisa tersedia dalam jumlah dan kualitas  serta aman dikonsumsi.(**)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Pesan Kapolda Papua di Acara Peringatan HUT HKGB ke – 67

    Ini Pesan Kapolda Papua di Acara Peringatan HUT HKGB ke – 67

    • calendar_month Sab, 19 Okt 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 611
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw berharap agar Bhayangkari Papua dapat terus bergerak bersama memajukan organisasi melalui kegiatan – kegiatan yang bermanfaat bagi Organisasi dan masyarakat umum. ” Setiap pengurus bhayangkari harus senantiasa memiliki semangat juang dan semangat berkreasi untuk menjadikan Bhayangkari yang modern serta senantiasa meningkatkan kualitas diri dan organisasi […]

  • Ini Penyebab Kebakaran 5 Rumah di Hamadi

    Ini Penyebab Kebakaran 5 Rumah di Hamadi

    • calendar_month Kam, 4 Apr 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 494
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com,  – Lima petak rumah warga yang berada di Hamadi Tanjung Distrik Jayapura Selatan, Rabu (3/4) sore pukul 15.45 WIT ludes terbakar. Menurut keterangan saksi sekaligus korban, Saripudin, sebelum api membesar sempat melihat kepulan asap, tidak lama kemudian disertai dengan api lalu menyambar ke rumah warga lainnya. “Pertama hanya asap saja dari rumah Haji […]

  • Berkas Kasus Korupsi DPRD Paniai Senilai Rp 59 Milyar Segera Dilimpahkan Ke Jaksa

    Berkas Kasus Korupsi DPRD Paniai Senilai Rp 59 Milyar Segera Dilimpahkan Ke Jaksa

    • calendar_month Sen, 25 Jul 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com,- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua dalam waktu dekat akan melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi APBD Kabupaten Paniai tahun 2018 senilai Rp 59 miliar. Dirkrimsus Polda Papua, Kombes Polisi Sanchez Napitupulu menyampaikan berkas perkara akan dikirim ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua. “Minggu depan kami tahap I berkas perkara ke Kejati Papua,” […]

  • 9 Jam di Sandera KKB Puncak, 2 Warga Sipil Ini Berhasil Bebas, Ini Kisah nya

    9 Jam di Sandera KKB Puncak, 2 Warga Sipil Ini Berhasil Bebas, Ini Kisah nya

    • calendar_month Rab, 14 Nov 2018
    • account_circle topik papua
    • visibility 592
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com,  –  Dua warga sipil atas nama Seldi Butungbulanan (19) dan Arianto (21) yang bekerja sebagai buruh bangunan di Kabupaten Puncak di sandera kelompok KKB selama 9 jam. Seldi dan Anto barulah di bebaskan Kelompok KKB setelah Kapolsek Illaga, Iptu Menase Sayori bernegoisasi dengan pimpinan KKB wilayah Puncak, Militer Murib. Berdasarkan keterangan dari Kabid […]

  • Pangdam Cenderawasih Berikan Surprise HUT Bhayangkara ke-74

    Pangdam Cenderawasih Berikan Surprise HUT Bhayangkara ke-74

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab memberi kejutan ulang tahun Kepolisian Daerah Papua (Polda Papua), Rabu (01/07/20) pagi. Bersama Danlantamal X Jayapura, Danlanud Silas Papare dan pejabat Kodam XVII/Cenderawasih, Pangdam memberikan Suprice ulang tahun kepada Kapolda berserta seluruh personil Polri di Mapolda Papua, dalam rangka HUT Bhayangkara ke 74  Polri. “Semoga kebersamaan […]

  • Kuasai Markas KKB di Paniai, Aparat Gabungan Tembak Mati 1 Anggota KKB

    Kuasai Markas KKB di Paniai, Aparat Gabungan Tembak Mati 1 Anggota KKB

    • calendar_month Sen, 17 Jun 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Paniai,Topikpapua.com, – Aparat gabungan TNI Polri berhasil menguasai markas KKB pimpinan Undius Kogoya di Distrik Bibida, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Selain berhasil menyita sejumlah barang bukti dari markas KKB di Bibida, Aparat gabungan juga berhasil menembak mati seorang anggota KKB bernama Danis Murib alias Baganiok Murib, Senin (17/6/2024). Kasatgas Humas OPS Damai Cartenz-2024, Akbp Bayu […]

expand_less