Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Kisah Eko Susanto, Pengumpul Sampah di Tengah Wabah Corona

Kisah Eko Susanto, Pengumpul Sampah di Tengah Wabah Corona

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sen, 25 Mei 2020
  • visibility 1.636
  • comment 2 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Namanya Eko Susanto, Pria lajang berusia 34 Tahun asal Ngawi, Jawa timur. Profesinya sebagai pengumpul sampah di perumahan permata indah tanah hitam kota Jayapura.

Dengan gerobak sampah bantuan dari pemerintah Kota Jayapura, Pria lulusan Sekolah menengah atas ini setiap hari berjalan kaki mengintari 210 rumah di perumahan permata indah yang luasnya sekitar 2 hektar.

“ Bila ada sampah yang di letakkan warga di atas pagar atau depan rumah saya ambil, saya kumpulkan dan saya bawa dengan gerobak saya, “ kata Eko kepada saya sambil mengambil salah satu plastik sampah yang di gantung warga di atas pagar rumah. Waktu itu sudah pukul 19.00 Wit.

“Kamu tidak di bayar ka…? tanya saya saat melihat Eko melanjutkan perjalanannya ke rumah berikut. “Ngak mas.., eh maksud saya kadang di kasih kadang tidak,”ujarnya santai.

Ternyata Eko menjalani profesi sebagai pengumpul sampah keliling di perumahan permata indah tanpa mematok harga. “ kenapa tidak minta bayar mas..? tanya saya penasaran.., “saya iklhas mas lakukan ini.., dibayar syukur.., ngak di bayar juga syukur..” jawab sambil tersenyum.

Saya makin penasaran.., “lalu gimana mas membayar uang sewa rumah dan memenuhi makan minum tiap hari..? tanya saya sedikit memaksa..,” Alhamdullilah pak.., tiap hari nya pasti ada yang ngasih imbalan.., ada yang ngasih duit ada juga yang ngasih makanan, “Katanya.

Benar saja.., setelah melewati tiga rumah tanpa menerima imbalan, Kami pun tiba di salah satu rumah warga. Saat Mas Eko mengambil sampah dari depan rumah tersebut, keluar pemilik rumah dan memberikan imbalan uang sebesar 50 ribu rupiah.

Saya sempat kaget dan berpikir, wah enak juga ya.., kalau ada 20 rumah saja yang berikan 50 ribu berarti satu hari mas Eko bisa mendapatkan 1 juta rupiah.

Saya lantas bertanya kepada pemilik rumah tersebut, “Pak tiap hari ngasih berapa sama mas Eko..? pemilik rumah yang kemudian saya ketahui bernama Pak Rosihan tersebut mengaku tidak selalu bisa bertemu dengan mas Eko saat mengambil sampah.

“Sudah hampir seminggu ini pak saya tidak sempat ketemu Eko saat dia ambil sampah, jadi hari ini kebetulan saya dirumah dan melihat mas Eko makanya saya panjar, “Jawab Rosihan dengan tawa sambil menepuk pundak Mas Eko.

Saya lantas ditawari pak Rosihan untuk ngopi bersama di teras rumah nya, sementara Mas Eko melanjutkan tugasnya mengumpulkan sampah warga, “Pak Rosihan dengan apa yang di lakukan mas Eko ini apa membantu warga di perumahan ini..? tanya saya sambil menikmati pisang goreng dan kopi yang di sajikan istri pas Rosihan.

“ Sangat membantu pak.., apalagi kan saat ini lagi ada pembatasan aktifitas dan warga di sini juga rata-rata sibuk semua, jadi terkadang kami tak sempat membuang sampah, “Ujar Rosihan.

Rosihan pun mengaku bila terkadang iba melihat mas Eko yang setiap malam harus berkeliling mengumpulkan sampah warga namun tak pernah mau meminta imbalan.

“ ya kadang saya juga bingung dengan mas Eko ini.., tidak pernah minta apa-apa dari warga disini, di kasih terima, ngak dikasih juga biasa saja.., “ujar Rosihan.

Rosihan mengaku Mas Eko adalah sosok orang yang sangat ramah, rendah hati dan tidak pernah mengeluh, “Saya kadang heran pak.., saat ini kan banyak warga yang mengeluh tidak dapat sembako corona, tapi mas Eko ini tak pernah mengeluh atau bertanya apakah ada bantuan untuk dirinya, Mas Eko saya lihat melakukan tugasnya dengan iklhas..,”Jelas Rosihan.

