Gelar Sidak TPID, Gubernur Fakhiri: Stok Sembako dan BBM di Papua Aman Hingga Maret 2026
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 3 Des 2025
- visibility 417
- comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Pemerintah Provinsi Papua memastikan stok Sembako dan BBM di Papua aman hingga Maret 2026 mendatang. Hal itu diungkapkan Gubernur Papua saat menggelar sidak Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kota Jayapura Rabu (3/12/2025) siang.
Mengawali giat Sidak TPID jelang Nataru 2025-2026 Gubernur Papua, Matius D Fakhiri dan rombongan mengunjungi Pusat perbelanjaan Hypermart di daerah tanah hitam dan Supermarket Saga Abepura.

” Kami kedua supermarket besar di daerah Abepura ini untuk melihat secara langsung stok kebutuhan masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru dan Alhamdullilah, Puji Tuhan disampaikan oleh manager kedua supermarket tadi bahwa stok Sembako aman untuk Nataru bahkan hingga bulan Maret 2026 nanti,” ungkap Gubernur Fakhiri.
Diakui Fakhiri dari hasil sidak ke dua supermarket tersebut di dapati adanya kekurangan stok telur dan hal tersebut menurutnya disebabkan karena meningkatnya permintaan pasar jelang Nataru.
” Inikan telur yang lokal belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di Papua dan harus menunggu kiriman dari luar Papua, sedangkan saat ini di Papua masyarakat sudah mulai membuat kue Natal dan kebutuhan sehari-hari juga, belum lagi dengan program MBG yang memang membutuhkan telur, sehingga stok telur menipis dipasaran,” jelas Fakhiri.

Namun dirinya mengaku bahwa distributor telur sudah menyiapkan pesanan khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan telur saat Natal dan Tahun Baru.
” Sudah kami komunikasikan dengan pihak distributor dan akan ditambahkan stok nya,” ujar Gubernur.
Rombongan lalu melanjutkan sidak ke dua gudang penampungan beras dan minyak goreng di daerah entrob dan Argapura.
Gubernur Fakhiri menyebut bahwa hingga saat ini, stok beras dan minya goreng di Papua terpantau aman. Bahkan berdasarkan laporan Bulog, stok beras di gudang tercukupi hingga dua bulan ke depan.

Untuk menjaga kestabilan harga, Pemprov Papua akan melakukan pemantauan pasar tradisional maupun tingkat distributor untuk memastikan harga dan stok barang.
“Kami secara rutin akan melakukan sidak pasar. Langkah ini penting untuk memastikan harga tetap terkendali serta mencegah praktik nakal pedagang yang menaikkan harga secara tidak wajar,” tegas Gubernur Fakhiri.
Sementara itu Pemimpin Wilayah Kanwil Papua Perum Bulog, Ahmad Mustari memastikan stok beras dan minya dalam kondisi aman di Provinsi Papua.
Bahkan, kata Mustari, masih ada pasokan tambahan dalam perjalanan menuju gudang-gudang Bulog di enam provinsi.
“Kita punya sekitar 22.400 ton stok di dalam gudang, cukup untuk tiga bulan ke depan. Tapi masih ada tambahan sekitar 11.000 ton yang sedang dalam perjalanan, baik di pelabuhan maupun di kapal. Jadi total stok mencapai 33.700 ton untuk seluruh Papua. Aman menjelang Natal dan Tahun Baru,” jelas Ahmad Mustari.

Giat sidak TPID selanjutnya menuju pasar Hamadi untuk mengecek harga sembako dan depot Pertamina guna memantau ketersediaan BBM dan gas Elpiji.
” Tadi kami ke pasar dan kami temukan bahwa harga sembako sampai saat ini masih aman terkendali, namun tentunya saya ingatkan kepada para pedagang agar tidak memainkan harga jelang Nataru nanti. Saya juga akan membentuk tim khusus untuk terus memantau harga di pasar-pasar yang ada di kota Jayapura, kalau ada pedagang yang main-main, ijin ya akan kita cabut,” tegas Fakhiri.
” Kalau untuk stok BBM dan Elpiji, tadi laporan dari Pertamina juga aman. Terkait masih adanya antrian solar di kota Jayapura saya mau ingatkan kepada para pihak yang mencoba bermain kotor agar stop! berhenti dengan penimbunan solar, beli dengan tangki yang besar harga subsidi lalu mau jual lagi dengan harga industri,” tegas Gubernur.

Untuk itu dirinya meminta pihak kepolisian untuk menempatkan personilnya disetiap SPBU guna mengawasi oknum-oknum yang bermain sehingga menyebabkan kelangkaan solar yang berakibat antrian panjang di SPBU.
” Ini sudah mau Natal dan Tahun Baru, setelah itu akan lanjut lagi bulan puasa dan Februari 2026 kita sudah Lebaran, sehingga saya minta Pertamina maupun kepolisian agar lebih jeli lagi memantau peredaran BBM khususnya solar, agar masyarakat tidak lagi terganggu dengan antrian panjang di SPBU akibat adanya oknum-oknum nakal,” jelas Gubernur. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




