Amankan Amuk Massa, Kasat Intel Polres Yalimo Dikeroyok
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 25 Sep 2020
- visibility 4.699
- comment 0 komentar

Kasat Intel Polres Yalimo saat di rawat pasca menjadi korban penganiayaan/Ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Kasat Intelkam Polres Yalimo Ipda Samuel Yunus menjadi korban penganiayaan massa, di Kabupaten Yalimo, Kamis (24/09/20).
Insiden penganiayaan itu, terjadi setelah Kasat Intel melakukan pengamanan, pencabutan nomor urut calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Yalimo.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan insiden penganiayaan itu, terjadi saat Kasat Intel hendak memberikan himbauan kepada masyarakat, terkait temuan temuan minuman keras di salah satu bengkel.
“Saat hendak komunikasi dengan massa, tiba-tiba salah satu warga melakukan penganiyaan terhadap Kasat Intel dan mengakibatkan massa yang lain juga ikut melakukan penganiayaan,” kata Kabid Humas.
Situasi tersebut tidak dapat dihindarkan, hingga akhirnya, karena terdesak Kasat Intel akhirnya dapat menyelamatkan diri dengan berlari ke Mapolres Yalimo.
“Kasus ini sedang tangani oleh Sat Reskrim polres Yalimo. Kasat Intel Ipda samuel rencananya akan dirujuk ke RS Bhayangkara Jayapura,” kata Kabid Humas nemabahkan saat ini para pelaku sedang di buru.
Kabid menjelaskan, asal mula kejadian itu berawal saat piket SPKT Polres Yalimo mendapat laporan masyarakat, terhadap pengerusakan dan akan dilakukannya pembakaran terhadap bengkel motor di Elelim.
“Jadi ada laporan bahwa bengkel akan di bakar dan mako Polres di rusak karena massa mencurigai di tempat tersebut melakukan penjualan Miras,” katanya.
Dari laporan itu, petugas langsung mendatangi TKP dan menenangkan massa, termasuk melakukan penggeledahan rumah. Dimana dari hasil pengeledahan ditemukan 8 botol Miras jenis Vodka yang berada di dapur tepat di bawah kompor masak.
“Saat itu massa mendesak meminta barang bukti tersebut di bawa ke Polres dengan di arak sepanjang jalan,” kata Kabid Humas.
Namun situasi memanas saat tiba di Polres tepatnya di ruang SPKT, sehingga langsung melakukan pengerusakan terhadap ruang SPKT Polres Yalimo sembari berteriak.
“Tak sampai disitu, massa berteriak sehingga anggota menghalau massa keluar dari Mapolres. Namun massa tetap ngotot dan berkumpul disekitar tower Telkomsel yang jaraknya sekitar 200 Meter dari Mapolres,” jelas Kabid Humas.
Selanjutnya Kasat Intelkam datang dan ingin memberikan pemahaman, namun yang terjadi Kasat Intel justru di aniaya.
Kabid Humas menambahkan situasi pasca kejadian dalam keadaan aman dan kondusif. Personil gabungan TNI/Polri terus melakukan patroli guna mencegah hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




