Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri saat menjalani proses screaning / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri mewajibkan seluruh polisi di Provinsi Papua mengikuti program vaksinasi covid-19 guna membantu pemerintah memutus mata rantai penularan virus corona.

Hal ini dilakukan sesuai perintah Kapolri dan juga karena angka vaksinasi di Papua masih rendah.

“Wajib hukumnya anggota Polri yang ada di Tanah Papua untuk divaksin karena sebagai pemimpin saya punya tanggung jawab untuk mengingatkan mereka,” ujar Fakhiri usai kegiatan pembukaan vaksinasi Covid-19 kepada personel Polda Papua, di Mapolda Papua, Rabu (18/03/21).

Baca Juga : Berikut Nama-Nama Calon Penerima Vaksin Covid-19 Perdana di Papua

Bahkan ia memerintahkan Bindang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Papua untuk mengejar personel Polri yang menolak untuk divaksin.

“Mengenai anggota yang tidak mau di suntik Vaksin maka tugas Kabid Propam Polda papua untuk menangkap dan tetap melaksanakan suntik Vaksin, “Tegas Kapolda.

Fakhiri memastikan setiap personel Polda Papua yang akan ditugaskan ke daerah, sebelumnya mereka wajib divaksin.

Vaksinasi di lingkungan Polda Papua, sambung Fakhiri, juga dilakukan untuk membantu Pemerintah Provinsi Papua mengejar target vaksinasi tahap I dan tahap II.

“Saya sebagai Kapolda Papua akan selalu mendukung semua kegiatan yang berhubungan dengan pencegahan dan penanganan Covid-19  dan mewajibkan kepada seluruh anggota Polri dan ASN Polri di wilayah hukum Polda Papua untuk menerima vaksin Covid-19 dan aktif mendukung  kegiatan Vaksinasi ini,” Jelas Fakhiri.

Baca Juga : Ini Cerita Para Relawan di Papua, Usai di Suntik Vaksin Sinovak

Sampai Maret 2021, data anggota Polri dan ASN di Polda Papua yang berstatus kontak erat sebanyak 836 anggota, suspect 135 anggota dan terkonfirmasi Covid-19 234 personel, dengan data meninggal karena covid-19 sebanyak 7 personel.

Sementara itu dari data Dinas Kesehatan Provinsi Papua, hingga Minggu (14/03/21), vaksinasi tenaga kesehatan tahap pertama mencapai 63,75 persen dan tahap kedua baru mencapai 46,40 persen. Adapun target vaksinasi untuk tenaga kesehatan sebanyak 19.529 orang.

Sementara vaksinasi petugas publik baru mencapai 4,85 persen dari target 289.919 orang. Adapun vaksinasi warga lansia baru 0,18 persen dari target sebanyak  252.800 orang.

Cakupan vaksinasi untuk tenaga kesehatan, petugas publik dan warga lansia baru mencapai 4,79 persen untuk pemberian vaksin yang pertama dan 2,05 persen untuk pemberian vaksin yang kedua. Jumlah keseluruhan target vaksinasi tiga kategori ini sebanyak 562.248 orang. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here