Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Isu Agama dan Klaim Wilayah Adat Pada PSU Papua

Isu Agama dan Klaim Wilayah Adat Pada PSU Papua

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
  • visibility 390
  • comment 0 komentar

Opini

Ditulis Oleh : Victor Buefar (Pemuda Papua)

Papua adalah rumah bagi keragaman, suku, budaya, agama, dan sejarah yang unik. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan peningkatan penggunaan isu agama dan klaim wilayah adat dalam ranah politik praktis. Hal ini tidak membawa kemajuan atau persatuan, melainkan memperdalam jurang perpecahan sosial, politik, dan bahkan berpotensi mengarah pada konflik horizontal ditengah masyarakat.

Dasar-Dasar Hukum

1. UUD 1945 Pasal 28E Ayat (1-2) : Menjamin hak setiap orang untuk memeluk agama dan menyampaikan pendapat tanpa tekanan. Penyalahgunaan isu agama dalam politik melanggar prinsip kebebasan dan mendorong diskriminasi.

2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu : Pasal 280 Ayat (1) huruf c dan d melarang pelibatan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan) dalam kampanye politik.

3. UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua : Mengedepankan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan adat istiadat Papua, namun bukan untuk dijadikan alat politik yang memecah belah.

Argumentasi, Mengapa Isu Agama dan Adat Berbahaya Jika Dipolitisasi ?

1. Memecah Belah Masyarakat : Ketika isu agama atau klaim adat dijadikan alat politik, masyarakat cenderung terbelah atas dasar identitas primordial, bukan visi dan program pembangunan.

2. Menciptakan Diskriminasi Terselubung: Masyarakat non-adat atau berbeda agama merasa termarjinalkan dalam hak-haknya sebagai warga Papua yang setara.

3. Menurunkan Kualitas Demokrasi : Pemilu menjadi ajang adu sentimen bukan adu gagasan, program, dan integritas calon.

4. Menjadi Pemicu Konflik Horizontal : Politik identitas yang mengandalkan agama atau adat seringkali memunculkan kekerasan atau intimidasi terhadap kelompok tertentu.

Contoh Kasus Nyata di Papua dan Daerah Lain :

1. Konflik Politik dan Agama di Papua (Kasus Isu Babi Hutan) : Baru-baru ini, dalam kontestasi politik di Papua, muncul isu bahwa salah satu kandidat disebut sebagai “babi hutan”, istilah yang memicu kegaduhan karena mengandung konotasi yang merendahkan dan menyulut konflik antar wilayah dan agama. Isu ini digunakan untuk memobilisasi basis tertentu, namun justru menimbulkan ketegangan antar suku dan komunitas agama di wilayah Tabi dan Saireri.

2. Pilkada DKI Jakarta 2017 : Walau bukan di Papua, Pilkada ini adalah contoh nyata bagaimana isu agama digunakan secara brutal dalam kampanye. Akibatnya, terjadi polarisasi tajam antara umat beragama, bahkan masih terasa hingga sekarang dalam kehidupan sosial. Ini menjadi cermin buruk jika diterapkan di Papua yang pluralitasnya sangat rapuh.

3. Klaim Wilayah Adat dalam Konflik DOB Papua : Beberapa kelompok elite menggunakan klaim wilayah adat sebagai alasan penolakan Daerah Otonomi Baru (DOB), bukan karena kepentingan rakyat tetapi demi menjaga kuasa politik wilayah tertentu. Hal ini membuat rakyat terpecah dan menciptakan kecurigaan antar suku di Papua seperti orang pesisir dan juga orang pegunungan.

Solusi dan Rekomendasi :

1. Edukasi Politik dan Hukum Kepada Masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa politik identitas yang ekstrem tidak akan membawa Papua ke arah pembangunan, tetapi memperlambat integrasi sosial dan ekonomi.

2. Mengangkat Program, Bukan Identitas, Oh iyah Kandidat politik seharusnya berlomba menyampaikan program yang menyentuh kebutuhan rakyat seperti pendidikan, ekonomi, dan infrastruktur, bukan mempermainkan sentimen agama dan adat.

3. Peran Tokoh Adat dan Agama Sebagai Perekat, Para tokoh harus mengambil peran sebagai penjaga kedamaian, bukan menjadi alat politik praktis.

