Mendagri Tito Beberkan Skenario Pemberian Vaksin Corona di Tahun 2022
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 10 Jul 2020
- visibility 931
- comment 0 komentar

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Jendral Pol. (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A, PH.D / ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Jendral Pol. (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A, PH.D memperkirakan vaksin virus corona barulah akan di temukan pada awal tahun 2022.
Hal tersebut di katakan Tito saat menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Pilkada Serentak di 11 Kabupaten Provinsi Papua di Jayapura, Jumat (10/07/20).
Menurut mantan Kapolri tersebut, hingga kini para ahli di dunia termasuk di Indonesia sedang berusaha menemukan vaksin virus corona, menurutnya hingga kini di ketahui virus corona dapat bermutasi dengan tipe-tipe yang berbeda.
“Pemerintah kita berusaha keras supaya akhir tahun ini ditemukan vaksin sendiri, karena virus ini bermutasi dengan tipe – tipe yang berbeda dengan yang ada di Tiongkok, ditemukan dengan penelitian agak berbeda dengan di Eropa maupun Amerika dan di Indonesia, “Katanya.
Dijelaskan Tito, seandainya vaksin bisa di temuan awal atau pertengahan tahun 2021 masih di butuhkan proses produksi hingga beberapa bulan lagi, belum lagi proses pendistribusian ke daerah-daerah yang ada di Indonesia.
“Selanjutnya dalam pemberian vaksin harus di lakukan oleh tenaga medis yang ahli, artinya skenario kalau kita mengandalkan penemuan vaksin paling cepat Tahun 2022, saya tidak ingin menakut – nakuti kita semua, ini rasional saja dengan melihat data yang fakta, “Bebernya.
Lanjutnya, Covid ini menyerang semua usia, ada teori epidemologi tentang penanggulangan penyakit itu minimal harus menggunakan teori head immunity atau kekebalan tubuh.
Terkait pelaksanaan Pilkada serentak di 11 kabupaten di Papua pada tahun 2020, Tito mengaku pihaknya telah berkomunikasi dengan semua pihak, termasuk membahas tatacara dan kemungkinan penundaan proses pilkada bila penyebaran covid-19 di Papua makin meningkat.
“Kita sudah melaksanakan rapat dengan komisi II DPR, saya selaku Mendagri kemudian ke KPU, Bawaslu DKPP, saat itu kita semua sepakat untuk ditunda, KPU menawarkan tiga opsi, yaitu bulan Desember tahun 2020, bulan Maret tahun 2021 dan bulan Desember tahun 2021, dengan asumsi Covid ini akan selesai,”Katanya.
Dalam perjalanan kita akan konsultasi dengan Gugus Tugas Nasional Covid – 19, konsultasi dengan Menteri Kesehatan, konsultasi dengan berbagai tenaga ahli, bidang Kesehatan Nasional maupun Internasional.
“Di Papua masalah sulit banyak, tetapi masih bisa di selesaikan, semoga Pilkada serentak tahun 2020 bisa berjalan dengan lancar dan semoga menciptakan pemimpin yang baik sehingga dapat memajukan Provinsi Papua, “Tutupnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




