Demo Tolak Kenaikan UKT Kampus Uncen Berakhir Ricuh: 4 Polisi Terluka, Satu Truk dibakar
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 22 Mei 2025
- visibility 123
- comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Aksi demonstrasi oleh mahasiswa kampus Universitas Cenderawasih berakhir ricuh. Satu unit truk polisi dibakar massa aksi demo. Akibat saling lempar dilaporkan 4 Anggota Polisi terluka.
Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Fredrickus W.A. Maclarimboen mengaku aksi demo tersebut terjadi di depan gerbang kampus Uncen atas, sekira pukul 10.00 Wit. Aspirasi yang disampaikan Mahasiswa terkait rencana kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Awalnya penyampaian aspirasi disampaikan oleh mahasiswa dan didengarkan langsung oleh pihak Kampus, oleh Wakil Rektor III Universitas Cenderawasih. Namun para Mahasiswa yang menggelar aksi tersebut kemudian hendak memberhentikan aktifitas di kampus dengan menutup portal gapura naik ke kampus, akhirnya terjadi gesekan bersama aparat Kepolisian yang sedang melaksanakan pengamanan di lokasi,” ungkap AKBP Fredrickus, Kamis (22/05/2025).
Lebih lanjut kata Kapolresta, gesekan yang terjadi berupa tarik menarik antara aparat Kepolisian dan para mahasiswa yang kemudian berakhir ricuh serta anarkis karena terjadi pelemparan batu dari pihak Mahasiswa kepada aparat Kepolisian.
Polisi lalu mengeluarkan tembakan peringatan dan menyemprot gas air mata dan air guna membubarkan aksi massa.
“Dari aksi ricuh tersebut, satu unit mobil truk dinas Kepolisian hangus dibakar oleh massa aksi dan empat personel Polresta menjadi korban lemparan batu yang mengakibatkan memar, bocor hingga luka robek, dan kini sedang mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Bhayangkara,” jelas Kapolresta.
Empat personel Polresta yang harus mendapatkan perawatan medis akibat lemparan batu dari massa aksi yakni Kasat Samapta AKP Rischard L. Rumboy, Aipda Nursalam, Briptu Aan Krisanto dan Briptu Dicky.
Dirinya juga menuturkan, hingga pukul 14.00 Wit belum ada Mahasiswa dari massa aksi yang diamankan, namun pihaknya akan melakukan identifikasi untuk aksi yang terjadi, baik untuk pelaku pembakaran truk, pelemparan batu terhadap personel hingga penanggung jawab massa aksi tersebut.
“Pengamanan yang dilakukan pihak Kepolisian hanya sebatas gapura atau gerbang kampus, tidak masuk ke area kampus dan untuk diketahui bahwa aksi mereka dalam penyampaian aspirasi tidak mendapatkan ijin dari pihak Kepolisian,” tambah Kapolresta.
Hingga saat ini aparat keamanan masih ditempatkan di lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan. Personel yang diterjunkan dari Polresta Jayapura Kota dengan dibackup oleh Polda Papua dan Brimob Polda Papua serta rekan-rekan dari TNI yaitu Kodim 1701 Jayapura. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




