Ini Klarifikasi Befa Yigibalom dalam Pidato 10 Tahun Kepemimpinan
- account_circle topik papua
- calendar_month Sab, 21 Mei 2022
- visibility 104
- comment 0 komentar

Befa Yigibalom/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Befa Yigibalom memberikan klarifikasi terkait pidatonya saat syukuran 10 tahun masa kepemimpinannya sebagai Bupati Lanny Jaya pada 19 Mei 2022 lalu, yang dinilai oleh oknum kader Gubernur Papua Lukas Enembe menyakiti sang gubernur.
Menurut Befa, ia meyakini bahwa Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai negarawan sejati pasti mengerti apa maksud dan tujuan dari pernyataan tersebut yakni demi kesejahtraan masyarakat Papua, khususnya masyarakat Pegunungan Tengah Papua.
“Jika ada kader kaka Lukas yang kurang enak, ya silahkan. Saya yakin Kaka Lukas, Bapak Gubernur mengerti apa maksud dan tujuan saya karena beliau adalah negarawan sejati. Beliau mengerti tujuan saya. Tujuan saya DOB harus hadir di wilayah Pegunungan Tengah Papua untuk masyarakat wilayah Pegunungan Tengah Papua,” ucapnya ketika dikonfirmasi di Jayapura, Sabtu (21/5/2022).
Ditegaskan Befa, apa yang disampaikan saat syukuran tersebut sudah sangat gamblang yakni bila dirinya menjadi Gubernur Papua maka kegiatan akan hanya dilakukan di Dok 2 dan hotel-hotel yang ada di Jayapura, dan juga sedikit kegiatan pendidikan, kesehatan dan pembangunan yang akan dilaksanakan di Pegunungan Tengah Papua atau Lapago.
“Tujuan politik saya jelas bahwa provinsi harus hadir di Wamena dan yang kedua yang menyebut nama kaka Besar itu salah. Sehingga baik Pak Lukas dan mereka yang sedikit tersinggung, saya mohon maaf. Tapi selebihnya adalah niat hati dan pikiran tidak ada niat tidak baik untuk kaka Lukas dan yang lainnya,”beber Befa.
Ia juga mengaku misinya sangat jelas dan tidak boleh mengatasnamakan rakyat, sementara rakyat merana dan menuju masa depan yang tidak pasti.
“Jika sudah keluar dari mulut ini, itu sudah ditahbiskan oleh Tuhan. Sehingga ada pihak yang mendengarnya tidak enak, ya sesuaikan saja dan maafkan saja,” katanya.
“Tapi sekali lagi dihati pikiran saya tidak ada maksud menyakit. Hanya kepentingan masyarakat luas yakni Provinsi Pegunungan Tengah Papua harus ada di Wamena,”imbuhnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




