Atap Posko Induk Bencana Banjir dan Longsor Jayapura Ambruk
- account_circle topik papua
- calendar_month Ming, 9 Jan 2022
- visibility 188
- comment 0 komentar

Atap Posko banjir dan longsor di GOR Waringin ambruk karena tertiup angin kencang dan hujan dengan intensitas tinggi/foto ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Hujan turun dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menyebabkan atap Gedung Olahraga (GOR) Waringin Kotaraja, Kelurahan Waimhorock, Distrik Abepura, Kota Jayapura ambruk pada Minggu (9/1/2022) pagi sekira pukul 06.30 WIT.
Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Abepura AKP Lintong Simanjuntak bersama jajarannya langsung mengecek lokasi kejadian.
“Tadi kami cek ke lokasi bahwa kondisi atap GOR Waringin sudah runtuh (ambruk, red) dan kondisi di dalam GOR sudah tergenang air. Kami sudah memintai keterangan saksi yang saat itu berada di lokasi kejadian, ” kata Lintong usai mengecek langsung kondisi GOR Waringin Kotaraja.
Beruntungnya dalam musibah runtuhnya atap GOR Waringin itu tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 5 miliar lantaran kerusakan atap yang cukup parah.
Kembali diungkapkan Lintong, runtuhnya atap GOR Waringin diakibatkan intensitas curah hujan yang tinggi disertai angin kencang yang terjadi sepanjang hari di wilayah Kota Jayapura.
“Diduga tiang penyangga atap GOR juga tidak kuat menahan beban air yang tertampung di atas atap, sehingga menyebabkan materil tiang atap runtuh ke lantai parkiran kendaraan bermotor dan didalam di lantai dua GOR,” ungkapnya lagi.
Sementara dari keterangan saksi, yaitu Guntur Nuboba yang merupakan relawan PMI, bahwa pada saat itu ia bersama rekannya Mesak Yenungga (bagian keamanan) sedang berada di posko banjir dan longsor yang terletak di halaman GOR Waringin. Saat itu, sambung Lintong, Guntur dan rekannya tersebut mendengar bunyi gemuruh di samping GOR.
“Mendengar hal tersebut kedua saksi mengecek dan ternyata campuran material tembok penyangga tiang GOR rontok ke lantai dasar. Selanjutnya kedua saksi bersama rekan relawan lainnya membatasi dengan tali rafia agar tidak dilalui orang maupun dijadikan parkiran kendaraan bermotor, “bebernya.
Masih dikatatakan Lintong berdasarkan keterangan para saksi, saat memasang tali rafia, tiba-tiba mereka mendengar runtuhan yang sangat keras dari lantai dua GOR Waringin.
“Setelah dicek ternyata seluruh atap GOR Waringin runtuh ke lantai dua,” pungkasnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




