Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Anggota DPR RI Asal Papua Kutuk Keras Aksi Penembakan Warga Sipil di Tolikara

Anggota DPR RI Asal Papua Kutuk Keras Aksi Penembakan Warga Sipil di Tolikara

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sel, 12 Nov 2019
  • visibility 1.616
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, –  Anggota DPR RI asal Papua, Willem Wandik, S.Sos mengutuk keras aksi penembakan yang menewaskan seorang warga sipil atas nama Lemitur Wandik (27) yang di lakukan oleh aparat keamanan di Kabupaten Tolikara pada hari sabtu, 09 November 2019.

Menurut Politikus Partai Demokrat tersebut, Aparat keamanan harusnya melindungi rakyat dan bukan melakukan penembakan terhadap warga, apalagi warga sipil.

” Sebagai anggota parlemen RI, Saya mengutuk keras setiap perbuatan oknum aparat yang mengakibatkan tewasnya warga sipil di Tanah Papua, termasuk tewasnya Lemitur Wandik, ” Tegas Willem lewat rilis yang di terima Redaksi Topik, Selasa (12/11/19).

Willem menilai apa yang di lakukan oleh aparat keamanan terhadap Lemitur dan teman-temannya sudah berlebihan, apalagi di ketahui korban Lemitur adalah seorang Mahasiswa.

” Bagaimana mungkin, seorang Lemitur Wandik yang hanya seorang mahasiswa dapat mengancam nyawa aparat militer, sehingga harus di tembak, “Kata Willem.

Atas peristiwa ini Willem meminta kepada pimpinan TNI – Polri di tanah Papua untuk segera mengoreksi SOP di lapangan dan menindak tegas anggota yang menembak Lemitur hingga tewas.

” Penembakan oleh aparat keamanan sudah menjadi perilaku yang terus berulang di Tanah Papua, dan peristiwa ini tidak pernah dikoreksi oleh Perwira Militer. Entah dengan tujuan apa, para Jenderal justru membiarkan warga sipil tewas dalam masalah yang sepele, ” Beber Willem.

Lanjutnya, Ini secara jelas merupakan kejahatan kemanusiaan, dan ini harus segera di hentikan.

” Bagi orang diluar Tanah Papua, masalah ini tidak begitu mereka pahami, bahwa perilaku oknum aparat keamanan di Papua selalu menciptakan korban pada satu pihak saja yaitu warga sipil. Ketika terjadi kerusuhan sosial sebagai aksi balas dendam warga, baru kemudian media ramai – ramai memberitakan, bahwa OAP berbuat keributan dan kerusakan.., Padahal sumber masalahnya adalah sikap arogansi Aparat yang tidak mampu mengendalikan diri untuk menangani masalah sosial di Tanah Papua, dan selalu berujung dengan penembakan yang mengakibatkan tewasnya warga sipil yang tidak bersalah, ” Jelas Willem.

Willem berharap Seluruh aparat keamanan yang bertugas di Tanah Papua harus belajar dari pengalaman masa lalu, dimana setiap persoalan penembakan warga sipil khususnya OAP akan berdampak pada stabilitas keamanan nasional di Tanah Papua, dan semakin mencoreng citra negara di Tanah Papua dan didunia internasional.

” Secara reguler kami selalu mengingatkan aparat Militer dalam berbagai kesempatan di forum – forum resmi DPR RI, bahwa menghargai satu nyawa di Tanah Papua sama pentingnya dengan mempertahankan eksistensi negara di Tanah Papua.., Maka dari itu, setiap nyawa yang melayang sia – sia karena ulah oknum aparat, dan sikap defensif lembaga Militer yang terus melindungi oknum aparat yang mengakibatkan tewasnya warga sipil OAP, akan semakin menyuburkan perilaku, sikap dan keyakinan generasi muda di Tanah Papua untuk melawan negara, ” Beber Willem.

