6500 Hektare Sawah Dibuka, Gubernur MDF Optimis Papua Swasembada Beras di Tahun 2028
- account_circle topik papua
- calendar_month 54 menit yang lalu
- visibility 71
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, – Pemerintah Provinsi Papua menargetkan mampu mencapai swasembada beras pada 2028. Target tersebut didorong melalui program cetak sawah, rehabilitasi lahan pertanian, hingga peningkatan produktivitas padi.
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri (MDF) mengatakan, pada 2026 pemerintah membuka sekitar 6.500 hektare lahan sawah baru. Selain itu, sejumlah sawah yang sudah lama tidak digunakan akan direhabilitasi agar kembali produktif.
“Di tahun ini kami membuka 6.500 lahan sawah, ditambah beberapa rehabilitasi sawah-sawah yang sudah tidur,” kata Fakhiri usai melakukan panen padi di Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Kamis (1/10/2026).

Menurut MDF, program tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian.
Dia menyebut produktivitas padi di Papua menunjukkan hasil yang menggembirakan. Rata-rata hasil panen disebut telah mencapai lebih dari 8 ton per hektare, Bahkan, produksi di sejumlah wilayah Kabupaten Keerom dilaporkan mampu mencapai 12,8 ton per hektare.
“Kita di Provinsi Papua sekarang terdepan diseluruh Indonesia, satu hektare kita mampu hasilkan 8-12 ton,” ujarnya.
MDF berharap peningkatan produktivitas tersebut dapat mengubah ketergantungan ekonomi Papua dari sektor pertambangan menuju sektor pertanian dan perkebunan.

Ia juga menargetkan Papua dapat melakukan tiga kali panen dalam setahun dengan dukungan irigasi dan pompa air.
“Kami tidak minta empat kali tanam, tetapi cukup tiga kali, sehingga lahan kita punya waktu untuk istirahat,” katanya.
Jika produksi terus meningkat, kata MDF, beras Papua tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir, tetapi juga dapat dikirim ke wilayah pegunungan Papua atu bahkan ke provinsi lainnya di luar tanah Papua, seperti Maluku.
“Pemerintah Papua bahkan tengah membangun komunikasi dengan Papua Nugini (PNG) untuk membuka peluang ekspor beras, Target kami di 2028 kami sudah swasembada,” ujarnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua






Saat ini belum ada komentar