Satgas ODC : Rumah Bupati dan Kantor Distrik Omukia di Puncak Dibakar KKB
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 8 Jul 2025
- visibility 368
- comment 0 komentar

Ilaga, Topikpapua.com, — Dua unit rumah milik Bupati Puncak, Elvis Tabuni dan Kantor Distrik Omukia, Kabupaten Puncak Papua Tengah dilaporkan dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Minggu, (6/6/2025).
Kaops Damai Cartenz, Brigjen. Pol. Dr. Faizal Ramadhani mengaku aksi pembakaran tersebut dilatarbelakangi oleh informasi bahwa rumah Bupati Puncak lvie Tabuni dan Fasilitas lainnya yang dibakar digunakan oleh pihak militer di Puncak.
“Klaim KKB terkait penggunaan rumah Bupati dan Kantor Distrik sebagai pos militer tidak benar dan merupakan bagian dari propaganda yang sengaja disebarkan untuk memengaruhi opini publik. Mereka (KKB) berupaya membangun narasi seolah-olah pemerintah memanfaatkan fasilitas sipil untuk kepentingan militer. Narasi ini digunakan KKB untuk membenarkan aksi kekerasan mereka serta memengaruhi dan menghasut warga, sedangkan hal tersebut tidaklah benar” ungkap Brigjen Faizal, Senin (7/7/2025)
Kasatgas Humas OPS Damai Cartenz, Kombes Yusuf Suseno menambahkan bila sebelumnya, Sebby Sambom, juru bicara TPNPB OPM telah menyebarkan pernyataan yang menuding penempatan pasukan militer di rumah Bupati Puncak dan Kantor Distrik Omukia telah menimbulkan ketakutan kepada warga dari kampung halaman mereka.
“Padahal, sebelum narasi dari Sebby Sambom muncul, akun-akun simpatisan KKB sempat memframing bahwa pembakaran bangunan di Ilaga justru dilakukan oleh aparat TNI-Polri. Ini menunjukkan adanya pola propaganda terstruktur untuk menggiring opini publik yang mereka buat,” jelas Kombes Pol. Yusuf.
Selain rumah dinas Bupati Puncak yang sudah lama tidak ditempati dan Kantor Distrik, Satgas Ops Damai Cartenz juga mencatat bahwa KKB melakukan pembakaran empat bangunan lain, yakni diduga satu unit gereja di Kampung Pinapa, Distrik Omukia, Rumah dinas Pemda di Kampung Pinapa, Puskesmas di Kampung Pinapa dan satu unit bangunan sekolah dan kantor kampung di Kampung Pinggil, Distrik Omukia.
Menurut Kombes Yusuf, Narasi pembakaran yang diklaim sebagai perlawanan terhadap “militerisasi” fasilitas sipil disebut kerap menjadi strategi KKB untuk menarik simpati internasional serta membangun dukungan masyarakat lokal.
“Sudah menjadi kebiasaan KKB, apabila pihak mereka melakukan kejahatan pembunuhan terhadap warga sipil, mereka selalu menyebut korbannya adalah aparat militer Indonesia yang menjadi mata-mata, namun faktanya yang mereka lakukan adalah membunuh warga sipil yang tidak bersalah,” jelas Yusuf Sutejo.
Satgas Ops Damai Cartenz menegaskan bahwa aparat TNI-Polri di wilayah Kabupaten Puncak hanya bertugas menjaga keamanan masyarakat dan tidak menggunakan fasilitas sipil untuk kepentingan operasi militer.
“Dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, Satgas Ops Damai Cartenz akan terus berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua untuk menciptakan Papua yang aman dan damai dari kelompok kriminal bersenjata,” tutup Kombes Yusuf. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