Anggota DPR RI Asal Tolikara itu juga menjelaskan bila penyelesaian konflik di Tanah Papua bukan hanya dengan pembangunan semata, namun lebih kepada bagaimana pemerintah Pusat menyembuhkan luka masa lalu yang dialami oleh orang Papua.

” Tanah Papua tidak membutuhkan janji –  janji pembangunan, yang hanya akan merubah hutan – hutan, gunung – gunung dan lembah – lembah menjadi kawat kawat besi, gedung gedung pencakar langit, beton dan aspal, melainkan Orang Papua hanya membutuhkan Perlindungan Hak Asasi Untuk Hidup, dan tidak dibunuh dengan alasan apapun, Orang Papua membutuhkan Lembaga Peradilan dan Hukum yang bersifat adil bagi semua warga negara, ” Jelas nya.

Willem Wandik juga menyayangkan adanya pemberitaan dari beberapa media yang dinilai tidak seimbang dalam menyampaikan fakta, menurutnya Lemitur Wandik hanyalah korban dari amarah aparat yang tidak menemukan pelaku pemukulan terhadap anggota TNI saat kejadian terjadi.

” Saya mendapat laporan dari lapangan bila Lemitur di tembak sejumlah oknum aparat keamanan saat mengejar seorang pemuda yang terlibat keributan dengan seorang oknum TNI, Sesunguhnya pada saat itu Lemetur sudah lari karena ketakutan dikejar TNI dan berada di tempat yang sangat jauh dari tempat kejadian keributan, Selain Lemetur ada juga beberapa warga yang terluka akibat peristiwa tersebut, ” Pungkas Willem.

Sebelumnya pihak Kodam XVII/Cenderawasih lewat Kapendam, Kolonel Cpl Eko Daryanto  menjelaskan bila kericuhan berawal saat beberapa anggota TNI berusaha mengamankan sekelompok pemuda yang mabuk dan sedang merusak sebuah kios di jalan Giling Baru, Karubaga, Sabtu (09/11/19) siang.

” Saat sedang patroli anggota kami melihat adanya aksi pengerusakan yang di lakukan oleh sekelompok pemuda terhadap sebuah kios, saat itu anggota kami ingin mengamankan aksi tersebut, namun malah di serang akibatnya salah satu anggota kami mengalami luka di pelipis sebelah kanan, ” Ungkap Kolonel Eko.

Lanjut Kolonel Eko, Karena terjadi penyerangan terhadap anggota, maka anggota mengeluarkan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan warga yang mabuk, ” korban dan 2 orang temannya melarikan diri turun ke jurang dan arah sungai di Jln Giling Batu kemudian di kejar oleh aparat sambil diberikan tembakan peringatan, ” Lanjut Eko.

Kolonel Eko mengaku, walau telah di berikan tembakan peringatan namun para pelaku pelaku tidak mengindahkan tembakan peringatan dengan terus mengancam dan menyerang aparat dengan menggunakan parang dan batu.

” Karena terancam aparat kembali melepaskan tembakan peringatan agar tidak melarikan diri, namun para pelaku malah menyerang aparat yang akhirnya mengakibatkan korban Yalimen/Lemitur Wandik terkena tembakan, ” Jelas Kolonel Eko.

Korban Yalimen/Lemitur Wandik sempat di larikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Sementara salah satu rekan pelaku atas nama Yakoka Wandik berhasil diamankan di Polres guna diambil keterangan dan pengusutan lebih lanjut.

Pasca tewasnya Yalimen/Lemitur Wandik, situasi di distrik Karubaga mencekam. berdasarkan informasi yang di terima Redaksi Topik dari warga di Karubaga, massa sempat membakar sebuah rumah yang di duga kuat merupakan pabrik pembuat minuman keras lokal (MILO).

