Hasil Rapid Non-Reaktif, Jenasah Warga Hamadi di Makamkan Secara Umum, Malamnya Hasil PCR Positif..!
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 19 Mei 2020
- visibility 19.416
- comment 1 komentar

Dok Pemakaman Jenasah Covid-19 di Buper Waena/ ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Satu dari dua pasien covid-19 kota Jayapura yang di laporkan meninggal dunia ternyata di makamkan tanpa mengikuti protokol Covid-19.
Kepala dinas kesehatan kota Jayapura, Dokter Nyoman Sri Antari kepada Redaksi Topik mengungkapkan bila jenasah warga hamadi tersebut awalnya berdasarkan hasil rapid test dinyatakan non-Reaktif sehingga keluarga meminta untuk di makamkan secara umum.
“Pasien kita yang di Rumah sakit angkatan laut itu awalnya test rapid non-Reaktif, jadi waktu meninggal di makamkan secara umum, nanti setelah pemakaman, malamnya barulah hasil pemeriksaan Swab PCR nya keluar dan ternyata positif, “Jelas Dokter Nyoman.
Dijelaskan Dokter Nyoman bila kematian pasien tersebut terjadi pada senin (18/05/20) kemaren dan datanya baru di masukkan untuk hari ini karena yang diumumkan hanyalah pasien meninggal dunia dengan status positif hasil PCR.
“Pasien ini kan meninggalnya kemaren, dan waktu itu meninggal dengan status rapid non-reaktif jadi tidak kita masukkan dalam data pasien meninggal covid, nanti malamnya setelah hasil PCR keluar hasilnya positif barulah kita masukkan data nya di hari ini, “Beber Dokter Nyoman.
Dokter Nyoman juga menyesalkan bila proses pemakaman jenasah tersebut tidak mengikuti protokol covid-19, “ Ini juga yang menjadi masalah kami.., kami maunya di masa covid ini semua jenasah di perlakukan secara covid, namun terkadang ada penolakan dari keluarga, tapi kami juga tak bisa salahkan mereka, karena saat itu memang hasil rapidnya non-reaktif,”Bebernya.
Dengan keadaan ini, Dokter Nyoman meminta kepada keluarga dan warga yang mengikuti proses pemakaman jenasah tersebut agar segera di Rapid, “iya karena kita taunya jenasah positif pada malam hari dan sudah terlanjur di makamkan tanpa protoko covid, maka kami akan rapid semua yang terlibat dalam proses pemakaman, “Kata dokter Nyoman.
Sementara itu satu pasien lainnya yang meninggal dunia adalah pasien yang di rawat di Rumah sakit Abepura. Menurut Dokter Nyoman untuk pasien yang di Rumah sakit Abepura tersebut kondisinya stabil dan tak ada gejala.
“Kalau yang pasien di rumah sakit abepura itu kondisinya baik dan kami tim medis justru berfikir pasien tersebut akan sembuh, namun sorenya sekitar pukul 17.30 meninggal dunia, “Kata Dokter Nyoman.
Dikatakan dokter Nyoman untuk pasien asal Rumah sakit Abepura ini juga adalah warga hamadi dan telah makamkan dengan protokol covid-19 di pemakaman khusus covid di daerah Buper Waena.
Kehilangan dua Pasien, Satgas Covid-19 Papua Terpukul
Sementara itu, Jubir Satgas Covid-19 Papua, dokter Silwanus Sumule mengatakan pihaknya sangat terpukul dengan meninggalnya dua pasien covid-19 asal kota Jayapura.
Diakui Sumule selama ini pihaknya telah berhasil menahan angka kematian covid-19 di Papua selama 39 hari, dan hari ini harus kehilangan dua pasien.
“ Setelah 39 hari kita bebas dari kematian hari ini ada 2 kematian, kami tim medis telah berusaha sekuat tenaga dengan fasilitas yang ada, namun Tuhan berkehendak lain. Dengan tambahan 2 kasus kematian ini kami jujur di satgas sangat terpukul, “Kata Sumule kepada Pers, Selasa (19/05/20) malam.
Menurut Sumule, kedua pasien sempat di rawat 5 sampai 7 hari di rumah sakit. Usia kedua pasien di atas 50 tahun dan mempunyai penyakit penyerta.
“Kedua pasien tersebut masuk dalam keadaan sakit ringan dan sedang namun kondisinya di perparah karena ada penyakit penyerta, Kami tim satgas covid-19 Papua menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan dan kami percaaya Tuhan akan memberikan penghiburan bagi keluarga yang di tinggalkan, “Pungkas dokter Sumule. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




