Hasil SPI Tahun 2022, KPK : Provinsi Papua Masih Sangat Rentan Terjadi Korupsi

oleh

Jayapura, Topikpapua.com, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis Hasil Survey Pemilaian Integritas (SPI) pada kabupaten/kota yang ada di Provinsi Papua untuk tahun 2022 (sebelum pemekaran).

Pimpinan KPK, Johanis Tanak menjelaskan dari hasil SPI yang dilakukan pada tahun 2022, Mayoritas wilayah di Papua masuk kategori Sangat Rentan terjadi praktek korupsi, bahkan tidak ada yang masuk dalam kategori TerJaga.

“Hanya tiga Kabupaten yang masuk kategori rentan yaitu, Kabupaten Kepulauan Yapen (68.33), Kabupaten Lanny Jaya (68.15) dan Kota Jayapura (70.91), sisanya sekitar 21 kabupaten masuk kategori sangat rentan,” ungkap Johanis kepada wartawan di Jayapura, Senin (13/11/2023).

Data dari KPK ada 21 kabupaten yang masuk kategori sangat rentan yaitu,Kabupaten Biak Numfor (62.81), Kabupaten Nabire (64.07), Kabupaten Waropen (45.26), Kabupaten Sarmi (66.40), Kabupaten Dogiyai (66.29), Kabupaten Paniai (64.97), Kabupaten Intan Jaya (65.44), Kabupaten Puncak (65.19), Kabupaten Deiyai (55.62).

Selanjutnya, Kabupaten Puncak Jaya (60.75), Kabupaten Tolikara (62.18), Kabupaten Mamberamo Tengah (63.53), Kabupaten Jayawijaya (61.67), Kabupaten Mimika (51.23), Kabupaten Jayapura (65.30), Kabupaten Keerom (58.30), Kabupaten Asmat (64.06), Kabupaten Mappi (65.92), Kabupaten Boven Digoel (58.40), Kabupaten Merauke (66.89) dan Kabupaten Supiori (65.19).

“Bila dirata-ratakan SPI di Papua menunjukkan nilai 66.76, yang artinya masih masuk kategori sangat Rentan terjadi korupsi. Nilai itu mengalami kenaikan dibanding SPI 2021 yaitu 58.04. Sementara rata-rata SPI nasional 2022 ada di angka 71.94,” jelas Yohanis.

Yohanis juga mengakui bila ada beberapa kabupaten yang data SPI nyatidak dapat di himpun karena berbagai alasan,” Ada beberapa kabupaten yang belum bisa kita himpun datanya, seperti Kabupaten Nduga, Yalimo, Pegunungan Bintang dan Membramo Raya, alasannya beragam mungkin faktor keamanan hingga tidak ada responden yang mau memberikan jawaban,” Tukas Yohanis. (Redaksi Topik)

No More Posts Available.

No more pages to load.