Masih ada 110 Sampel Swab Hasil Rapid Reaktif dari Kota Jayapura yang Belum di PCR
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 14 Mei 2020
- visibility 821
- comment 0 komentar

Dokter Nyoman Sri Antari saat memberikan sosialisasi rapid test kepada warga pasar hamadi / Dok
Jayapura, Topikpapua.com, – Pemerintah Kota Jayapura hingga kini gencar melakukan rapid massal di sejumlah daerah yang masuk zona merah di kota jayapura.
Warga yang Hasil Rapid di temukan Reaktif selanjutnya akan di karantina di hotel Sahid jayapura, sambil menunggu pengambilan dan pemeriksaan sampel swab dengan metode PCR.
Kepala dinas kesehatan kota Jayapura, dokter Nyoman Sri Antari mengatakan hinga kini masih ada sekitar 100 sampel swab asal kota jayapura yang menunggu antrian untuk di PCR.
“Sampel swab kita yang dari kota jayapura yang belum di periksa PCR itu ada sekitar 37, tambah lagi yang 73 orang yang di hotel sahid , jadi sekitar 100 sampel swab kita yang masih antri untuk di PCR, “Kata dokter Nyoman kepada Redaksi Topik, Kamis (14/05/20).
Dijelaskan Dokter Nyoman, saat ini juga tim gugus tugas covid-19 kota Jayapura tengah mengambil swab dari warga pasar hamadi yang di karantina di hotel sahid, termasuk 40 tahanan polresta jayapura yang saat ini berada di tiga rumah sakit di kota Jayapura.
“yang 73 itu yang kemarena, itu belum semuanya yang di hotel sahid, karena pengambilan swab itu kan ada protokol kesehatannya, jadi tidak bisa asal ambil, jadi kita gilir. Ada juga 40 swab dari tahanan polresta yang saat ini di karantina di 3 rumah sakit, “Jelas dokter Nyoman.
Dirinya berharap agar proses pengambilan swab dari warga yang rapid reaktif bisa segera di lakukan, agar pemeriksaan PCR juga bisa cepat dilaksanakan.
“Inikan hotel sahid hanya ada 102 kamar dan 200 tempat tidur, sementara jumlah warga yang rapid reaktif sudah lebih dari jumlah itu, jadi kalau cepat di PCR hasil yang negatif bisa dipulangkan sehinga kamarnya bisa dipakai untuk yang lainnya, “Beber Nyoman.
Dokter Nyoman mengaku saat ini pihaknya tengah melakukan rapid massal lanjutan di daerah hamadi dan daerah entrob, sehingga dikuatirkan bila hasil rapid reaktif bertambah maka akan kesusahan untuk mencari tempat karantina tambahan.
“Hari ini saja kita lanjutkan Rapid Massal di wilayah hamadi dan entrob, yang di hamadi tadi sekitar sekitar 500 san orang dan yang di entrob sekitar 100 san. Kita juga tadi rapid di kejaksaan sekitar 60 orang, “Ungkap Dokter Nyoman.
Lanjutnya, bila nantinya hasil rapid tersebut reaktif maka dipastikan tim gugus tugas kota jayapura akan kewalahan untuk mencari tempat karantina.
“ kan saat ini yang bisa di pakai itu baru hotel Sahid, hotel muspago dan diklat jayapura belum bisa di pakai karena masih ada beberapa hal yang harus dibahas. Yang di hotel Mustago itu kalau tidak salah karena masih ada KPU ya, “Jelas Nyoman. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