Asik ngobrol dengan pak Rosihan, Mas Eko pun muncul dengan setumpuk sampah yang sudah memenuhi gerobaknya.

“Sudah mas.., stop sudah, ini sudah malam.., sambil melihat arloji saya yang sudah menunjukkan pukul 23.00 wit.

Saya pun pamit dari rumah pak Rosihan dan membantu mas Eko mendorong gerobak sampahnya menuju kali acai.

“Mas tiap hari bgini ka..? tanya saya.., “iya pak.., kecuali hari minggu saya libur, “jawabnya.

“Hari ini apat berapa mas..? Lumayan pak.., hari ini saya dapat 147 ribu.., sambil menunjukkan uang recehan dari kantong baju orange yang di pakainya.

“Rata-rata warga ngasih berapa mas..? ya beragam pak.., ada yang tidak kasih.., ada yang kasih seribu, ada yang dua ribu, ada yang lima ribu, oiya tadi pak Rosihan ngasih 50 ribu,”sambil menunjukkan uang 50 ribu yang diletakkan terpisah dari uang recehan lainnya.

Kami pun tiba di tempat pembuangan sampah di daerah Kali acai, Mas Eko lalu dengan cekatan melemparkan satu persatu kantong plastik sampah dari gerobaknya ke dalam bak penampungan sampah.

Habis semua sampah dari gerobak, Mas Eko kembali mendorong gerobaknya menuju tempat kostnya yang letaknya tak jauh dari perumahan Permata Indah.

Dalam perjalan pulang saya kembali bertanya, “ mas.., inikan lagi corona, mas tidak takut ka tiap hari kumpul sampah, siapa tau aja mas di sampah itu ada virus coronanya.., “Takut sih pak.., tapi mau bagaimana lagi.., kan saya pakai masker dan sarung tangan,”jawab Eko sambil memperbaiki sarung tangan dan maker yang di pakainya.

Kami berdua pun  tiba di tempat kost mas Eko, “ Pak duduk dulu ya.., saya buatkan kopi..,”pintah Mas Eko dengan ramah sambil mengambil sebuah kursi plastik merah untuk saya.

Saya pun duduk, sambil berpikir.., terkadang hidup ini tak adil, disaat wabah corona melanda, banyak orang yang mengeluh soal sembako, padahal tak semua yang mengeluh tersebut benar-benar kekurangan.

Sementara mas Eko yang seharusnya menerima sembako dari pemerintah, justru tak kebagian, bedanya adalah mas Eko tidak mengeluh seperti warga lainnya.

“Pak jangan melamun.., ujar mas eko sambil menepuk pundak saya dan membawa segelas kopi, “Maaf ya Pak saya agak lama, mandi dulu soalnya, biar coronanya mati, “Ujar Mas Eko santai dengan kain sarung dan kaos kutangnya.

“Mas biaya sewa rumah nya satu bulan berapa..? tanya saya.., “850 ribu pak.., napa pak mau bayarkan uang sewa rumah saya ya.., “ujarnya sambil tertawa…

“hahhaaa.., mas Eko ini.., “becanda pak.., katanya lagi.

“ Mas dengan menjalani profesi pengumpul sampah ini apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari..? Tanya saya sambil menikmati kopi buatan mas Eko.

“Alhamdullilah cukup pak.., kan saya kalau siang juga terkadang nyambi jadi tukang bangunan, tapi saat ini saya istirahat pak karena bulan puasa, “ujarnya.

“Mas.., Awalnya memilih profesi ini karena apa..? tanya saya.., “ Awalnya saya itu kerja bangunan di perumahan permata indah, setelah perumahan jadi dan rumah-rumahnya di tempati, warga banyak yang mengeluh kalau truck sampah jarang masuk ke kompleks, “ jelas Mas Eko.

Lanjutnya, ya udah Pak.., saat itu kebetulan ada gerobak bekas proyek yang nganggur, saya lantas berfikir bagaimana kalau saya bantu warga untuk kumpulkan sampah mereka, setelah minta ijin ke pak RT saya mulai kumpulkan sampah.., “Ujarnya.

Sejak kapan mas..? Tanya saya lagi.., “udah lama Pak.., sekitar 8 tahun lalu.

