Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » POLITIK » Tolak RDP Pansus Otsus DPRP, Fraksi Bangun Papua : DPRP Bukan Lembaga Kultural !!

Tolak RDP Pansus Otsus DPRP, Fraksi Bangun Papua : DPRP Bukan Lembaga Kultural !!

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sen, 5 Okt 2020
  • visibility 1.402
  • comment 0 komentar
Jayapura, Topikpapua.com,  Fraksi Bangun Papua DPR Papua menolak dengan tegas kegiatan dan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Pansus Otsus Papua.
Melalui jumpa Pers di Kantor Fraksi Bangun Papua, Senin (05/10/20), Ketua Fraksi, Agus Kogoya mengatakan DPR Papua bukanlah lembaga yang diberikan kepercayaan oleh Rakyat Papua, lantaran DPR Papua merupakan lembaga politik bukan lembaga kultural.
“Kami hanya mendukung  kerja Majelis Rakyat Papua (MRP) yang telah dan sedang berjalan untuk menghimpun pendapat rakyat papua dalam RDP, sebab MRP itu jelas sebagai lembaga yang mendapat legitimasi Undang Undang Otsus sebagai perwujudan Orang Asli Papua,” kata Agus Kogoya.
Kata Agus, Fraksi Bangun Papua mengusulkan  untuk menunggu hasil RDP yang dilaksanakan oleh MRP, untuk selanjutnya dijadikan dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan bersama antara DPRP dan MRP, sebagaimana mekanisme Pasal 77 UU nomor 21 tahun 2001 untuk disampaikan ke Pemerintah Pusat.
Lanjut Agus, soal keberlanjutan anggaran dan pembahasan Otsus ini merupakan tugas yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Papua kepada MRP dan DPRP.
“Harusnya semua elemen ini bersatu untuk kepentingan Papua kedepannya, namun jika kondisi yang terjadi saat ini MRP jalan sendiri, DPRP jalan sendiri, lantas titik temunya dimana? Apa yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat? Ini kan nanti tumpang tindih, sehingga ini tidak boleh terjadi,” katanya menegaskan bahwa tugas DPRP dalam hal ini hanya mendengar apa hasil dari MRP untuk disampaikan kepada Pemerintah Pusat.
Sementara Wakil Ketua Fraksi, Nason Uti mengatakan alasan utana Fraksi Bangun Papua menolak RDP Pansus Otsus DPRP, didasari dari amanat UU Otsus, bahwa Otsus itu lahir dari hasil jeritan orang Papua.
Ia menjelaskan, dalam perjalanan 19 tahun Otsus berjalan di Papua lembaga yang menjadi repserentatif Orang Papua adalah MRP.  Sehingga MRP-lah yang berwenang turun langsung dan berhadapan dengan Orang Papua.
“DPRP ini kan lembaga politik yang diisi parpol dan multi warga nasional, tidak murni Orang Asli Papua. Jadi biarkanlah proses itu berjalan sebagaimana ketentutan UU Otsus, sehingga jika ada RDP dari DPRP maka fraksi bangun Papua tegaskan kami tidak ingin terlibat,” kata Nason Uti.

Nason Uti bahkan membeberkan kehadiran Pansus Otsus Papua yang dibentuk sejak awal 2020, oleh Fraksi Bangun Papua telah menarik keanggotaan.  Ia menyatakan, amanat Otsus tidak ada Pansus melainkan lembaga MRP dan DPRP bersama pemerintah daerah.

“Jadi kalau ada yang bentuk pansus, itu artinya ada yang menyederhakan masalah, sehingga kami tolak itu. Kami juga sudah minta agar pansus itu di bubarkan,” jelas menyingung soal Tatip DPR Papua yang tidak lagi mengenal istilah Pansus melainkan hanya Pokja dan Panja.
Sekertaris Fraksi Bangun Papua, Alfred Anouw menambahkan langkah RDP yang dilakukan Pansus Otsus DPR Papua perlu di pertanyakan, lantaran sebelumnya telah ada penyerahan draf Otsus oleh Pansus DPRP Ini kepada Pemerintah Pusat
“Kalau sudah ada penyerahan draf , lantas RDP itu untuk apa? Ini juga menjadi pernyataan kami dan salah satu dasar kami menolak RDP yang mereka gelar saat ini,”kata Alfred.
Selain itu, lanjut Alfred, bahwasanya kinerja Pansus tidak pernah ada pertanggung jawabannya. Ia menilai ada kepentingan terselubung yang dilakukan dengan membungkus nama Pansus Otsus Papua.
“Saya pernah sampaikan dan mengusulkan agar Pansus pertanggung jawabankan hasil kerjanya saat rapat Bamus, Tapi Pimpinan dan pak ketua tidak mau, jadi kami menilai ada kepentingan tertentu. Ini pansus dibentuk atas nama lembaga, tapi terkesan ada hal yang di tutup-tutupi,” jelasnya.
Amos Edoway menambahkan segala kinerja yang dilakukan Pansus Otsus Papua, tidak sesuai amanat UU Otsus dan terkesan menghabiskan dana rakyat.
“Ini pansus kerja hambur-hambur uang saja, pindah hotel sana-sini, setiap kegiatan yang dilibatkan bukn OAP, ini bahaya sekali dan semakin kacau,” katanya Anggota Fraksi Bangun Papua ini berharap adanya keterbukaan.  (Redaksi Topik)
  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Kota Jayapura Gelar Rapat Konsolidasi Pelantikan 1.262 Pentarlih Pemilu 2024

