Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Slank dan Papua Jungle Chef Ajak Generasi Muda Lestarikan Hutan di Papua

Slank dan Papua Jungle Chef Ajak Generasi Muda Lestarikan Hutan di Papua

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
  • visibility 334
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Yayasan EcoNusa melalui kampanye Defending Paradise menyuarakan
pentingnya pelestarian hutan hujan tropis di Tanah Papua yang tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah atau aktivis penggiat lingkungan di Papua, melainkan juga oleh seluruh masyarakat, termasuk seniman.

Slank sebagai salah satu band di Indonesia yang kerap menunjukkan rasa cintanya terhadap bumi lewat
lagu-lagunya, ikut berpartisipasi dalam kampanye Defending Paradise.

Vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji
atau yang lebih akrab disapa Kaka Slank, datang langsung melihat kondisi hutan Papua melalui kegiatan flyover di wilayah udara Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Keerom, dan Jayapura.

Dalam lawatannya itu, Kaka Slank ingin melihat secara langsung hutan yang menjadi habitat burung cenderawasih Papua. Kaka Slank menceritakan bahwa Papua memiliki kekayaan yang luar biasa dari hutan, laut budaya serta kulinernya.

“Hutan itu harta, itu kekayaan. Standar orang kaya itu Papua. Semua punya, hutan punya, laut bagus, keramahtamahan mereka punya, keragaman kuliner juga punya. Kekayaan bisa habis, sekarang tergantung manusianya, mau tidak untuk menjaga dan masih ingin memiliki hutan Papua,” ujar Kaka Slank dalam Ngobrol Santai bertajuk Hutan Papua Dalam Perspektif Seniman, Jumat (24/9/2021)

Ngobrol santai ini juga dihadiri narasumbee Chef Charles Toto, Founder Papua Jungle Chef dan Bustar Maitar, CEO Yayasan EcoNusa.

Tak hanya Kaka Slank yang atensi dengan perlindungan dan pelestarian hutan Papua. Hal serupa juga dilakukan oleh komunitas Papua Jungle Chef yang diketuai oleh Chef Charles Toto.

Chef Charles Toto sudah sejak tahun 1997 silam mempraktikan dan mendampingi masyarakat di banyak kampung di Papua dan Papua Barat untuk mengolah berbagai
komoditas pangan yang kaya di hutan menjadi kuliner khas Papua, tanpa merusak ekosistemnya.

Menurut Chef Charles, hutan di Papua menjadi rumah bagi beragam fauna salah satunya burung cendrawasih. Kehilangan area
hutan di Tanah Papua tak hanya mengancam keberadaan cenderawasih sebagai satwa dilindungi dan identitas budaya masyarakat setempat, melainkan juga mengancam keberlangsungan seluruh rantai kehidupan dalam ekosistem serta kehidupan masyarakat adat dan budaya warisan turun temurun.

Sementara CEO Yayasan EcoNusa, Bustar Maitar, menegaskan bahwa pentingnya menjaga kelestarian hutan hujan tropis di Papua, mengingat k surga di tanah Papua ini mulai terancam.

Lanjutnya, dalam kampanye perlindungan hutan di Papua, pihaknya berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya seniman sebagai upaya untuk
menggaungkannya.

“Alam menyediakan semua untuk kita. Surga di alam Papua mulai terancam dan perlahan akan habis, jika kita yang di Papua dan wilayah lain di Indonesia, tidak turut menjaganya”.

“Nah, itu yang kami ingin suarakan dengan Defending Paradise. Kita mempertahankan surga yang kita punya, yang juga menjadi rumah burung cendrawasih yang menjadi ikon disini yang menyentuh masyarakat lebih luas untuk menyampaikan pesan penting dari hutan di Tanah Papua,” sambungnya lagi.

Chef Toto menimpali, tempat tinggal, udara, makanan, air dan seluruh elemen kehidupan lainnya diberikan oleh alam. Tak ayal, hutan adalah pasar bagi masyarakat Papua yang dapat ‘belanja’ memenuhi kebutuhan pangan tanpa mengeluarkan uang.

“Kita harus menjaga agar orang di Papua tetap mengkonsumsi apa yang menjadi makanan lokalnya, seperti umbi-umbian. Jangan sampai masyarakat lokal dianggap ‘gaul’ kalau mengkonsumsi makanan dari luar. Ini saatnya orang banyak,
orang yang tinggal di kota-kota besar tahu rasa dan makanan lokal,” jelasnya.

Tak hanya menjelaskan tentang kekayaan pangan yang ada di hutan, Chef Charles Toto juga memasak langsung makanan khas yang terbuat dari sagu dan sayuran yang tumbuh di dalam hutan.

