Aksi pemalangan dengan orasi di depan pintu keluar bandara Wamena oleh massa Tokoh Pepera dan pejuang veteran Jayawijaya terhadap anggota MRP / ist

Wamena, Topikpapua.com, –  Puluhan massa yang terdiri dari Tokoh Pepera dan Pejuang Veteran yang ada di Wamena melakukan aksi Palang di bandara Wamena. Massa yang berjumlah puluhan ini menolak kedatangan anggota MRP untuk menggelar Rapar Dengar Pendapat terkait Undang-Undang Otsus yang rencananya akan di gelar pada tangal 17 dan 18 November di Wamena.

Akibat aksi pemalangan ini, anggota MRP yang tiba di bandara sejak minggu pagi tak bisa keluar dari ruang kedatangan bandara Wamena.

Dalam orasi yang di gelar di pintu keluar kedatangan bandara Wamena, massa menyampaikan alasan penolakan di gelarnya RDP di Jayawijaya.

Salah satu Tokoh Pepera dan juga Veteran di Wamena, Hengki Heselo dengan pengeras suara mengatakan bahwa warga di Jayawijaya sudah menerima Otsus jilid II dan menolak adanya RDP di Jayawijaya.

“ Bahwa kami orang Wamena itu sudah gambaran kami.., kami sudah menerima Otsus Jilid II, siapa lagi kalian ini, ini bukan orang-orang dari jayawijaya, sembarangan.., jangan bikin suasana kacau di jayawijaya, “Tukas Hengky Heselo, minggu (15/11/20) .

Baca JugaIni Komentar MRP Terkait Aksi ‘Penyanderaan’ di Bandara Wamena

Menurut Hengky selama ini masyarakat di Jayawijaya sudah hidup baik dengan Otsus,” Kami orang jayawijaya sudah jatuh bangun, makan tidur, dengan alam yang selalu bicara.., kami sudah menerima Otsus, “Ujarnya.

Diungkapkan Hengky, bila sejak tahun 2001 masyarakat di jayawijaya sudah menikmati pembangunan dan menilai RDP yang akan di lakukan MRP hanya akan mengacaukan situasi di Jayawijaya.

“Sejak 2001 kami sudah nikmati pembangunan, MRP tidak benar, kamu dapat penolakan, kamu mau hentikan, hentikan sana, jangan datang sini. Kami mau baik.., “Tegasnya.

Dalam aksi orasinya, massa juga meminta meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki Gubernur Papua, DPR yang ada di Papua dan juga MRP terkait penyalahgunaan anggaran Dana Otsus.

“Besok gubernur, DPRP dan MRP segera diperiksa, KPK segera periksa mereka.., jangan menutup kesalahan.., ini kami sudah tau, sudah diambang pintu akhirnya kamu takut baru bikin penolakan otsus jilid II, “ Tukas Hengky.

Berdasarkan pantauan tim Redaksi Topik, setelah menunggu selama kurang lebih 5 jam di bandara Wamena, anggota MRP akhirnya memutuskan untuk kembali ke jayapura, sekitar pukul 16.15 Wit. (Redaksi Topik)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here