    KPU Kota Jayapura Gelar Rapat Konsolidasi Pelantikan 1.262 Pentarlih Pemilu 2024

    • calendar_month Sab, 4 Feb 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – KPU Kota Jayapura menggelar rapat konsolidasi untuk persiapan Pelantikan Panitia Pemutahiran Daftar Pemilih (Pentarlih) Pemilu tahun 2024 di Kota Jayapura, Sabtu (4/2/2023). Rapat dipimpin oleh Ketua KPU Kota Jayapura Oktovianus Injama, anggota dan sekretarus KPU Kota Jayapura dan dihaďiri oleh ketua 25 PPD dan 39 Ketua PPS se-Kota Jayapura. Oktovianus mengatakan, rekrutmen […]

  • KKB di Kabupaten Puncak Bakar Gedung SMP Agandugume

    KKB di Kabupaten Puncak Bakar Gedung SMP Agandugume

    • calendar_month Sab, 15 Feb 2025
    • account_circle topik papua
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali berulah di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Jumat 14 Februari 2025 sekitar pukul 03.15 Wit, KKB membakar gedung SMP Agandugume. Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Faizal Ramadhani mengungkapkan bahwa aksi pembakaran tersebut diduga dilakukan oleh kelompok KKB Puncak, yakni dari kelompok Tenius Kulua, Kalenak Murib, dan […]

  • BNN : Selama Pandemik Covid, Peredaran Narkoba di Papua Meningkat

    BNN : Selama Pandemik Covid, Peredaran Narkoba di Papua Meningkat

    • calendar_month Sel, 15 Sep 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 675
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kepala BNN Provinsi Papua, Brigjen Jackson Lapalonga mengatakan selama pandemik covid-19, peredaran Narkoda di Papua meningkat. “Hasil total perhitungan kami dengan pihak Polda Papua, memang cukup besar perputaranya perbulan, analis kami dari BNN bisa melebihi 3-4 kg perbulan selama covid-19, kebanyakan menggunakan jasa pengiriman barang, “ Kata Jackson kepada Pers usai acara […]

  • Kapolresta : Kota Jayapura Sudah Kondusif

    Kapolresta : Kota Jayapura Sudah Kondusif

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 539
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas mengatakan situasi Kota Jayapura pasca aksi demo anarkis pada 29 Agustus lalu saat ini sudah Kondusif. “ Kami dibantu dari BKO  Brimob Indonesia telah melaksanakan kegiatan-kegiatan Kepolisian seperti Patroli Dialogis dan Sambang serta Razia diberbagai tempat untuk membuat masyarakat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas. Untuk […]

  • Kampanye di Sorendiweri, RHP Sebut IMANI Solusi Bagi Supiori

    Kampanye di Sorendiweri, RHP Sebut IMANI Solusi Bagi Supiori

    • calendar_month Sab, 5 Des 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 518
    • 0Komentar

    Supiori, Topikpapua.com, –   Wakil Ketua DPD I Partai Demokrat Papua, Ricky Ham Pagawak (RHP), mengungkapkan bahwa pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Supiori, Drs. Yan Imbab dan Nichodemus Ronsumbre merupakan solusi tepat bagi Kabupaten Supiori. “Jadi saya mau tegaskan bahwa bapak Yan Imbab ini karir birokrasi jelas pernah di Pemerintah Provinsi Papua, pernah di […]

  • Merasa Kehilangan Motor..? Ada 200 SPM Hasil Curanmor di Polresta dan Polsek Jajaran

    Merasa Kehilangan Motor..? Ada 200 SPM Hasil Curanmor di Polresta dan Polsek Jajaran

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, –  Kapolresta Jayapura kota, AKBP Gustav R. Urbinas meminta kepada warga kota jayapura dan sekitarnya yang merasa kehilangan sepeda motor agar segera datang ke Polresta Jayapura kota dan polsek jajaran. Pasalnya saat ini masih terdapat 200 unit sepeda motor tanpa pemilik yang di sita polisi. “ Kemaren ada 208 unit, tadi delapan unit […]

expand_less