Dua dari Enam Oknum Prajurit TNI Kasus Mutilasi di Mimika Masih Berstatus Terperiksa
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 6 Sep 2022
- visibility 124
- comment 0 komentar

Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa berharap proses hukum kasus mutilasi empat warga Kabupaten Nduga di Timika yang melibatkan 6 oknum Prajurit TNI AD segera dipercepat sebagaimana perintah Kepala Staf TNI AD (KSAD).
“Kemarin saya sudah laksanakan rapat dengan pihak-pihak terkait yang ada di Timika. Kasus ini sudah pada tahap penyidikan. Ya, kita berharap cepat, karena perintah dari KSAD ini harus cepat, jangan sampai ada konflik di masyarakat kalau penanganannya lambat,” katanya di Makorem 172/PWY Selasa (6/9/2022).
Pangdam juga mengungkapkan terkait dua oknum prajurit lainnya yang diduga ikut terlibat dalam kasus itu masih dalam pendalaman.
“Statusnya masih terperiksa, ya masih dalam pendalaman,” tegasnya.
Ketika disinggung soal kasus penjualan senjata di Mimika diduga bukan yang pertama kali dilakukan, kata Pangdam, pihaknya masih terus melakukan pendalaman.
“Ini masih didalami, tapi kalau dilihat dari skenario atau jalan cerita, kemungkinan itu ada. Tapi saya tidak mau masuk ke sana dulu, ya. Karena saat ini saya ingin mempelajari dan fokus ke tindak kriminal dan pembunuhan terlebih dahulu,” bebernya.
Soal lokasi persidangan 6 oknum prajurit tersebut, Pangdam menyatakan akan dilakukan di Mahkamah Militer Jayapura dan Makassar.
“Untuk 5 prajurit akan disidang di Jayapura, sedangkan 1 prajurit yang berpangkat Mayor akan disidangkan di Makassar,” katanya 6 prajurit sudah ditetapkan sebagai tersangka dan diganjar Pasal 340 tentang pembunuhan berencana.
Sementara untuk satu yang pelaku yang masih buron yaitu RMH, Pangdam tak menampik bahwa dalam kasus mutilasi ini RMH adalah otaknya.
“Ya RMH yang mengatur, yang menghubungi sampai mendesain keempat (korban) orang ini datang, sampai melakukan pembunuhan. Dia diduga kuat sebagai otaknya,” pungkasnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




