Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Kunker Gubernur Papua, Biro PAP: Pengembangan Ekonomi Rakyat Harus Berbasis Budaya Lokal

Kunker Gubernur Papua, Biro PAP: Pengembangan Ekonomi Rakyat Harus Berbasis Budaya Lokal

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, – Pemerintah Provinsi Papua mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis komoditas unggulan lokal melalui hilirisasi dan pengembangan industri awal di daerah pesisir Papua.

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua, Dr. Andry, mengatakan hasil kunjungan kerja Gubernur Papua ke enam kabupaten menunjukkan masyarakat sebenarnya telah memiliki potensi ekonomi yang diwariskan secara turun-temurun.

“Kalau perekonomian kita di Papua itu bukan hanya jumlahnya, tapi masyarakat secara turun-temurun sudah mengerjakan komoditas unggulan mereka,” kata Andry di Biak Numfor, Minggu (24/5/2026).

Ia menjelaskan, setiap daerah memiliki potensi berbeda yang perlu diperkuat melalui campur tangan pemerintah. Di Kabupaten Sarmi misalnya, masyarakat telah lama mengembangkan kelapa dan kopra. Sementara di Mamberamo Raya berkembang sektor perikanan dan perkebunan. Begitu juga dengan daerah lainnya.

Menurutnya, pemerintah harus hadir untuk memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat melalui peningkatan nilai tambah produk lokal.

“Katakanlah di Kepulauan Yapen hanya rumput laut, kita tingkatkan lagi nilai tambahnya. Minimal ada pengolahan awal sehingga ada peningkatan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Andry mengatakan langkah tersebut sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama penguatan ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi hijau serta ekonomi biru.

“Selama enam kabupaten yang kita kunjungi, hampir semuanya wilayah pesisir. Berarti perlu pengembangan ekonomi biru dari sektor kelautan dan perikanan,” katanya.

Selain itu, Pemprov Papua juga akan mendorong pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas antardaerah agar distribusi komoditas unggulan menjadi lebih efektif.

“Komoditi base infrastruktur kita perkuat untuk mendukung komoditas unggulan masyarakat,” ucap Andry.

Ia menambahkan pengembangan ekonomi Papua ke depan akan dilakukan secara kolaboratif antarkabupaten, termasuk pengembangan industri dan pariwisata berbasis potensi lokal.

“Tidak bisa daerah kerja sendiri-sendiri. Harus ada kerja bersama antar kabupaten supaya ekonomi Papua tumbuh berkelanjutan,” katanya.

Investasi Kontekstual yang Libatkan Masyarakat Adat

Begituhalnya dengan konsep investasi kontekstual yang harus mengedepankan perlindungan masyarakat adat serta penguatan ekonomi lokal berbasis sumber daya alam berkelanjutan.

Menurut Andry, Investasi di Papua tidak boleh meminggirkan masyarakat adat, “Investasi Papua adalah investasi yang kontekstual. Investor masuk bukan untuk meninggalkan masyarakat, tetapi bersama-sama mengembangkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan, kebijakan investasi di Papua akan disesuaikan dengan karakteristik sosial dan budaya masyarakat asli Papua. “Tanah itu tidak dibeli, tanah itu tidak diambil alih. Itu yang menjadi perhatian Pak Gubernur,” tambahnya.

Menurut Andry, pemerintah provinsi saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan sektor perbankan untuk memperkuat akses pembiayaan masyarakat.

Ia mengatakan salah satu fokus utama adalah meningkatkan akses keuangan bagi petani dan pelaku usaha kecil melalui program pengembangan ekonomi daerah.

“Kita akan dorong bagaimana petani mendapatkan akses perbankan dan pendampingan terkait sistem perbankan,” katanya.

Andry menilai, pola bantuan langsung dari pemerintah tidak bisa terus dilakukan karena dinilai kurang berkelanjutan.

“Tidak semata-mata pemerintah harus kasih bantuan terus. Kalau masyarakat sudah mengenal perbankan dan bisa mandiri, itu lebih sustain,” ujarnya.

Selain akses pembiayaan, Pemprov Papua juga akan memperkuat komoditas unggulan di tiap daerah agar saling mendukung satu sama lain.

“Nanti masing-masing daerah punya komoditas unggulan yang saling mendukung dengan daerah lain,” katanya.

Ia menambahkan pemerintah juga akan memberikan regulasi dan perlindungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat tanpa mematikan ruang usaha lokal.

“Pemerintah hadir memberi kebijakan dan proteksi, tapi tidak mematikan ekonomi masyarakat,” ujar Andry.

Pariwisata Terintegrasi Antar Kabupaten di Kawasan Teluk Cenderawasih

Dari sektor pariwisata, Andry Mengatakan setiap daerah di Papua memiliki destinasi unik yang dapat dikembangkan secara bersama-sama.

“Potensi wisata itu luar biasa. Tidak bisa kerja sendiri-sendiri, harus ada kerja bersama antar kabupaten untuk mendukung pariwisata,” kata Andry.

Ia mencontohkan potensi wisata di Mamberamo Raya yang dinilai unik dan memiliki daya tarik besar bagi wisatawan luar Papua.

“Kita naik ke Kasonaweja, menerobos arus sungai, itu mungkin biasa bagi kita, tapi bagi orang luar itu pasti luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, kekayaan alam dan budaya di wilayah seperti Teba, Trimuris, Kasonaweja hingga Bagusa sangat bisa menjadi modal besar untuk membangun destinasi wisata unggulan Papua.

Andry mengatakan Pemprov Papua akan menyusun konsep destinasi prioritas di tiap daerah agar terhubung dalam satu jalur wisata.

“Bagaimana destinasi prioritas di Sarmi seperti apa, di Mamberamo Raya seperti apa, itu kita buat jadwal destinasi,” tambahnya.

Penguatan Ekonomi Rakyat lewat Koperasi dan Kampung Nelayan

Selain pariwisata, pemerintah juga akan memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat melalui program koperasi dan kampung nelayan.

“Perlu diperkuat ekosistemnya. Ada koperasi merah putih, ada kampung nelayan, itu bagian menumbuhkan ekonomi di level masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut persoalan utama di banyak daerah sebenarnya sama, yakni potensi besar yang belum dioptimalkan.

“Potensi besar, tapi belum dioptimalkan. Karena itu tangan pemerintah harus masuk untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Andry.

Menurut dia, pembangunan ekonomi Papua harus berbasis pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau dikelola dengan baik dan ada nilai tambahnya, maka pendapatan masyarakat dan nilai tukar petani juga akan meningkat,” ujarnya. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less