“Apa yang dikonsumsi pada acara hari ini semua bahan baku kita ambil dari dalam hutan sini. Misalnya
sayur lilin yang punya protein tinggi sama seperti telur. Ini yang banyak orang tidak tahu tapi masyarakat adat sudah lama jaga ini. Pesan bagi masyarakat muda untuk jaga hutan maka hutan akan
jaga kita,” tekannya.

Perlu diketahui bahwa Tanah Papua merupakan gugusan hutan tropis terbesar di Indonesia yang berkontribusi menjaga iklim
dan mendukung kehidupan, terutama bagi masyarakat adat yang hidup di sekitarnya. Ayo dukung!! (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salurkan 330 Ton Beras Cadangan Bagi Masyarakat di 15 Distrik, Ini Pesan Pj Bupati Mappi

    Salurkan 330 Ton Beras Cadangan Bagi Masyarakat di 15 Distrik, Ini Pesan Pj Bupati Mappi

    • calendar_month Sel, 20 Jun 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Mappi, Topikpapua.com, – Penjabat Bupati Mappi, Michael Rooney Gomar, S.STP., M.Si bersama Kantor Pos dan Badan Urusan Logistik (Bulog) menyalurkan cadangan pangan pemerintah berupa beras sebanyak 330 ton kepada masyarakat di 15 distrik. Penyerahan dilakukan secara simbolis dalam apel KORPRI yang digelar Senin (19/6/2023) di halaman Gor Kepi. Pj Bupati menyatakan beras cadangan pangan pemerintah […]

  • Wujudkan Energi Berkeadilan, 342 Rumah Tangga Tak Mampu di Papua Barat Daya Kini Bisa Nikmati Listrik

    Wujudkan Energi Berkeadilan, 342 Rumah Tangga Tak Mampu di Papua Barat Daya Kini Bisa Nikmati Listrik

    • calendar_month Sen, 27 Feb 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sorong Selatan, Topikpapua.com, – Pemerintah, DPR dan PT PLN (Persero) bersinergi menyalurkan sambungan listrik gratis dari program Bantuan Pemasangan Baru Listrik (BPBL) kepada 342 keluarga tidak mampu di Provinsi Papua Barat Daya. Sinergi ini sebagai bukti nyata negara hadir untuk memberikan energi yang berkeadilan. Hadirnya listrik disambut suka cita oleh masyarakat Papua Barat Daya, salah […]

  • Penambangan Ilegal di Distrik Senggi, Empat Warga China Ditetapkan Tersangka

    Penambangan Ilegal di Distrik Senggi, Empat Warga China Ditetapkan Tersangka

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle topik papua
    • visibility 534
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com – Empat warga asing berkebangsaan China dan dua warga Indonesia ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Papua dalam kasus dugaan penambangan emas ilegal di Kampung Kalipur, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua, Kombes Pol. I Gusti Gede Era Adhinata, menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari penyelidikan yang dilakukan timnya […]

  • Mengenal Lebih Dekat PEPARNAS XVI Papua 2021, Part III

    Mengenal Lebih Dekat PEPARNAS XVI Papua 2021, Part III

    • calendar_month Ming, 4 Jul 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 1.580
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Pada episode sebelumnya tim Redaksi Topik telah membahas secara rinci enam cabor yang akan di pertandingkan di Klaster Kota Jayapura pada Peparnas XVI 2021 Papua. Edisi kali ini Tim Redaksi Topik akan mengulas enam cabor lainnya yang akan di pertandingkan pada Klaster Kabupaten Jayapura. Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat PEPARNAS XVI Papua […]

  • Akhir Perjalanan Paniel Kogoya, Kurir Pembeli Senjata Bagi KKB

    Akhir Perjalanan Paniel Kogoya, Kurir Pembeli Senjata Bagi KKB

    • calendar_month Sel, 20 Apr 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 3.354
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Paniel Kogoya, kurir pembeli senjata bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Intan Jaya akhirnya tertangkap. Paniel ditangkap oleh Tim Satgas Nemangkawi pada hari senin, 19 april 2021 di dekat pasar kali Bobo, kabupaten Nabire. Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan Paniel Kogoya adalah DPO polda papua atas kasus  jual beli […]

  • Tiga Hari Hilang, Sutaryo di Temukan Tewas Mengapung di Sungai Digoel

    Tiga Hari Hilang, Sutaryo di Temukan Tewas Mengapung di Sungai Digoel

    • calendar_month Ming, 10 Mar 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 623
    • 0Komentar

    Boven Digoel, Topikpapua.com,  –  Setelah tiga hari dinyatakan hilang, Sutaryo karyawan PT. Tulen Kampung Miri, Distrik Jair, Kabupeten Boven Digoel akhirnya di temukan dalam keadaan teawas terapung di sungai Digoel. Jasad Sutaryo di temukan oleh tim Gabungan Polres Boven Digoel dan Basarnas saat menyusuri sungai Digoel, Minggu (10/03/19) sekitar pukul 08.10 Wit. “ Jasad korban […]

expand_less