Mensos Risma saat berdiskusi dengan korban banjir bandang sentani 2019 di posko Palomo, Sentani / dok Kemensos RI

Jayapura, Topikpapua.com, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan lawatan ke Kabupaten Jayapura untuk menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak bencana banjir bandang tahun 2019. Mensos Risma juga memberikan bantuan guna memperkuat pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Mengawali lawatannya ke Jayapura, Sabtu (07/08/21) Mensos menemui pengungsi korban banjir bandang Sentani tahun 2019 di Posko Pengungsi Palomo, Sentani.

Menurut Mensos Risma, kedatangannya mengunjungi para pengungsi tersebut atas laporan dari ketua FKUB Papua, Pendeta Lipius Biniluk.

“Jadi saya datang ini atas undangan bapak pendeta lipius, infonya ada pengungsi akibat korban banjir bandang 2019 yang belum sempat di data oleh BNPB untuk mendapat bantuan, sehingga saya datang untuk ihat secara langsung, “Ungkap Mensos Risma di depan ratusan pengungsi di daerah Palomo, Sentani, Sabtu (07/08/21).

Mensos Risma juga mengaku akan membantu para pengungsi dengan mambangun 76 rumah layak huni yang rencananya akan di bangun di daerah doyo batu, sentani.

Selain berdiskusi dengan para pengungsi, di hadapan anak-anak yang menunggunya di tenda, Mensos berbincang dan menghibur dengan membacakan cerita. Usai bercerita, Mensos melontarkan beberapa pertanyaan dan dijawab dengan tangkas oleh anak-anak.

Mensos Risma juga memberikan bantuan berupa sembako, buku dan logostik bagi para pengungsi di Posko Palomo Sentani.

Usai berdiskusi dengan para pengungsi, Mensos dan rombongan lalu meninjau lahan yang rencananya akan didirikan hunian untuk pengungsi, di daerah Doyo Baru, Sentani.

Sebanyak 76 rumah akan dibangun untuk warga Jemaat Gereja Eklesia, Milinik Cyckloop yang menjadi pengungsi Posko Palomo. Mensos berharap, dengan  dibangunnya rumah tersebut, pengungsi mendapatkan hunian yang lebih layak.

Mensos bersama pengurus Maga Edukasi Papua / dok Kemensos RI

Didampingi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Papua Pendeta Lipiyus Biniluk, Mensos dan rombongan bergerak ke dua pusat pengembangan SDM yakni di Kompleks ICCI (Indonesia Cross Cultural Institute) dan kemudian ke kantor Maga Edukasi Papua. Di dua lokasi, Mensos menekankan pentingnya pengembangan SDM Papua.

Dengan SDM yang unggul, Mensos yakin putra Papua akan bangkit dan mengejar ketertinggalan. “Penting bagi anak-anak Papua untuk mendapatkan akses pendidikan dan pengembangan vokasional. Dengan SDM yang terdidik, Papua akan bisa mandiri. Seperti kebutuhan akan minyak, bisa dicukupi oleh anak-anak Papua, tanpa harus bergantung dari luar. Caranya dengan mengembangkan minyak dari kelapa yang banyak tumbuh di sini,” kata Mensos saat berkujung ke kantor Maga Edukasi Papua.

Mensos juga memberikan memotivasi bagi anak-anak dan pemuda untuk bersikap optimistis. Kondisi yang mereka hadapi tidak menjadi halangan bagi mereka untuk maju dan hidup sejahtera. “Tuhan tidak membeda-bedakan manusia yang satu dengan yang lain, selama ia memiliki kemauan, ia bisa maju,” katanya.

Ia mencontohkan dirinya pada saat awal menjadi Wali Kota Surabaya, yang dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Dengan kerja keras dan kemitraan dengan semua pihak, warga Surabaya bisa lebih sejahtera. “Anak-anak bisa mendapatkan pendidikan dan kesehatan gratis. Surabaya bisa memberikan beasiswa untuk 3000 mahasiswa. Bisa membangun 300 km jalan,” katanya.

Mensos menyatakan, bahwa tidak ada yang tidak mungkin bila memang kita mau berusaha. Ia mengaku tangannya sampai patah karena harus masuk got untuk melakukan perbaikan saluran air agar Kota Surabaya tidak banjir. “Sudah tiga tahun Surabaya tidak banjir, dulu 50 persen Kota Surabaya terendam banjir,” katanya.

Mensos menyatakan, dalam membangun dan memajukan Kota Surabaya, dilakukan dengan menggerakkan semua potensi tanpa membeda-bedakan asal usul dan latar belakang. Di Surabaya, ia menyatakan sudah cukup dekat dengan warga Papua di Surabaya. Ia mengaku sering Natalan dengan masyarakat Papua.

“Makanya saya dipanggil “mama Papua” sama anak-anak Surabaya,” kata Mensos. Banyak pejabat di Kota Surabaya berasal dari Sabang sampai Merauke termasuk dari Papua. Kepala Dinas Kominfo Surabaya dari Papua. “Itulah kita harus saling menghormati,” katanya.

Mensos Risma saat memberikan bantuan Masker dan vitamin kepada karang taruna kota jayapura / dok kemensos RI

Dalam kesempatan ini, Kemensos menyalurkan berbagai bantuan dengan total nilai Rp949.912.000. Dengan rincian bantuan berupa alat bantu aksesibillitas (kursi roda, tripod, dan walker) sebanyak 152 unit dengan nilai Rp149.850.000. Bantuan kewirausahaan (usaha bengkel tambal ban, usaha stempel, usaha sate ayam, usaha sablon, usaha servis HP, dan usaha kedai minuman) sebanyak 395 paket dengan nilai Rp125.200.000. Bantuan untuk usaha kios, kios pulsa, dan kios sembako sebanyak 20 paket dengan nilai Rp65.600.000.

Bantuan untuk peternakan sapi, kambing dan babi sebanyak 24 paket dengan nilai Rp77.000.000. Kemudian ada juga bantuan untuk kebutuhan dasar yakni makanan, pakaian, penambah daya tahan tubuh, dan masker sebanyak 550 paket dengan nilai Rp532.362.000.

Kemensos juga menyalurkan bantuan masker dan vitamin melalui Karang Taruna Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Bantuan dikirimkan sebanyak 1.270 paket per Kabupaten/Kota, total 2.540 paket bantuan. Kemudian bantuan untuk Kabupaten/Kota yang lainnya akan dikirimkan menyusul menggunakan PT. Pos Indonesia.

Bantuan masker dan vitamin melalui forum kerukunan umat beragama (FKUB) berupa masker medis sebanyak 824 karton, paket vitamin 5.250 paket, vitamin D1000 IU, vitamin C tab 250 mg, dan vitamin Zink tab 20 mg.

Ada juga bantuan untuk persipan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tahun 2021 melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berupa 5 paket Alat Sablon, 1 unit PC i5 Ram 8 Gb (monitor & CPU) dan printer warna, 10 lusin kaos oblong lengan pendek warna warni, dan Buku Cerita Anak. (Redaksi Topik)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here