Massa juga nampak berkumpul di beberapa titik di dalam kota Karubaga. Aparat Kepolisian dan TNI hingga saat ini nampak masih bersiaga di beberapa titik di kota Karubaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua SKPD di Mimika Apresiasi Program Binmas Noken

    Dua SKPD di Mimika Apresiasi Program Binmas Noken

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Mimika, Topikpapua.com, – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Mimika Michael R. Gomar mengapresiasi kegiatan sosialisasi penanaman ubi madu yang digelar oleh Binmas Noken Polri untuk masyarakat Kabupaten Mimika, menurutnya kegiatan sosialisasi tersebut sangat bermanfaat untuk pemberdayaan masyarakat khususnya beberapa suku yang ada di Wilayah Mimika. “ Kegiatan sosialisasi Binmas Noken sangat bagus dan berdampak luar […]

  • Semarak HPN 2025, PLN Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon Hingga 50%

    Semarak HPN 2025, PLN Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon Hingga 50%

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle topik papua
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Jakarta, Topikpapua.com, – Memperingati Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2025, PT PLN (Persero) memberikan apresiasi kepada pelanggan setianya melalui program spesial bertajuk Kado Listrik Ceria (KALCER). Program ini menghadirkan promo diskon tambah daya listrik 50% yang berlaku mulai 4 hingga 17 September 2025. Promo ini dapat dinikmati oleh seluruh pelanggan tegangan rendah satu fasa di semua […]

  • Panglima TNI: Kebijakan Baru Pola Pengamanan di Papua Kedepankan Pembinaan Teritorial dan Sosial

    Panglima TNI: Kebijakan Baru Pola Pengamanan di Papua Kedepankan Pembinaan Teritorial dan Sosial

    • calendar_month Rab, 1 Des 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan gelar pasukan satuan tugas (satgas) di Papua akan diterapkan sama dengan di daerah lainnya. Mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) itu mengungkapkan, kebijakan baru pengamanan di Papua lebih menggunakan pola pendekatan pembinaan teritorial (binter) dan komunikasi sosial (komsos) yaitu mengedepankan tugas Kodim dan Babinsa yang bersentuhan langsung […]

  • Astra Motor Papua akan Launching New Vario 125

    Astra Motor Papua akan Launching New Vario 125

    • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Astra Motor Papua selaku Main Dealer sepeda motor Honda di Papua & Papua Barat akan menggelar regional launching New Vario 125 Jadikan Harimu Istimewa, di Alun-Alun Aimas, Sorong, Sabtu (19/11/2022). Berbagai kegiatan dan hiburan juga akan memeriahkan acara ini. Erick Winardi Kusumo selaku Manager Marketing Astra Motor Papua mengatakan New Vario 125 […]

  • Menang Tipis Atas Deltras FC, Persipura Kokoh di Puncak Klasmen

    Menang Tipis Atas Deltras FC, Persipura Kokoh di Puncak Klasmen

    • calendar_month Ming, 18 Sep 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com – Persipura Jayapura makin kokoh di puncak klasmen wilayah timur Liga 2 Indonesia setelah menang tipis atas tamunya Deltras Sidoarjo FC di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Minggu (18/9/2022). Satu-satunya gol kemenangan klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut dicetak olah Ramai Rumakiek pada menit 23. “Kami bersyukur bisa mendapat tiga poin sehingga kami tetap berada […]

  • Yanto Eluay: Jangan Ada Kegiatan Politik Terkait Kematian Alm Theys Eluay

    Yanto Eluay: Jangan Ada Kegiatan Politik Terkait Kematian Alm Theys Eluay

    • calendar_month Sen, 8 Nov 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Sentani, Topikpapua.com, – Ondofolo Sentani Yanto Eluay yang juga merupakan anak dari Almarhum Theys H. Eluay meminta semua pihak baik kelompok maupun perorangan untuk tidak memanfaatkan hari kematian orang tuanya untuk kepentingan politik. “Sebelumnya kami keluarga besar almarhum Theys Eluay, telah melakukan deklarasi damai pada tanggal 10 November 2018, dimana dalam deklarasi damai itu, ada […]

expand_less