Akhir kata pesan saya bahwa Politik identitas berbasis agama dan adat adalah jalan sempit yang menghambat kemajuan Papua. Jika kita ingin Papua bangkit dan setara dengan daerah lain, maka kita harus keluar dari jebakan politik sektarian. Bangunlah Papua di atas dasar persatuan, keadilan sosial, dan penghargaan atas perbedaan.

“Papua tidak butuh pemimpin yang memperalat agama dan adat, tetapi yang mengangkat martabat semua anak Papua”

Soli Deo Gloria, Tuhan Yesus Memberkati Tanah Papua

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paska Penembakan Pesawat Trigana Air, Polda Papua Perkuat Pasukan di Yahukimo

    Paska Penembakan Pesawat Trigana Air, Polda Papua Perkuat Pasukan di Yahukimo

    • calendar_month Sel, 14 Mar 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Deka, Topikpapua.com – Paska-penembakan pesawat Boing 737 seri 500 Trigana Air IL-222, PK YSC di bandara Noop Goliat, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo pada Sabtu (11/3/2023), Polda Papua memperkuat aparat keamanan di Kabupaten Yahukimo. Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan, paska penembakan pesawat, polda Papua telah mengirim satu kompi Brimob ke kabupatrn Yahukimo guna memperkuat […]

  • Honda DBL Papua Series Resmi Dimulai

    Honda DBL Papua Series Resmi Dimulai

    • calendar_month Rab, 22 Jan 2025
    • account_circle topik papua
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda Developmental Basketball League (DBL) Papua Series Musim 2024/2025 resmi dibuka dengan penuh semangat di GOR Cenderawasih Senin (20/01/2025). Acara pembukaan ini dihadiri oleh ratusan penggemar dan pendukung olahraga basket terutama para remaja yang ingin menonton keseruan dari Honda DBL. Selain itu acara pembukaan ini dihadiri […]

  • Menuju New Normal, Pemkot Jayapura Lakukan Ini

    Menuju New Normal, Pemkot Jayapura Lakukan Ini

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 2.690
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano menegaskan pihaknya akan terus melakukan sweeping atau penertiban terhadap pelaku usaha dan juga masyarakat Kota Jayapura yang tidak mematuhi protocol kesehatan covid-19. BTM sapaan akrap Walikota bahkan mengaku akan menindak tegas pelaku usaha yang masih bandel dan tidak taat akan aturan yang telah di keluarkan oleh […]

  • 4 Pegawai PT Istaka yang Selamat dari KKB dan 8 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Nduga

    4 Pegawai PT Istaka yang Selamat dari KKB dan 8 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Nduga

    • calendar_month Sel, 4 Des 2018
    • account_circle topik papua
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com,  – Sebanyak 12 orang masyarakat sipil berhasil di evakuasi dari Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, ke Wamena Ibukota Kabupaten Jayawijaya, Selasa (4/12/2018). Data yang diperoleh dari Kodim 1702/Jayawijaya 12 orang masyarakat sipil yang berhasil di evakuasi sore tadi langsung dibawa ke Raider 756/WMS. Dari 12 orang yang di evakuasi, terdapat 4 orang pegawai […]

  • Seorang IRT di Koya Barat Tewas Ditabrak 2 Pemuda

    Seorang IRT di Koya Barat Tewas Ditabrak 2 Pemuda

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Wele Punangge (37) menghembuskan nafas terakhirnya akibat kecelakaan maut yang menimpanya. Ibu Wele tewas tertabrak saat sedang berjalan kaki di Jalan Trans Abepura-Arso tepatnya di dekat Masjid Quba Kilo IX Koya Barat Distrik Muara Tami, Senin (4/3/2024). Kapolsek Muara Tami, Akp T.B Silitonga menjelaskan kecelakaan yang […]

  • Korupsi Dana Covid Senilai Rp 3,1 Miliar, Bupati Mambra Jadi Tersangka

    Korupsi Dana Covid Senilai Rp 3,1 Miliar, Bupati Mambra Jadi Tersangka

    • calendar_month Sel, 29 Jun 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 5.020
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, –  Polda Papua akhirnya menetapkan Bupati Mamberamo Raya, DD, sebagai tersangka kasus korupsi dana covid-19 pada tahun anggaran 2020. Hal ini merupakan pengembangan dari penetapan SR yang merupakan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Arsip Daerah (BPKAD) Mamberamo Raya, sebagai tersangka pada kasus yang sama. Baca Juga : Racik Cairan Disinfektan dari Wipol dan Bayclin, […]

expand_less