Kami berdua pun ngobrol sambil melepas tawa, Dari tatapan mata, senyum dan tawa mas Eko, seakan tak ada beban dalam hidupnya.

Karena waktu sudah menunjukkan pukul 00.30 wit, saya pun pamit pulang.

Dari pertemuan saya dengan sosok Mas Eko Susanto, saya belajar Ternyata hidup kalau disyukuri apapun keadaannya akan tetap indah.

Ditengah pandemic Covid-19 yang membuat semua orang panik, takut bahkan Waspada berlebihan, masih ada Mas Eko seorang pengumpul sampah yang tetap bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan padanya. (NugieMTP)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asik Mancing, Seorang Pemuda Tenggelam di Danau Sentani

    Asik Mancing, Seorang Pemuda Tenggelam di Danau Sentani

    • calendar_month Rab, 4 Jan 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Seorang pemuda yang diketahui bernama Banter Wira Admana (31) tengelam di Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, saat memancing, Rabu (4/1/2023) siang. Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Benar tadi siang kami menerima laporan bahwa ada seorang pria tenggelam di Danau Sentani, tepatnya di Kampung Ifale Distrik Sentani Kabupaten […]

  • Waspada! Ada Sniper Panah Wayar di Daerah Koya Timur

    Waspada! Ada Sniper Panah Wayar di Daerah Koya Timur

    • calendar_month Kam, 22 Sep 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, –  Wahyu Cahyono (16), siswa kelas III SMP dikabarkan terluka akibat terkena panah wayar oleh orang tidak dikenal (OTK) di Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kamis (22/9/2022) malam. Kapolsek Muara Tami Kompol Yunan Plitomo membenarkan informasi tersebut. Kata Yunan, pasca terluka panah wayar, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ramela guna mendapatkan perawatan […]

  • Daftar Pemilih Sementara Keerom Sebanyak 53.868

    Daftar Pemilih Sementara Keerom Sebanyak 53.868

    • calendar_month Ming, 13 Sep 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 615
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Keerom Tahun 2020 sebayak 53.868 Pemilih. Jumlah itu, sebagaimana hasil pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutahiran dari 11 Distrik sebagaimana yang di bacakan oleh Panitia Pemilihan Distrik (PPD), Sabtu (12/09/20). “Kita sudah tetapkan hasil DPS sebanyak 53.868 pemilih,” kata Ketua KPU Keerom, Melianus Gobay, Sabtu malam. […]

  • Trigana Air dan Wings Air Kembali Terbang ke Yahukimo

    Trigana Air dan Wings Air Kembali Terbang ke Yahukimo

    • calendar_month Rab, 5 Apr 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Terhitung mulai Rabu (5/4/2023), dua maskapai penerbangan kembali membuka rutenya ke Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, seiring dengan memulihnya keamanan pasca sejumlah kejadian di yang mengakibatkkan terganggunya aktivitas penerbangan. Kapolres Yahukimo AKBP Arief Kristanto mengatakan, hal ini terlihat dari jadwal penerbanganTrigana Air dan Wings Air yang kembali diterbitkan, serta juga suasana di Bandara […]

  • Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Pilot Asing yang Dibunuh KKB di Distrik Alama

    Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Pilot Asing yang Dibunuh KKB di Distrik Alama

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Timika, Topikpapua.com, – Setelah sempat bermalam di lokasi kejadian di Distrik Alama, Kabupaten Mimika, jenazah Kapten Pilot Glen Malcolm Conning akhirnya berhasil di evakuasi tim Gabungan TNI/Polri, Selasa (6/8/2024). Kasatgas Ops Damai Cartenz 2024, Brigjen Faizal Rahmadani mengatakan proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan Helikopter milik TNI-AD. “Tadi pagi Tim Satgas Damai Cartenz-2024 dan gabungan TNI […]

  • Mulai 25 April, Wilayah Batas Kota/Kabupaten Jayapura akan di ‘Lockdown’

    Mulai 25 April, Wilayah Batas Kota/Kabupaten Jayapura akan di ‘Lockdown’

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 8.151
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Pemerintah Kota Jayapura berencana mulai Minggu, 25 April 2020 akan mulai melakukan karantina wilayah di daerah perbatasan Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Langkah ini diambil Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19 dari dan ke Kota Jayapura. “Mulai siang ini kita sudah mulai sosialisasi rencana karantina wilayah di […]

expand_less