Angka Kematian C-19 di Papua Rendah, Sumule : Tenaga Medis Kita bukan ‘Kaleng-kaleng’
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 24 Apr 2020
- visibility 2.247
- comment 1 komentar

Infografis Penyebaran Covid-19 di Papua tanggal 24 April 2020 / SC-19P
Jayapura, Topikpapua.com, – Jumlah Pasien positif C-19 di Papua terus bertambah, hingga pukul 19.20 Wit di laporkan Satgas Covid-19 Papua jumlah komulatif pasien positif C-19 di Papua mencapai angka 137 Kasus.
Walau demikian angka kesembuhan dan angka kematian pasien Covid-19 di Papua pantas untuk di banggakan, pasalnya dari 34 provinsi di Indonesia Papua mampu menduduki peringkat kedua untuk angka kesembuhan tertinggi dan peringkat ke tiga untuk angka kematian terendah.
“Kalau mau jujur, Fasilitas di Rumah sakit kita di Papua belum siap untuk hadapi Pandemi ini, tetapi siap tidak siap kita harus siap karena kita tidak mungkin lari dari keadaan ini,”Ungkap Jubir Satgas Covid-19 Papua, dr. Silwanus Sumule kepada Pers, Jumat (24/04/20).
Walau dengan fasilitas seadanya namun menurut Sumule, para tenaga medis di Papua berjuang dengan sangat keras dan buktinya mampu menekan angka kematian seminim mungkin dan berusaha meningkatkan angka kesembuhan.
“Yang mau saya sampaikan disini adalah kesiapan itu tidak hanya bicara saja, tetapi kita sudah buktikan dengan angka kesembuhan kita yang mencapai 38 pasien (28 persen) atau urutan kedua tertinggi di Indonesia sesudah Bali (31 persen) dan angka kematian kita terendah diurutan ketiga se-Indonesia, yaitu 5 persen, Dengan prestasi ini saya mau sampaikan bahwa tenaga medis kita di Papua hebat dan bukan kaleng-kaleng, “Beber Sumule.
Sumule mengaku ada dua faktor penyebab Papua berhasil menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan, “Pertama karena saya yakin kita semua berdoa sehingga Tuhan menolong kita, yang kedua karena petugas-petugas kita mampu menemukan kasus sedini mungkin sehingga bisa dengan cepat ditolong, “Papar Sumule.
Dirinya pun mengisahkan pengalaman tim medis dalam berperang melawan covid-19 di Papua, “ Begini ya.., Pada awal kasus, khususnya di minggu pertama hingga minggu ketiga saat ada kasus kematian terjadi, itu karena pasien yang datang sudah dalam keadaan sakit berat dan ada juga yang datang dalam kondisi sakit sedang namun ditemukan ada penyakit penyerta, “bebernya.
Sehingga kami simpulkan bahwa kami belajar dari beberapa kasus kematian ini, yang terpenting adalah melakukan interfensi sedini mungkin.
Untuk itu dirinya berharap masyarakat yang merasa pernah kontak dengan pasien positif agar segera melaporkan diri agar cepat ditangani.
“Masyarakat harus jujur.., kalau pernah kontak dengan pasien positif datang dan sampaikan ke tenaga medis, karena bila datang sudah dalam kondisi sakit berat, kami dengan keterbatasan yang ada tak bisa berbuat banyak untuk menolong, “Tukasnya.
Sementara itu hingga berita ini kami turunkan berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Papua, Jumlah Komulatif pasien positif C-19 di Papua sebanyak 137 kasus, atau ada penambahan enam kasus baru.
Enam kasus baru yaitu berasal dari, Kabupaten Keerom 1 orang, Kabupaten Jayapura 2 orang dan Kota Jayapura 3 orang. Semua Pasien dalam kondisi sakit ringan dan sedang.
Untuk kasus sembuh Hari ini ada penambahan 3 kasus, dua diantaranya dari Rumah sakit Dian Harapan dan 1 dari dari RS Provita.
Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 3855 kasus dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 184 Kasus. Hingga hari ini Litbangkes telah berhasil memeriksa 752 sampel swab dengan metode PCR. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




