Serius Hadirkan Kereta Api di Papua, Gubernur Fakhiri: Awal Mei Tim Ahli PT KAI Survei Lokasi
- account_circle topik papua
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 129
- comment 0 komentar

Jakarta, Topikpapua com, – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mendorong percepatan rencana pembangunan kereta api di Papua sebagai upaya memperkuat konektivitas antarwilayah. Langkah ini ditandai dengan rencana survei awal oleh tim ahli dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Tim Khusus Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang dijadwalkan berlangsung pada awal Mei 2026.
Pertemuan dengan jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia pada Selasa (14/4/3026) di Jakarta, menjadi langkah awal Pemerintah Provinsi Papua dalam upaya menghadirkan moda transportasi darat modern di wilayah timur Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan konektivitas antarwilayah di Papua.
“Rencana pembangunan kereta api bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari tahapan konkret yang tengah disiapkan bersama pemerintah pusat dan pihak terkait, khususnya Presiden Prabowo Subianto,” kata Fakhiri di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Menurut dia, meskipun rencana awal akan difokuskan pada jalur Kota Jayapura hingga Kabupaten Jayapura. Namun, proyek tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan jaringan transportasi yang lebih luas di Papua.
“Semoga ini menjadi awal pengembangan jaringan transportasi yang mampu meningkatkan konektivitas dan mempercepat pembangunan di Papua,” ujarnya.
Ia menambahkan, kereta api nantinya tidak hanya digunakan sebagai sarana transportasi penumpang, tetapi juga untuk mendukung distribusi logistik dan mobilisasi barang guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jika tidak ada kendala, akhir bulan ini tim dari KAI bersama tim khusus provinsi akan turun melakukan survei jalur potensial,” ucapnya.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin menyambut baik inisiatif Pemerintah Provinsi Papua. Ia menilai langkah tersebut sebagai sinyal positif dalam mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Pembangunan kereta api di Papua bukan hanya soal transportasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun peradaban dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bobby.
Ia menambahkan, dari sisi ekonomi, kehadiran kereta api diyakini mampu membuka akses baru, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Menurut dia, proyek tersebut juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah Timur Indonesia.
“Nantinya kehadiran kereta api merupakan implementasi pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




