Kepala Suku Umum Kabupaten Puncak: Tidak Ada Tempat bagi KKB di Wilayah Kami!!
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 8 Mar 2022
- visibility 81
- comment 0 komentar

Kepala Suku Umum Kabupaten Puncak, Abelom Tabuni/foto ist
Ilaga, Topikpapua.com, – Kepala Suku Umum Kabupaten Puncak, Abelom Kogoya dengan tegas menyatakan sikapnya menolak keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayahnya.
Ia mengatakan, tidak ada lagi tempat tinggal untuk KKB pasca insiden penembakan KKB yang menewaskan 8 pekerja PT. Palapa Timur Telematika (PTT) di Kampung Jenggeran, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Rabu 2 Maret 2022 lalu.
“Dengan tegas kami tidak akan pernah memberikan tempat tinggal bagi mereka (KKB) di sini,” ujar Abelom di hadapan masyarakat Ilaga usai pemakaman jenazah Bebi Tabuni, Selasa (8/3/2022).
Selaku pimpinan atas suku-suku di Kabupaten Puncak, Abelom kembali menegaskan menolak kehadiran KKB untuk masuk kembali ke daerahnya.
“Saya tidak mau lagi mereka datang tembak-tembak tempat saya. Kalau mereka berbuat lagi, saya minta aparat keamanan langsung amankan mereka dan diproses,” tegasnya.
Ia juga mewarning masyarakat Ilaga untuk tidak menerima kedatangan gerombolan pengacau itu dengan dalih hubungan kekerabatan atau apapun.
“Kalau kelompok itu datang, jangan diterima. Mereka itu sudah bukan bagian dari masyarakat sini, bukan saudara kita lagi. Kalau kita dianggap saudara, tidak mungkin anak ini Bebi Tabuni mereka bunuh. Mereka cuma buat hancur kota ini, mereka bakar, mereka membunuh,” kecamnya.
Abelom pun memastikan bahwa KKB ini sudah tidak akan lagi diterima kembali oleh masyarakat di Kabupten Puncak. Apalagi perbuatan keji kelompok itu, telah menghilangkan nyawa Bebi Tabuni yang tidak lain adalah putra asli Papua.
“Ini tentu sudah membuat kebencian masyarakat kepada mereka. Ini kesedihan yang mendalam bagi kami,” ucapnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Bebi Tabuni menjadi salah satu dari 8 pekerja PT PTT yang tewas usai diserang KKB atau KST di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Rabu 2 Maret 2022 lalu.
Bebi Tabuni yang adalah anak Kepala Suku Besar Kabupaten Puncak Abelom Tabuni tewas bersama tujuh rekannya ketika sedang memperbaiki Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel yang lokasinya berada di atas ketinggian 3000 mdpl. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


